Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 87 Rambut


__ADS_3

🍀


🍀


🍀


Suasana ruang utama di kantor pusat Jaya Group kembali terasa mencekam, walau sebenarnya itu berlaku untuk orang yang salah saja.


Dan hal itu tengah dirasakan Lala saat ini. Bagaimana dia yang datang keruangan itu kerena perlu meminta tanda tangan harus teralihkan oleh kemarahan tuan muda merangkap kekasihnya.


Mungkin untuk ukuran manusia normal hal yang dilakukan tuan Revan adalah bentuk perhatian. Tapi karena yang dia hadapi manusia langka yaitu kekasihnya maka wajarlah Lala malah tampak ketakutan.


Beberapa saat yang lalu


" Lala memastikan beberapa dokumen yang di ceknya, ada beberapa yang siap ia antarkan ke ruang sekertaris Dimas dan ada juga beberapa yang perlu persetujuan tuannya langsung.


" Kayanya ke ruangan bos besar dulu deh, dengan begitu aku punya alasan untuk segera keluar nantinya. Tinggal bilang kalau aku akan mengantar berkas penting untuk sekertaris Dimas dan Bos besar akan langsung tanda tangan." rencana Lala tersusun rapi.


"Sempurna" ucap Lala sekali lagi sebelum melangkah keruangan Revan.


Huh


menetralkan nafasnya. Dan bersiap mengetuk pintu.


Tok Tok Tok


Untuk beberapa saat Lala terdiam menunggu respon yang tak kunjung ada. Selang beberapa waktu lagi Lala menghembuskan nafas lega setelah mendengar suara sahutan dari dalam.


Lala segera masuk setelah memastikan suara yang terdengar adalah perintah masuk.


Lala berjalan dengan santai, meski masih ada sedikit gugup. Tapi gugup kali ini berbeda dengan gugup-gugup yang lalu. Lala merasa berdebar, melihat raut fokus tuan merangkap kekasihnya itu.


Apa dia memang selalu setampan ini. ah sepertinya aku sudah mulai gila.


Batin Lala sambil tangannya saling terjalin satu dengan lainnya di balik dokumen yang dibawanya.


Sepertinya ada yang aneh. Biasanya abang selalu menyambut dengan senyum tapi kenapa sekarang beda.


Berpikir keras. sampai akhirnya mengetukkan jemarinya ke kepalanya.


Hah, Abang pasti marah karena aku lupa menghubunginya kemarin.


mulai berfikir berbagai hal kemungkinannya. Lala berdiri kaku di depan kekasihnya. salah karena sepertinya, kali ini dia berdiri didepan Tuan Muda Revan. Karena tidak biasanya seorang Revan mengabaikan kekasihnya.

__ADS_1


Revan mengalihkan atensinya dari laporan yang ada ditangannya dan melihat siapa yang datang. meski dia sudah bisa menebak siapa yang datang Revan bersikap biasa saja.


Entahlah mungkin dia masih kesal karena perempuan didepannya ini tidak menghubunginya weekend kemarin. Dimana seharusnya mereka menghabiskan waktu bersama tapi apa yang dilakukan perempuan ini. Dia malah sibuk dengan teman barunya


Padahal dulu disaat mereka bekerja sebagai staf, mereka tidak terlihat akur. tapi entahlah mungkin itu hanya pikiran tuan Revan saja karena masih merasa kesal.


Revan masih menatap lurus wanitanya, sedang Lala masih tertunduk dengan tangan saling terjalin.


Merasa bosan menunggu Revan menghembuskan nafasnya " Berkasnya simpan saja dan kamu bisa kembali untuk mengambilnya nanti!" ucap Revan tegas seraya kembali fokus pada monitor didepannya.


Situasi ini terasa Dejavu menurut Lala. Karena jelas sekali dia pernah mengalaminya disaat awal dia bekerja di perusahaan ini.


"Baik tuan" jawab Lala akhirnya. menyimpan dokumen yang dibawanya dan berbalik untuk meninggalkan ruangan tuan merangkap kekasihnya itu.


Disaat Lala berbalik Revan mengangkat pandangannya dan tatapannya jatuh pada tubuh bagian belakang wanitanya.


"Kamu tidak berniat menjelaskan sesuatu?." akhirnya memilih bertanya. karena jelas dalam hubungan mereka Revan lebih banyak mengalah dan bersuara lebih dulu.


Lala kembali membalikkan badannya menghadap kekasihnya. iya setelah mendapat sapaan lebih dulu Lala berani untuk mengatakan kalau tuan yang sedang menatapnya tajam saat ini adalah kekasihnya.


Ajaibnya, kali ini Lala sadar kesalahannya tanpa harus diberitahu lebih dulu. dan cara amannya adalah meminta maaf.


Percayalah, kalau tuan muda didepannya ini paling tidak bisa melihat wajahnya yang memelas sedih apalagi kalau itu karenanya.


