
"intinya dia tertarik sama staf itu sejak pertama bertemu" Jelas Dimas langsung keintinya.
"cinta pada pandangan pertama?" tanya Dino penasaran.
Dimas mengangguk, dan Revan yang melihat itu merasa kesal.
"sok tau" ucap Revan seraya menendang kaki Dimas dengan kaki panjangnya
"heeelehhh....., dari awal juga situ ngeliatnya sudah beda pak. apalagi baru seminggu kerja sudah minta carikan teman buat dia. biar dia enggak terlalu capek kan....." todong Dimas yang terdengar sangat menjengkelkan.
"namanya siapa?" Dino tidak bisa berpaling, karena dia merasa ini adalah hal yang paling di tunggu walaupun menegangkan.
"Lalisa Cintya, panggilannya Lala" Dimas makin mempertegas ceritanya.
"apaan sih,.. makin enggak jelas aja loe pada. ya udah kalau makanan enggak ada lebih baik saya pulang.." Revan beranjak dengan kesal.
merasa gerah karena objek pembahasan mereka adalah dirinya. apalagi kalau melihat raut wajah Dimas yang sangat menjengkelkan disaat bercerita.
buat tambah emosi.
"enak aja, sudah buat orang penasaran akut eh malah mau ditinggalkan. pokoknya lanjutkan!" rasa penasaran membuat Dino lupa dengan siapa dia bicara.
Revan menatap tajam Dino setelah mendengar larangannya.
Dino yang seakan tersadar, mengalihkan pandangannya." ya sudah kau boleh pulang." mencari aman.
" dan kau lanjutkan ceritamu" menodong Dimas yang menjadi sumber masalah.
"siapkan makanannya sekarang" ucap Revan tegas dan memilih duduk kembali.
sepertinya dia tidak ingin kalau sahabat-sahabatnya membicarakan dia disaat dia tidak sedang bersamanya.
"baik tuan" jawab Dino dan segera beranjak, untuk menyiapkan makanan pesanan sahabatnya.
__ADS_1
Dimas yang melihat reaksi berbeda dari sahabat-sahabatnya merasa lucu.
Dimas ingin tertawa puas namun dia mencoba menahannya, dia sadar kalau tuan mudanya terlihat kesal.
"jaga sikap mu Dim. kau mulai melewati batasanmu!" ucap Revan dengan posisi tangan berada di atas keningnya dan badan bersadar pada sofa.
"baik tuan" jawab Dimas segera
Revan menegakkan pandangan kearah sahabatnya dan memicingkan matanya.
"aku serius Dim" ucapnya datar namun terdengar tegas.
"apa masalah ini hanya untuk kita?" Dimas bertanya.
apa dia tidak ingin masalah percintaannya di ketahui orang banyak terlebih sahabatnya yang lain.
"aku hanya merasa ini belum saatnya" kembali dengan posisi awalnya. " mereka akan menjadikan ku bulan-bulannya. terlebih lagi aku tidak mau mereka mengenal Lisa lebih dari aku" jelas Revan panjang lebar yang membuat Dimas terdiam.
Dimas hanya bis menghela nafasnya.
"baiklah. saya pastikan semuanya aman" ucap Dimas meyakinkan.
Akhirnya pembicaranan masalah hati selesai untuk hari ini. bahkan disaat Dino kembali dengan makanan yang dihidangkan pelayannya, cerita seolah mati.
melihat kedua sahabatnya bungkam. membuat Dino juga diam dan memilih mengalihkan pembicaraan kearah yang lain.
meski penasaran Dino memilih menyelamatkan hidupnya.
...****************...
Ditempat yang berbeda, Lala tampak merebahkan diri di tempat tidurnya dengan pandangan menatap langit-langit kamar.
Lala masih bingung dengan situasinya sekarang ini. bekerja di perusahaan besar memang impiannya namun sistem kerja yang ada di bayangkan sangat jauh berbeda dengan apa yang dialaminya.
__ADS_1
bekerja langsung dengan tuan muda yang sangat sulit dijangkau bahkan harus mengerjakan pekerjaan yang menurutnya bukan jobdesnya.
awalnya Lala bingung luar biasa namun untuk menolak atau bertanya kenapa. rasanya tidak pantas.
apalagi disaat semua karyawan merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu dari Jaya Group.
namun setelah kejadian siang tadi membuat Lala tersadar akan semua kemungkinannya.
dia seolah baru tersadar kalau tuannya berusaha mendekatinya selama ini.
tapi kenapa harus dia. pertanyaan itu terus menerus mengganggu fikirannya hari ini.
bahkan disaat dia bersiap akan pergi tidur, bayangan tuan mudanya mengatakan kalau dia menyukainya seolah menari-nari.
"lantas apa yang harus aku lakukan. apa aku harus menerimanya?, tapi aku tidak merasakan apapun." Lala terus berbicara sendiri.
mencoba meyakinkan dirinya untuk menerima, namun tetap saja rasanya tidak puas.
entahlah, dia merasa tidak pantas. bahkan dia selalu mendengar bagaimana karyawan yang jauh darinya mengatakan kekagumannya secara terang-terangan pada tuan mudanya.
"hah......" membuang nafas kasar." lupakan La kamu harus istirahat, bukankah besok kamu harus tetap bekerja. terlepas dari bagaimana perasaan tuan muda dan dirimu" Lala mensugesti diri.
selang beberapa lama Lala tampak terlelap, meski fikirin penuh. namun tubuh tetap harus di istirahatkan bukan?.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
__ADS_1