Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 59 Masih Bersama


__ADS_3

🍀


🍀


🍀


Lala menatap sang kekasih dengan posisi masih di depan pintu.


sementara penjaga kos sudah kembali ke pos jaganya.


"apa...?" Revan bertanya karena melihat tatapan kekasihnya. " ayo makan" sambungnya seraya mengambil alih kantong yang ada di tangan Lala.


Meninggalkan Lala dengan pandangan yang belum beralih darinya. Revan yang hendak memulai makan terlihat bingung. Dan menatap kembali kekasihnya.


"abang sejak kapan ada dibelakang Lala" bertanya seraya mengambil meja kecil yang terlipat dan beberapa perlengkapan makannya.


Revan yang melihat kekasihnya bertanya seraya menyiapkan perlengkapan makannya memilih duduk di depan meja yang disiapkan Lala.


"kamu saja yang terlalu fokus sama amangnya. Sampai-sampai keberadaan kekasihnya tidak disadari" Revan menggerutu seraya menyampaikan unek-uneknya mengenai ketidak pekaan kekasihnya.


"kenapa kesannya kaya Lala yang salah sih?" bertanya karena merasa ucapan kekasihnya tadi tengah menyindirnya.


" enggak ada yang salah sayang. Cuma kamu kurang peka aja" Revan memberi tahu langsung.


"iya maaf, lain kali kasih tau Lala biar lebih PEKA lagi. Oke..." Lala menyelesaikan perdebatan yang menurutnya tidak penting ini dengan menekankan kata feka pada kalimatnya.


Lala mulai membuka kotak makanan yang bila dilihat dari luarnya saja sudah terlihat mahal.


"isinya sama ya bang?" bertanya entah karena penasaran atau hal lain.


Sepertinya Lala tertarik sekali melihat isi dari kotak yang ada di depan kekasihnya. Karena kotak yang dia buka berisi nasi goreng sefood Lala juga ingin tau isi dari kotak yang lainnya.


"buka semuanya sayang " Revan mendorong sedikit kotak yang ada di depannya.


Sementara Revan masih fokus dengan ponselnya. Entah hal penting apa yang tengah di perhatikannya sekarang ini.


"oke...." Lala membuka semua kotak yang ada. " astaga ini banyak banget.." Lala menutup bibirnya tidak percaya.


Lala memperhatikan sekitar kos, dan mereka hanya berdua dari tadi. Tapi kenapa pesanan makanannya sebanyak ini.


Mulai dari nasi goreng lengkap dengan acar, makanan yang terlihat seperti capcay, ayam goreng tepung dan bebek panggang crispy pun ada. Dan jangan lupa dengan sekotak buah campur yang sudah terpotong cantik. Makanannya terlihat seperti menu biasa tapi dari tampilannya terlihat sangat mahal dan berkelas.


Apa kekasihnya memesan makanan paketan kenapa terlihat sangat lengkap sekali.


Lala hanya menggelengkan kepalanya pelan seraya menggigit sendoknya. Bingung mau memulai dari mana.


Revan memperhatikan kekasihnya yang menggigit sendok dengan pandangan tidak lepas dari makanan didepannya.

__ADS_1


"kenapa tidak dimakan..?" bertanya karena jujur Revan merasa heran.


Lala menatap kekasihnya seolah mengatakan ini mulainya dari mana....


Revan bergerak dan mengambil sendok yang digigit kekasihnya menyimpannya kembali ke atas meja.


Revan meraih garpu dan menusuk buah pir dan menyodorkannya ke Lala.


"makan ini dulu..." Revan masih memegang garpu tepat di depan bibir sang kekasih.


Lala membuka mulutnya. " gimana...?" bertanya karena Revan tidak mendapat reaksi apapun dari wanitanya.


Hanya kunyah-kunyah dengan sesekali gerakan kepala. Ditambah pipi yang sedikit mengembung membuat Lala terlihat lucu sekali.


Dan berfikir sejenak bukankah buah rasanya sama saja kadang manis dan terkadang juga asam.


Dan rasanya tidak mungkin buah yang di kirim oleh tempat ternama akan asam kan. "manis...." jawab Lala pendek sesuai dengan prediksi.


"nah...." menyodorkan garpu ke arah Lala. " suapin abang juga.." pintanya dengan santai.


Lala menurut mengambil garpu ditangan sang kekasih, menusuk buah semangka dan menyuapi kekasihnya.


"manis...." ucapnya padahal tidak ada yang bertanya pendapatnya.


