Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 24


__ADS_3

selang satu minggu pasca makan malam dirumah utama. Revan masih belum menemukan alasan khusus dia tertarik pada stafnya.


sejak awal, dia merasa harus memperlakukannya dengan baik. tidak ada alasan yang mendasari membuat dia bingung harus bersikap seperti apa.


Revan terus meminta Lala untuk mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bukan jobdes Lala. Revan hanya ingin memastikan alasan dan perasaannya.


Dimas benar, kalau perasaannya telah terpaut pada stafnya ini, tapi kenapa?. apa ini yang disebut Cinta tidak perlu alasan.


meski demikian Revan merasa perasaannya belum sepenuhnya terpaku pada Lala. hanya saja dia harus bersikap seperti apa membuatnya bingung.


karena dia orang utama di Jaya Group tentu saja semua hal mengenai tindakannya harus diperhatikan. tidak boleh asal bertindak.


namun terkadang disaat bersama Lala, Revan susah menerapkan itu. Revan terkadang merasa tak terkendali. sama seperti sekarang ini, Revan tengah memperhatikan Lala yang akan pulang kerja. namun Lala terlihat berhenti di depan pedagang bergerobak.


entah apa yang dia beli, karena yang terlihat dia sedang duduk menunggu pesanannya selasai.


"Revan, bertindak lah lebih masuk akal" ucapnya pada diri sendiri. meski demikian dia tetap memperhatikan semua gerak gerik stafnya.


"apa yang dia lakukan disana?, bukannya langsung pulang. astaga...


menyebalkan sekali melihatnya begitu!" Revan memijat pangkal hidungnya, merasa pening entah karena apa.


tidak bisa tetap diam ditempatnya, Revan memilih beranjak dan keluar dari mobilnya.


"pak, maaf mau tanya......." suara Revan terdengar di gerobak itu.


belum selesai dia berkata, Revan mendengar suara yang memang sengaja dipancingnya.


"Tuan muda" Lala merasa heran melihat tuannya disini. apalagi tengah malam begini. tapi kalau dilihat lagi sepertinya tuannya sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


"kamu....."ucap Revan pura-pura terkejut. namun tampaknya orang didepannya ini tidak menyadari itu.


"sedang apa kamu disini?" tanya Revan kembali dan tetap mempertahankan raut terkejutnya.


akhirnya pertanyaan yang dia


pendam sedari tadi keluar juga. tidak sia-sia bukan dia keluar dari mobil dan berjalan ke tempat asing ini.


"ah.. saya sedang menunggu pesanan saya tuan? jawab Lala jujur.


meski bingung Revan tetap memperhatikan stafnya ini. " bakso..?" tanyanya setelah melihat plang besar yang ada di gerobak sang penjual.


"iya tuan"


"memangnya kau tidak masak?, ini sudah malam dan besok kau harus bekerja kembali" mendengar jawaban stafnya entah kenapa Revan merasa tidak suka.


apalagi disaat dia memperhatikan dengan jelas pedagang bakso ini. tentu saja kurang sehat bukan?.


"oh... iya tuan tadi mau bertanya soal apa?" Revan tersadar, dia harus mencari alasan apa sekarang. padahal niatnya tadi hanya basa-basi saja. sekalian memastikan apa yang dilakukan stafnya ini.


"tadi di jalan saya lihat orang yang sepertinya saya kenal. dan dia ke arah sini" jawab Revan cukup tenang.


"namanya siapa tuan?, mungkin saya tau" tanya Lala memastikan.


mampus aku "sudahlah lupakan, saya akan pastikan lagi nanti" jawab Revan menghindar.


"mbak pesanannya" suara penjual bakso mengintrupsi percakapan mereka.


membuat dua orang yang tengah ngobrol melihat langsung ke arahnya.

__ADS_1


"oh iya, ini mang uangnya. terimaksih" ucap Lala ke penjualnya. tidak lupa menampilkan senyumnya. karena memang dia cukup akrab dengan penjualnya. dalam artian langganan.


"mas mau pesan baksonya juga..?" suara penjual bakso bertanya pada Revan.


"tidak, terimakasih". jawab Revan pendek.


"kamu langsung pulang?" tanya Revan pada Lala setelah menolak tawaran penjual bakso tdi.


"iya tuan" jawab Lala.


"baiklah, saya juga akan pulang" Revan melihat sekeliling. gerobak bakso itu memang berhenti tepat di depan kos-kos an. Revan berfikir mungkin stafnya ini tinggal disini juga.


" kamu tinggal dimana?" tanya Revan penasaran.


"itu tuan" tunjuk Lala pada kos-kos berbentuk barakan dua tingkat. meski kos-kos an campur. namun tempat itu cukup aman karena ada satpam yang berjaga di depan gerbangnya untuk memastikan yang masuk adalah penghuni kos sekaligus kerabatnya saja.


"ohh, ya sudah masuk lah. saya langsung pulang" ucap Revan yang masih tetap berdiri ditempatnya. memperhatikan stafnya yang hampir mencapai gerbang kos.


Lala berbalik disaat merasa seseorang masih memperhatikannya. Lala menampilkan senyum manisnya. dia ingin mengatakan hal lain, tapi akan sangat tidak sopan bukan mengingat dia atasannya.


mencari aman sebelum masuk gerbang, Lala menunundukan badannya sebagai gestur ucapan terimaksihnya.


hahaha, tapi terimakasih untuk apa. huh......


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


__ADS_2