Meyakinkan Mu

Meyakinkan Mu
Bab 78 Cara Aneh


__ADS_3

🍀


🍀


🍀


"tumben makan ke kantin?"Sasa bertanya ke Lala yang terlihat mulai jarang muncul di kantin kantor.


Bukan mulai tapi memang sangat jarang. apalagi seingatnya Lala selalu membawa bekal setiap harinya.


"kamu bangun kesiangan?" tanyanya lagi membuat Lala hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala.


Lala masih fokus dengan makanan didepannya. masih enggan menjawab karena dia tidak punya banyak waktu.


Lala tidak mau, proses metting lebih dulu selesai dari pada acara makan siangnya. meskipun dia tau kalau Tuan Revan tidak akan mempermasalahkannya tapi tetap saja kan. terlihat tidak etis disaat bosnya kembali ke ruangannya dan dia tidak ada di posisinya.


"aku cerita nanti ya mbak. buru-buru soalnya." jawab Lala singkat dengan tetap melanjutkan makannya.


"iya, tapi pelan-pelan dong. nanti keselek loe!" peringat Sasa. merasa ngeri dengan cara makan mantan rekan kerjanya itu.


Lala terus makan dengan lahap tanpa perduli peringatan Sasa.


"selesai..!" Lala tersenyum lega setelah terlihat menghabiskan makanannya.


sementara Sasa masih menunggu dengan sabar cerita mantan rekan kerjanya ini. baru menyadari sepenuhnya kalau perasaan irinya yang dulu terlalu berlebihan.


Sasa merasa kasihan setelah melihat cara makan Lala. entahlah fikiran buruk seolah menumpuk difikirannya.


"apa tuan Revan tidak memberi mu jam istirahat yang cukup?" tanyanya ragu


Plak


seolah langsung tersadar" maksud ku bukan tuan Revan La. tapi pak Dimas" ulangnya.


Plak


ulangnya lagi memukul kepalanya seolah kembli tersadar. entah itu Tuan Revan atau sekertaris Dimas tidak boleh dicurigainya. tapi rasanya sulit membuang rasa penasarannya.


Sasa berharap Lala melupakan pertanyaannya barusan.


"hahahahah..," Lala tertawa lepas melihat kebingungan yang disertai rasa penasaran Sasa.


"aku baik kok. kalau masalah jam istirahat normal kaya yang lain." klarifikasi Lala.


"terus...." masih kurang puas.


"kalau ini murni lapar saja mbak. soalnya belum sempat makan karena menyiapkan ruang meeting tadi. apalagi jam istirahat sebentar lagi habis. jadi harus cepat" jelas Lala tanpa sungkan.


"ohhh..." Sasa ber oh ria. tapi entah kenapa dia masih tidak puas dengan penjelasan Lala.


Lala melihat jam tangannya dan seketika terkejut" astaga mbak, Lala harus kembali..!" ucapnya seketika berdiri.


Sasa ikut terkejut dengan sikap Lala, bagaimana tidak barus saja selesai makan. tapi langsung bergerak tiba-tiba. beruntunglah jantungnya baik.


"ishh..., masih 15 menit lagi kok" Sasa masih penasaran dengan kelanjutan cerita Lala.


" keburu meetingnya selesai mbak. Lala lanjut ceritanya nanti ya..daa" langsung beranjak bergegas kembali kelantai teratas dimana tempat kerjanya.

__ADS_1


Sasa hanya bisa geleng kepala merasa kasian dengan sistem kerja Lala. beruntung dia sudah dipindahkan membuatnya bekerja lebih santai. dan jangan lupakan juga tuannya sangat pengertian.


huh baru kali ini aku beruntung bekerja dengan tuan Radit. maaf ya La enggak bisa bantu.


Batinnya. membuat mood Sasa berubah sendu.


"kayanya aku juga harus kembali lebih cepat" ucapnya seraya menegak habis minumannya.


...****************...


Lala berdiri dengan tangan tertaut disaat ruang meeting terbuka. bersyukur dia datang lebih dulu.


Lala menundukan kepala sedikit disaat tamu keluar. membuat Revan menatap tajam kearahnya. padahal hal seperti ini sudah biasa dilakukan karyawan apalagi seukuran staf macam Lala.


Namun anehnya Revan merasa tidak nyaman melihat hal itu. mungkin karena Revan merasa Lala wanitanya. dan merasa wanitanya hanya perlu menunjukan sikap seperti itu hanya padanya.


Tamu sudah masuk ke dalam lift dengan sekertaris Dimas yang mendampingi. sedang Revan menatap kembali kearah wanitanya.


Lala menaikkan alisnya seolah bertanya , apa..?.


karena tidak sabar Lala bertanya langsung " apa...?" kembali menaikkan alisnya.


"ishhh...," melengos ke ruang kerjanya. terlihat jelas kesalnya.


