Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 35


__ADS_3

🍀


🍀


🍀


Revan terus memikirkan ucapan Dimas. Yang mengatakan kalau dia terlihat kurang serius.


gimana mau serius, wong orangnya aja santai banget.


Reaksinya tampak biasa saja, disaat Revan mengungkapkan perasaannya.


hah.... Kenapa rasanya rumit banget sih.


Setelah sampai kantor dan tiba diruangannya, Revan mulai bergelung dengan tumpukan pekerjaan yang sudah menunggunya.


Sejenak melupakan masalah percintaannya.


Beruntung Revan tipe orang yang tidak mencampuradukkan perasaannya dengan apapun. Yang akhirnya membuat dia tetap bisa fokus untuk menyelesaikan kerjaannya.


Disaat pekerjaan hampir selesai, Revan menatap pintu setelah mendengar suara ketukan.


"masuk"


seseorang tampak masuk dengan nampan ditangannya. " ini jus dan buahnya tuan" ucap suara yang tak lain adalah staf istimewanya sama seperti yang sering diucapkan sekertaris ssekaligus sahabatnya (Dimas).


"simpan saja dimeja" ucap Revan datar dengan pendangan kembali fokus pada monitor didepannya.

__ADS_1


"saya permisi tuan" Lala memilih langsung kembali ke meja kerjanya setelah menyimpan pesanan tuannya di tempat biasa.


Sebenarnya Lala merasa canggung, tapi bersyukur karena sikap tuannya tidak berubah padanya.


Meski demikian Lala tetap menyiapkan cemilan untuk tuan mudanya menjelang jam makan siang.


Lala sudah terbiasa dengan ini. Karena itu dia sama sekali tidak keberatan, sekalipun harus tetap bertemu langsung dengan tuan mudanya.


Setelah sampai meja kerjanya, Lala merasa seperti ada yang kurang tapi apa?, dia bahkan bingung sendiri. Dan mencoba mengingat hal yang menurutnya kurang.


tak kunjung ingat dan sadar, Lala memilih melanjutkan kerjanya kembali.


"siap-siap kita harus ada diruang rapat." Sasa mengingatkan seraya memulai menyiapkan berkas yang di perlukan dalam rapat. Selain menjadi notulan, mereka juga harus menyiapkan ruang rapatnya.


...****************...


Suasana dalam ruang rapat mulai gaduh. Dimana setiap orang mulai mempertahankan argumen mengenai proyek baru yang akan di tangani.


mereka seolah santai karena itu hanya sekertaris Dimas.


Selama ini, yang mereka tau sekertaris Dimas adalah orang yang ramah dan mudah di ajak kompromi karena itu mereka cenderung santai di saat rapat di pimpin olehnya.


Lala yang merasa baru kali pertama melihat para petinggi di Jaya Group bisa seheboh ini dalam rapat merasa sedikit cemas.


Berbeda dengan Lala, Sasa tampak santai seolah sudah paham mengenai hal ini.


Wajar karena dia memang staf lama yang di pindahkan.

__ADS_1


sementara Dimas membiarkan kekaduhan ini, bukan karena dia tidak mampu menenangkan hanya saja dia ingin melihat sejauh mana orang-orang ini berdebat untuk mempertahankan argumennya.


Dimas berfikir, situasi ini memang diperlukan oleh mereka. Supaya bebas menyampaikan unek-uneknya.


Selama itu, masih ada pada ranah pembahasan dalam rapat.


Ditengah kegaduhan dalam ruangan itu. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, sosok yang mereka hindari dalam rapat muncul dengan tatapan tajamnya.


kondisi saat ini, tidak lebih dari keadaan ruang kelas yang gaduh karena ulah muridnya yang beragam dan senyap seketika di saat guru mereka masuk.


Terlihat lucu, tapi ketegangan yang mereka perlihatkan sekarang membuat siapapun mengatupkan bibir.


"hah....,,Kalian tidak berubah sama sekali" Revan terlihat menghela nafas kasar.


"saya tidak butuh suara kalian, semua kalian analisa dengan benar, pilih resiko terkecil. Apa harus saya yang turun tangan!" ucap Revan kesal.


Untuk sejenak keadaan berubah sunyi, disaat tuan Revan berbicara. Apalagi mereka sadar, kenapa? tuannya terlihat kesal.


"tidak tuan, maaf atas ketidaknyamanannya" salah satu peserta rapat menyampaikan permintaan maafnya.


Meski ragu dia tetap menyampaikannya, dia tidak ingin tuan mudanya turun tangan yang menyebabkan kandasnya karir mereka.


Meski Revan masih terbilang baru menjabat sebagai CEO di kantor pusat Jaya Group, hampir semua orang tau perihal ketegasannya mengenai pekerjaan.


Ketegangan masih terasa tapi yang lain masih memilih diam. Menunggu reaksi tuannya mengenai pembelaan salah satu rekannya.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


__ADS_2