
🍀
🍀
🍀
Weekend adalah waktu yang tepat untuk bermalas-malasan apalagi untuk anak kosan seperti Lala.
menggeliat beberapa kali untuk mencari posisi ternyaman, dengan selimut masih menggulung keseluruhan tubuhnya.
drtttttt
drttttt
drtttt
drttt
Suara ponsel yang samar mulai mengganggu aktivitas bermalas-malasan nya.
"astaga aku mohon jangan sekarang. aku mager....." menggeram di dalam selimutnya.
drttttt
drtttt
drtttt
Panggilan kedua masuk lagi, membuat Lala mencak-mencak tidak suka. tapi tidak punya pilihan lain selain menggerakkan badannya meraih ponsel yang terus berbunyi.
"tidak sabaran banget sih..!" menjawab pasti setelah melihat nama kontak yang memanggil.
📱
"Hello" menjauhkan ponsel dari telinga.
📱
"kenapa lama?,
📱
"baru bangun.." ucapnya pelan. malu sebenarnya mengakui sikap bermalasan di akhir pekannya itu.
📱
"abang di depan, cepat buka pintunya!"
📱
"apa...!" terkejut.
📱
"cepat buka pintunya!" kembali memaksa.
📱
__ADS_1
"tap___i" ragu untuk menjawab.
"iya, tunggu sebentar"
tut
mematikan sambungan dan Lala bergegas beranjak dari ranjang (tempat tidurnya) berjalan kearah cermin lemarinya. mulai merapikan sedikit penampilannya setelah sebelumnya mencuci wajah terlebih dahulu.
meski kesal Lala harus tetap tampil fresh kan. jalan kearah pintu dan membuka dengan sekali tarikan kunci.
Lala menatap kekasihnya yang terlihat gagah pagi ini. entahlah menurutnya tuan Revan terlihat lebih gagah disaat berpakaian santai seperti ini.
"terpesonanya nanti aja. Abang boleh masuk enggak?" memecahkan lamunan wanitanya yang terlihat bengong menatapnya.
sama dengan Lala yang memindai penampilannya, Revan juga memindai penampilan wanitanya yang entah kenapa terlihat menggemaskan dengan pakaian tidurnya.
Lala menjawab dengan membuka lebar pintu kos nya. " masih pagi lo bang." ucap Lala pelan setelah Revan masuk dan duduk tepat di atas tempat tidurnya.
"perlu kursi atau sofa kayanya" Bergumam setelah memindai dalam kos wanitanya. tidak perduli telah mengganggu kenyamanan orang lain.
terlebih itu kekasihnya.
"enggak usah aneh-aneh bang. Lala sudah nyaman, lagian kalau sampai nambah furniture baru. aduh enggak kebayang sempitnya." Lala menolak dengan tegas. sambil menutup kembali pintu kosnya.
Tidak mau kekasihnya bersikap berlebihan.
Revan menatap Lala dengan tatapan datarnya.
" duduk sini!" pintanya seraya menepuk sisi kasur tepat disebelahnya.
"Lala belum mandi lo. jangan heran kalau bau!" jawabnya meski kesal tapi tetap duduk sesuai perintah.
"sekarang....?" serius bertanya, apalagi setelah dia melihat penampilannya yang masih sama menggunakan pakaian tidur selututnya.
"iyalah terus kapan?" ucap Revan gemas sambil memencet hidung Lala.
"ayo siap-siap, takutnya kalau kesiangan acaranya bubar" Revan meminta dengan lembut. membuat meleleh.
"Bener ya" mengacungkan hari telunjuknya. " Lala siap-siap dulu". entah bagaimana Lala yang mager, langsung bergegas untuk mandi dan bersiap.
Mereka berjalan santai dengan penampilan kasual nya, dengan tangan saling tertaut. sesekali Lala mengarahkan pandangannya kearah Revan dengan menampilkan senyum manisnya.
"Lala baru tau, kalau abang tau tempat kaya gini" merasa takjub dengan apa yang dilakukan kekasihnya untuknya.
Dari pada jala ketempat mewah Lala lebih nyaman jalan ke tempat ramai seperti ini. apalagi bisa cuci mata dengan beraneka ragam barang yang dijual sepanjang tempat acara.
dan jangan lupakan juga berbagai makanan khas jalanan yang tersedia.