Makan buah masih berlanjut dengan Lala yang memegang kendali garpu.


" abang ini makanannya banyak banget. kayanya enggak bakal habis deh...." Lala menyampaikan keresahannya dari tadi.


" terserah kamu saja.." Revan menyerahkan keputusan pada sang kekasih. Toh Revan juga tidak yakin kalau mereka mampu menghabiskan makanan sebanyak ini.


Lala memisahkan beberapa makanan yang menurutnya tidak akan sanggup mereka habiskan.


"selesai..." ucap Lala riang dan melanjutkan acara suap-suapannya.


Makan buah selesai Lala melanjutkan makan nasi goreng sefood berdua. Dengan capcay dan acar sebagai pelengkap.


Lala mulai menyuapkan kekasihnya, " abang mau nasi gorengnya aja sayang.." menolak disaat kekasihnya akan menyuapinya capcay yang berisi berbagai jenis sayuran.


"abang enggak suka sayur...?" bertanya langsung.


"tidak hanya sedang malas saja..." jawab Revan enteng.


"oh..."Lala manggut-manggut. Lala memilih fokus ke capcay dan acarnya sementara yang lain terabaikan.


Sedangkan Revan fokus dengan nasi goreng dengan Lala yang tetap menyuapinya walau sesekali Lala juga menyuapi dirinya sendiri.


"abang sisa yang lain Lala simpan aja ya. Biar besok enggak usah masak..." Lala mulai membereskan beberapa kotak makanan yang tidak tersentuh.

__ADS_1


"hmmm...." menjawab singkat.


Selesai makan mereka duduk santai menghadap Tv kecil yang menempel di dinding. Lala fokus dengan tontonan sedang Revan sibuk memainkan jari kekasihnya dengan dagu bersandar ke bahu Lala.


Terlihat romantis, tapi tidak sadarkan dia kalau Lala merasa sangat tersiksa. Entah tersiksa karena posisi mereka yang terlalu dekat dan atau tersiksa karena menahan pegal pada bahunya.


"bang,.." Lala menggoyangkan bahunya dimana sang kekasih menyenderkan dagunya.


"hmm..." menjawab dengan deheman.


" ini sudah malam loe...." memberitahu dan bisa jadi mengusir secara halus.


" kamu ngusir abang.." terlalu peka.


Lala gelagapan tidak menyangka kekasihnya akan paham maksudnya.


"hehehhehe....., bukan gitu. emang orang rumah enggak nyariin ya..?" mengeles mencoba mencari aman dan solusi dari maksudnya.


" Orang rumah tau abang dimana, jadi tenang aja." menjawab dengan tangan terus memainkan tangan kanan kekasihnya.


"enggak apa-apa kan, abang tetap disini. Abang masih kangen soalnya..." menyampaikan hal yang sangat tidak masuk akal menurutnya.


Ini orang kenapa sih. Perasaan ketemu terus setiap hari.


Dia bilang kangen. Ahhh lucu sekali kedengarannya.


"kenapa diam aja?. Enggak suka ya?" menyimpulkan sendiri. Karena Revan melihat kekasihnya yang hanya diam saja.


"hehehhe....., siapa bilang. Lala senang hanya saja masih merasa aneh. Ini pertama kalinya Lala bawa teman cowok ke kos. Mana lama lagi.." jelas Lala yang tidak ingin menyinggung kekasihnya.


Revan menatap kekasihnya seolah menelaah maksud dari ucapannya barusan.


"karena itu abang akan rajin ke sini, biar kamu tidak merasa aneh lagi. __Dan abang ini pacar kamu bukan teman


...! Ingat____ pacar bukan te_man " ulang Revan memperjelas statusnya.


" sesuai perjanjian awal bang. Lala enggak mau terlalu nyaman dan akhirnya Lala sedih sendiri" Lala menyampaikan kegelisahannya.


Revan mengernyit " bukannya abang sudah bilang. Abang cinta kamu terlepas ada atau tidaknya perjanjian itu. Perjanjian itu berlaku untuk kamu yang masih bimbang. Da_n abang..."


Ucapan Revan terhenti dengan gerakan tangan kekasihnya yang mengatupkan bibirnya.


"Lala paham bang. Hanya saja sebelum waktu itu tiba perasaan Lala masih was-was. Jadi abang yang sabar ya sama Lala..." Lala tidak ingin mendengar apapun yang akan dikatakan kekasihnya, yang membuatnya selalu merasa bersalah.


Karena menurutnya Dia lah yang menajdi sumber masalah kegalauan hatinya.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


__ADS_2