Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 50 Kecan (2)


__ADS_3

🍀


🍀


🍀


Nonton sudah, sekarang saatnya mereka makan malam. Suasana Restoran yang dipilih Revan memang terkesan biasa. Sama halnya dengan Restoran lain pada umumnya.


Revan memilih tempat yang paling dekat dengan bioskop tempat mereka menonton, mengingat mereka yang hampir melewati jam makan malamnya.


terlebih Revan tidak ingin membuat kekasihnya menahan lapar terlalu lama. Meskipun berulang kali sang kekasih mengatakan untuk tidak makan diluar, karena menurutnya makan diluar terlalu boros. Toh mereka bisa makan sesuka hati di rumah nanti.


Lagi-lagi Revan tidak mengindahkan ucapan kekasihnya. Karena menurutnya menghabiskan waktu bersama merupakan hal yang paling penting sekarang ini.


Revan memilih kursi paling pojok dengan view kaca besar yang seolah menembus pemandangan malam diluar sana. Keindahan dari berbagai warna lampu membuat malam mereka terasa lebih romantis.


"cantiknya..." Lala memuji keindahan kota yang tampak didepannya.


Karena belum terlalu lama di kota, membuat Lala tidak pernah menghabiskan waktunya diluar kos, kecuali soal urusan pekerjaan.


Apalagi jika mengingat tidak ada satu pun orang yang bisa di bawanya untuk jalan-jalan.


"hmmmm, Cantik.." balas Revan dengan pandangan tidak terlepas dari wanitanya.


"Lala baru tau kalau suasana malam di kota akan tampak indah bila di lihat malam hari.." Lala tersenyum dengan pandangan lurus kedepannya.


"kalau gitu, ayo kita jalan setiap malam.." Revan mengambil celah dari ucapan wanitanya.


Lala mengalihkan pandangannya ke arah Revan "enggak tiap malam juga abang" ucapnya tersenyum.


Revan ikut tersenyum melihat senyum manis wanitanya.


"kamu tau?, ini kencan pertama kita dan jujur abang suka" ucap Revan berterus terang.


Lala merasa tersanjung dengan pengakuan tuan sekaligus kekasihnya ini. Tapi merasa khawatir dengan kelanjutan hubungan mereka. Tapi bukankah hubungan mereka masih terlalu awal untuk mengkhawatirkan itu.


Tidak ingin terlalu terbawa suasana yang membuat dia lupa diri dengan semua hal manis yang disajikan kekasihnya. Membuat Lala selalu menyadarkan dirinya. Dimana pun berada.


Lala membalas ucapan Revan dengan senyuman manisnya.


"Abang....." ucapan Lala terpotong bersamaan dengan datangnya pelayan yang mengantar pesanan mereka.


Setelah makanan yang mereka pesan sudah tersaji, pelayan meninggalkan mereka.


Revan menatap wanitanya dengan hangat " lanjutkan!,...." ucapnya dengan pandangan terkunci.


Lala membalas tatapannya " Lala lupa.." ucapnya dengan senyum canggung, dan kembali menyeruput minumannya.


"astaga....., ini bahkan belum 5 menit" Revan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis fikir.

__ADS_1


Mereka tertawa dengan riang, meluapkan semua rasa yang tengah mereka rasa.


"Lala baru tau kalau di Mall besar kaya gini ada tempat makan setara wartek..." Merasa takjub sendiri. Karena itu artinya dia tidak perlu menyesuaikan rasa makanan yang cocok dengan lidahnya.


"Di sini pilihannya lengkap. Tinggal pilih mau yang mana" Revan menjelaskan. " Dan yang pasti sesuai dengan isi kantong.." lanjut Revan diiringi senyum manisnya.


Meski tidak perlu mengkhawatirkan masalah isi kantong, Revan sengaja mengatakan itu. Supaya wanitanya tidak merasa sungkan.


" abang biasa makan menu kaya gini" menatap menu lalapan ayam bakar yang sedang mereka nikmati.


"kalau ayam bakarnya sering tapi kalau yang bentuknya gini. ini baru perdana" jelas Revan." abang cuma asal pilih, yang penting nyaman untuk kita dan syukurnya kamu suka" tambah Revan.


"terimakasih" Lala sungguh merasa tersanjung. Entah kebikan apa yang pernah dia lakukan sampai orang seperti tuan muda Revan menginginkannya.


"sama-sama " balas Revan tersenyum manis seraya mengusap rambut panjang wanitanya.


"Sayang....." panggilnya dengan tangan memegang ujung rambut wanitanya.


"hm....." Lala melihat apa yang tengah dilakukan kekasihnya.


Bukannya menghabiskan makanan malah memilih bermain dengan rambutnya.


"bagus.., jangan dipotong ya" pinta Revan tiba-tiba dengan tatapan dan tangan masih asik dengan rambut wanitanya.