"Maaf" ucap Lala pendek dengan tangan kembali terjalin satu dengan lainnya. Mendengar itu Revan menghembuskan nafasnya untuk kesekian kalinya.


"Sini" meminta seraya melambaikan tangannya. membuat Lala terkejut.


"Sini......!" memperjelas perintahnya dengan tangan dan mata yang semakin memperjelas maksudnya.


Lala berjalan dengan cepat menghampiri kekasihnya. kenapa dia berjalan cepat tentu saja karena tidak mau sampai ada perintah ketiga terdengar.


" Duduk sini!" perintah Revan lagi. meminta Lala yang sudah berdiri disampingnya untuk duduk di pangkuannya.


Lala yang paham maksud kekasihnya tentu merasa terkejut. Lala menolak dengan keras melalui gelengan kepalanya.


"Duduk disini, jelaskan sama abang kemarin kemana saja. sampai lupa menghubungi abang lagi!" Pintanya kembali seraya menepuk pangkuannya dengan pelan.


"Abang...." Lala menajamkan matanya atau lebih tepatnya memelototi sebagai tanda penolakan. " Kita di kantor lo, jangan aneh-aneh" sambung Lala terlihat waspada. Terlihat jelas dari pandangan yang beberapa kali kearah pintu dan beberapa CCTV di ruangan itu takut ada yang akan datang atau mendengar bahkan melihat apa yang akan mereka lakukan.


Merasa gemas Revan menarik tangan wanitanya dan menghentak membuat Lala terjatuh tepat dipangkuannya.


"Abang..." mencoba melepaskan diri. dengan mata masih menjurus ke segala arah. waspada.

__ADS_1


Sementara Revan mengencangkan belitan tangannya di pinggang ramping wanitanya. " Tenang saja, abang yang akan tanggungjawab" jawab Revan santai tidak perduli dengan wajah panik wanitanya.


"Abang kalau ada yang masuk gimana?. terus itu CCTV nya" akhirnya menyampaikan kekhawatiran nya. Disertai tatapan memohonnya.


Revan terkekeh melihat wajah panik wanitanya. " Tenang sayang. tidak ada yang akan masuk tanpa seijin ku dan lagi CCTV nya tidak aktif selama abang ada diruangan" Jelas Revan akhirnya. karena merasa tidak tega melihat wajah wanitanya.


Lala yang mendengar itu mengerutkan dahi tidak mengerti. dan Revan seolah paham maksudnya.


" Karena untuk keamanan sayang" Jelas Revan lembut. " Diruangan ini Banyak dokumen penting jadi untuk menghindari sabotase melalui itu. jadi di pastikan CCTV nya mati disaat abang bekerja." sambung Revan panjang lebar.


Lala ber oh ria seraya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Hanya ruangan ini ya bang?" Ulang Lala malah terlihat antusias.


" Ruangan Presdir, ini dan sekertaris Dimas" jawab Revan menjelaskan dengan runut.


Lala merasa takjub dengan sistemnya yang mendetail pantas saja selama ini kekasihnya ini santai saja meminta untuk ditemani makan dan lainnya di ruangan ini.


Karena rasa takjubnya sepertinya Lala melupakan dimana dia duduk sekarang. terlihat dari posisinya yang terlihat nyaman. untuk beberapa saat mereka menikmati keintiman itu sampai Revan menatap wanitanya lembut membuat Lala salah tingkah.


Dengan cepat Lala beranjak dari duduk nyamannya. " Lala lanjut kerja ya bang. Diluar sepi soalnya." meminta dengan lembut setelah berhasil beranjak dari pangkuan kekasihnya


Bukannya menjawab Revan seolah menilik keseluruhan penampilan kekasihnya seolah baru tersadar. Lala selalu berpenampilan sama setiap harinya Dengan atasan kemeja dan rok span pres body dibawah lutut ditambah rambut kuncir kudanya. Tapi entah kenapa hari ini Revan seolah merasa penampilan wanitanya agak sedikit berbeda. tapi apa?. setelah cukup lama saling diam Revan menyadari sesuatu yang beda.


"Kamu potong rambut?" bertanya dengan datar.


Lala reflek memegang rambutnya yang terkuncir, tidak menyangka kalau Revan menyadari itu.


" Iya" jawab Lala santai. " apa bagus?" bertanya sambil menampilkan senyum manisnya dengan tangan masih memegang kunciran rambutnya. seolah pamer.


"Jelek!" jawab Revan pendek dan tegas. membuat Lala kembali diam dengan wajah datar.


" Kenapa enggak bilang kalau mau potong rambut?" bertanya masih dengan nada tidak sukanya.


Lala mengernyitkan dahi.


Kenapa harus bilang. ini kan rambut aku , suka-suka aku dong.


hanya bisa membatin. Lala takut menyampaikan unek-uneknya. takut memancing kekesalan kekasihnya yang kembali berwajah masam seperti diawal dia masuk.


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


__ADS_2