
setelah memastikan Lala masuk ke kamar kosnya, Revan beranjak dari tempatnya berdiri.
Berjalan santai ke arah dimana mobilnya terparkir.
Bagaimana bisa kau lepas kendali separah ini Revan" ucapnya pada diri sendiri
Revan tidak habis fikir dengan tindakan yang dilakukannya barusan
Aku bahkan baru sadar kalau aku bisa akting sebagus itu.
Merasa aneh dengan dirinya sendiri. Namun senyum manis tidak pernah pudar terlihat dari wajahnya.
Sesampainya di mobil, Revan menjalankan mobilnya. Dia mengemudi dengan tangan yang mengetuk-ngetuk kemudi. Seolah tengah mengikuti irama hatinya yang tengah berbunga.
Berbunga kah, entahlah yang pasti dia sangat bahagia hari ini. Ini adalah rekor baru untuknya. Dimana dia bisa berbicara dengan stafnya dengan santai dan gamlang.
Yang lebih bikin bahagian, mereka ngobrol layaknya manusia pada umumnya. Tidak melulu soal pekerjaan. Dan ternyata dia sangat menikmatinya.
Selang beberapa menit, Revan sampai di rumah utama. Disambut langsung dengan kepala pelayan.
"Selamat malam tuan" sambutnya ramah seperti biasa.
"Astaga mbak, kenapa belum tidur. Mama yang suruh jaga ya?" Tanyanya khawatir.
Iya, meski dia seorang tuan muda yang dikenal angkuh oleh sebagian orang. Namun hal itu berbeda saat dirumah. Keluarga Jaya Group sangatlah harmonis, berdebat sesekali wajarlah. Apalagi pelayan yang bekerja di rumah utama sudah terbilang lama. Dan mbak Keke lah yang mengepalai semuanya.
"Tidak tuan, memang seharusnya seperti ini kan?" Jawab mbak Keke dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
"Apa tuan ingin mandi atau makan dulu, biar saya siapkan semuanya" lanjutnya.
" Tidak perlu mbak, kebetulan tadi sudah makan kok. Mbak Keke istirahat aja. Revan yang urus semuanya." Jawab Revan menolak dengan halus. Walau dia tau kalau ini memang pekerjaannya. Tapi ini sudah sangat larut.
"Baiklah tuan, kalau perlu sesuatu panggil saja...." Jawab mbak Keke menurut.
"Ok, Revan ke atas" ucap Revan santai. Dan terus berjalan ke arah kamarnya. Dengan mbak Keke yang menatap kepergiannya sampai tidak terlihat lagi.
Barulah mbak Keke beranjak untuk istirahat.
"huh......, melelahkan. aku bahkan baru sadar perasaan ini sangat melelahkan" Gumam Revan dengan pandangan tertuju pada langit-langit kamar.
merasa lelah karena harus menyusun siasat untuk menaklukan wanitanya. iya wanitanya, wanita yang sudah merebut hatinya. meski belum tau sepenuhnya apa alasannya, tapi untuk kali ini dia cukup menikmatinya.
masalah alasan akan Revan cari nanti, yang penting sekarang bagaimana caranya agar wanitanya mulai mendekat padanya.
kamu perlu istirahat van, kita lanjutkan besok lagi.
akhirnya Revan memilih beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Revan mengguyur kepalanya lama, dengan tangan terus menyugar rambutnya ke belakang.
entah kenapa, bahkan disaat seperti ini Revan terus berfikir. hal apa yang berbeda yang dimiliki Lala (stafnya) bila dibandingkan dengan wanita-wanita yang selama ini mengejarnya.
yang di ingat Lala (stafnya), tidak pernah kedapatan menatapnya secara langsung. kalau pun dia mengangkat wajahnya tidak lebih dari 5 detik mungkin. entah karena segan, takut atau apalah Revan juga tidak mengerti.
dia bahkan terlihat biasa saja. bahkan sangat biasa.
__ADS_1
Revan menyelesaikan acaranya mandinya, dan lekas bersiap untuk mengistirahatkan raga yang lelah.
berhenti Revan, tetap pertahankan kesadaranmu.....
Revan seolah mensugesti diri, untuk melupakan stafnya.
...****************...
Diruang rapat terlihat Revan memperhatikan pojokan dimana Lala sang staf berada. Lala terlihat fokus mengikuti alur rapat. entah kenapa Revan tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. bahkan gerakan sekecil apapun tidak luput dari perhatiannya.
dia terlihat lucu, disaat fokus sepeti itu.
Revan menggelengkan kepalanya dengan halus untuk mengembalikan kesadarannya.
Dimas yang melihat tuan sekaligus sahabatnya bertingkah seperti itu hanya mengernyitkan dahi dan ikut menggelengkan kepalanya samar.
hah......., bahkan staf itu sudah berhasil menyita hampir semua fokusnya.
Dimas tidak habis fikir, bagaimana bisa sahabatnya bertingkah konyol seperti itu.
padahal biasanya dia adalah orang paling tidak suka mencabangkan fikiran apalagi dalam keadaan penting seperti sekarang ini.
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
🍀
🍀