"kenapa..?" merasa penasaran


"abang suka, sangat suka "ucapnya pasti. Menatap wanitanya dengan lembut.


"Abang aneh" mencoba menetralkan degub jantung yang kian berdebar. Namun tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang tengah dirasanya.


Revan tertawa lepas, bukan respon ini yang diharapkan Revan. Tapi melihat raut wajah wanitanya yang seperti itu membuatnya gemas.


"kenapa aneh..?" Revan meladeni pembahasan kekasihnya, yang entah kenapa menurutnya lucu.


"ya bukannya makan, malah mainin rambut. Kan aneh..." Jawab Lala dengan memilih melanjutkan makannya.


" apa makannya harus pakai tangan. Sebentar abang mintakan sendok" Revan masih ingin melanjutkan pembahasan namun merasa terusik dengan cara makan kekasihnya.


Revan hendak nemanggil pelayan, namun terhenti disaat Lala melarangnya.


"ini kan lalapan abang, makannya memang begini. Supaya lebih mudah makannya" jelas Lala terhadap kekasihnya. Dia yakin sekali tuan sekaligus kekasihnya ini baru pertama kali makan menggunakan tangannya langsung.


Revan mengerutkan dahi mendengar penjelasan kekasihnya.


"jijik ya..?" Lala bertanya setelah melihat reaksi kekasihnya


" tidak. Hanya aneh saja." Jawab Revan pendek. Jijik tidak tapi hanya merasa aneh dengan hal itu.


Karena jelas peralatan makan sudah ada tinggal di pinta, kenapa harus repot menggunakan tangan.

__ADS_1


Astaga aku tidak habis fikir.


"mau disuapin" entah kerasukan apa Lala bertanya seperti itu. Setelah dia memutuskan untuk meminta seperangkat alat makan Lala mencuci tangan dan bersiap menggunakan sendok yang baru saja di beri pelayan.


Revan yang mendapat tawaran merasa senang, dan dia berfikir untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.


"mau tapi suapin pangan tangan ya" Revan meminta dengan senyum manisnya.


Lala terkejut. Bagaimana bisa tuan sekaligus kekasihnya ini meminta hal seperti itu.


Tadi bilangnya aneh. Gimana sih....


"pakai sendok aja ya, soalnya abang belum pernah makan pakai tangan langsung kan?" ucap Lala menawarkan. Lala tidak ingin kekasihnya tidak merasa nyaman dengan caranya. Apapun itu.


"pakai tangan aja sayang. Kan disuapi kamu juga, jadi enggak apa-apa. Sekalian belajar..." ucapnya dengan senyum manisnya.


"Belajar?,...ada-ada saja" Lala menggelengkan kepalanya.


"ini serius mau pakai tangan....?"tanya Lala lagi dengan mengangkat tangan kanannya hanya untuk sekedar memastikan mau kekasihnya.


...****************...


Jam menunjukan pukul 22:45 malam. Suasana gang yang mereka lewati tampak sepi. Membuat Revan memutuskan turun langsung dan berniat mengantar wanitanya. Revan tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada wanitanya.


Kos ini lumayan jauh dari kantor, dan sejujurnya Revan ingin meminta wanitanya untuk mencari kos atau kontrakan yang lebih dekat. Tapi mengingat sifat wanitanya Revan menyimpan niatan itu sampai dua bulan ke depan.


Iya dua bulan kedepan. Setidaknya sampai dia bisa memastikan arah hubungan mereka.


"terimakasih abang.." Lala tersenyum menatap kekasihnya. " Lala masuk ya?" ijinnya sebelum membuka gerbang kosnya.


Karena sudah malam, penjaganya sudah pasti tertidur. Maklum lah dia berjaga sendiri, sudah pasti capek dan ngantuk.


Setidaknya tempat ini tidak membatasi sampai pukul berapa penghuninya harus tiba dikos. Mungkin karena pemiliknya tau yang menempati kosnya rata-rata orang yang sudah bekerja. Membuat jam pulang mereka beragam tergantung tempat mereka bekerja.


Lala mengibaskan tangannya tanda meminta kekasihnya untuk pulang, " masuklah....."ucap Revan dengan masih berdiri ditempatnya dengan posisi tangan dimasukan ke saku celananya.


Revan selalu memastikan kekasihnya masuk ke kamar kosnya, baru dia bisa pulang dengan tenang.


Aku harap bisa meyakinkan mu.


Harapan Revan setiap harinya.


Dia benar-benar merasa jatuh, sejatuh-jatuhnya pada stafnya itu. Entahlah apa penyebabnya tapi yang pasti hatinya sudah terpaut sejak awal.


Mungkin ini yang di sebut jatuh cinta pada pandangan pertama. Terserah lah yang jelas Revan akan memastikan kalau staf istimewanya akan tetap menjadi wanita istimewanya.


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


__ADS_2