"apaan sih, aneh..." menggelengkan kepalanya tidak habis fikir.


merasa aneh dengan sikap kekasihnya. seingatnya dia tidak telat atau melakukan kesalahan apapun.


anehhhh


tidak habis fikir, dan Lala memilih untuk kembali ke meja kerjanya. disaat akan duduk Lala menghentikan niatannya.


"kemari..!" kesalnya belum hilang. terlihat dari wajah yang masih ditekuk, dengan kepala menyembul pada pintu yang terbuka separuhnya.


kenapa tidak langsung masuk aja sih, pakai acara manggil lagi.


aduhhh berasa banyak dosa banget aku..


Lala berjalan dengan wajah tidak kalah ditekuk. merasa kesal setelah melihat wajah kesal kekasihnya.


Di dalam ruangan Revan menatap Lala yang masuk dengan wajah tidak kalah cemberut dengan dirinya.


merasa aneh karena yang harusnya kesalkan dia. tapi kenapa wanitanya juga terlihat marah.


kenapa dia..?, menggemaskan


hehehehe


Revan mengembalikan raut wajahnya dengan segera. tidak mau wanitanya menyadari apa yang tengah difikirkannya.


" kenapa..?, enggak suka keruangan abang?. atau mau ikut pak Burhan?" bertanya tidak tentu arah.


sepertinya rasa kesal yang sempat mencair datang lagi disaat mengingat sikap wanitanya tadi.


Lala mengernyitkan dahi tidak mengerti " kenapa pak Burhan?" kesalahan Lala karena dari semua pertanyaan dia malah memilih bertanya tentang tamu kekasihnya.


"ishhhh..." makin kesal

__ADS_1


Kerutan dikeningnya makin ketara dan Lala masih tetap tidak mengerti sumber kekesalan kekasihnya.


"Hah..." mengehela napas, mengalah" ada apa?, Lala harus kembali kerja. soalnya..." mendengar ucapan wanitanya Revan semakin terlihat kesal.


sabar La, sabar....


karena dia terbilang manusia langka. jadi bersabarlah..!


Lala terlihat menahan kekesalannya terlihat dari urat wajah yang seolah dipaksa untuk terlihat.


"bang ......!" jurus merayu 1 dikeluarkan.


"aaa_bangggg, Lala harus mulai kerja lo!" memperingatkan karena jam istirahat sudah berlalu.


namun Revan membisu di tempatnya berdiri dengan raut wajah tidak sekesal tadi. melainkan berubah datar. merasa lucu tapi gengsi.


" iya iya....,Lala enggak keluar." mengalah dan memilih duduk pasrah di sofa. " terus kalau Lala enggak kerja, Lala ngapain disini!. duduk aja!?" memilih duduk santai, dengan tangan memainkan bantal sofa.


melihat cara wanitanya mengalah. Revan merasa gemas. namun masih terlalu gengsi untuk menunjukkan.


"abanggggg.." panggil Lala lagi. membuat Revan tidak tahan dan menerjang wanitanya. membuat mereka berpelukan dengan Lala berada dibawah.


Lala terkejut dalam dekapan kekasihnya. Revan mengangkat wajahnya merapikan rambut wanitanya yang menghalangi pandangannya.


mereka terdiam saling menatap seolah saling mengagumi. setelah cukup lama saling pandang, entah siapa yang memulai duluan. mereka tertawa lepas dengan posisi masih saling berpelukan.


"abang aneh.." ucap Lala setelah duduk kembali dengan dibantu Revan.


Revan menatap wajah wanitanya dengan hangat. " abang enggak suka kamu menundukkan kepala seperti tadi" akhirnya menyampaikan penyebab kekesalannya.


Lala kembali mengernyitkan dahi " yang ke pak Burhan tadi maksud abang?" langsung bertanya. tidak mau menduga-duga.


"hm..." jawab Revan, kembali memeluk pinggang wanitanya yang tengah duduk disampingnya.


"dia kan tamu abang?, penting lagi. jadi wajar dong kalau Lala menunjukkan rasa hormat" membela diri.


"tapi abang enggak suka" jawab Revan dengan menyembunyikan wajahnya diperut Lala.


"aneh..." ucap Lala pendek terdengar masih tidak terima.


Revan tidak menjawab namun pelukkan dipinggang Lala terasa semakin erat.


Dan Lala mengalah tidak mau memperpanjang. anggap saja ini cara dia dicintai.


"terimakasih abang..." ucapnya sambil mengecup puncak kepala kekasihnya dengan tangan juga mengelus lembut.


Beruntung Dimas tidak keruangan tuan merangkap sahabatnya itu setelah kembali dari mengantar pak Burhan sampai mobilnya.


Sementara pasangan diruangan utama tengah menikmati rasa yang tengah mendominasi hati mereka dan melupakan pekerjaan yang tengah menanti mereka.


Bos mah bebas.....🤭


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


__ADS_2