Revan menjawab dengan senyum yang tak kalah manisnya. merasa bangga dengan apa yang dilakukannya.
tidak sia-sia memaksa Dimas yang tengah galau untuk mencari tempat seperti ini. meski awalnya ragu karena terlalu ramai dan terbuka, kini Revan bernafas lega. apalagi setelah melihat respon wanitanya, yang tidak berhenti melempar senyumnya
"tidak penting, yang jelas kita nikmati. oke"
"emmmh" mengangguk setuju.
mereka kembali berkeliling dengan hati riang. seolah baru merasakan kebebasannya.
__ADS_1
Banyak hal pertama kali yang dilakukan Revan membuatnya terkadang mengerutkan dahi berfikir kenapa sebelumnya dia tidak tau tempat seru seperti ini.
Berbeda dengan Lala yang merasa baru pertama kali karena dia memilih untuk tidak mengenal hal menyenangkan seperti ini. takut terlalu merasa nyaman. maklum uang pas-pasan.
Berbagai jenis makanan kaki lima mereka coba mulai dari yang manis, asin, pedas dan yang segar lainnya.
Senyum Lala tidak pernah surut, merasa bahagia karena dikenalkan dengan tempat semenyenangkan ini.
Car Free Day (CFD) nama acara yang didatangi pasangan yang tengah kasmaran ini. entah hidayah dari mana sampai Revan memilih acara ini sebagai tujuan acara weekend bersama wanitanya.
"Bang, katanya acara ini buka cuma satu kali dalam seminggu loe. menjadi tempat liburan gratis sekaligus kulineran bebas khas kaki lima. untuk semua pengunjungnya. hm...atau mungkin karena yang datang rata-rata orang biasa jadi tipe kulinernya pun biasa" jelas Lala tanpa diminta, yang entah sejak kapan dia mencari tau tentang acara itu.
Revan tersenyum mendengar penjelasan wanitanya, yang sebenarnya dia tau persis. karena sebelumnya lebih dulu meminta Dimas untuk mencari berbagai tempat seperti ini.
Dan dari semua pilihan acara yang ditunjukkan Dimas, entah kenapa dia memilih acara CFD ini, dan Revan lagi-lagi merasa puas dan bangga yang entah datang dari mana rasa bangga itu.
"Kamu suka?" serius bertanya
"suka banget" jawab Lala dengan yakin.
Revan berhenti berjalan dan menatap wanitanya" kalau kamu suka, kita bisa kesini tiap weekend." tersenyum manis seraya merapikan anak rambut yang menghalangi pandangan wanitanya.
"hehehhe..., enggak harus tiap weekend juga abang. soalnya terkadang ada kalanya Lala mau mageran di rumah aja pas weekend. mumpung libur
heheh" tersenyum canggung. karen baru saja mengakui kegiatan liburnya yang kebanyakan bermalas-malasan.
Revan berhenti lagi menatap kearah wanitanya dengan kening berkerut " apa abang ganggu waktu ma- mager - a mageran mu" bertanya meski sedikit rumit mengucapkan karena merupakan kata baru yang didengarnya.
mengangguk dengan senyum " tapi Lala tetap suka kok. apalagi ini pertama kalinya Lala ke tempat beginian." sambung Lala.
"syukurlah" melanjutkan jalan ke arah mobil terparkir.
mereka sampai mobil dan sabuk pun sudah terpasang." habis ini mau kemana lagi?" serius bertanya. karena jujur Revan hanya berencana ke CFD saja.
"pulang" jawab Lala pasti.
"ishhh, " tidak suka. karena Revan tau wanitanya pasti ingin melanjutkan acara mager atau apalah itu namanya.
Lala tertawa puas melihat reaksi kekasihnya."terus abang mau kemana emang? bertanya lagi meski susah karena tawanya yang belum habis.
Revan menatap Lala sebelum melajukan mobilnya "bagaimana kalau ketaman dekat sini aja. yaa sekedar duduk berdua saja" usul Revan karena jujur dia masih ingin menghabiskan waktu bersama.
"boleh.."memilih mengalah dan mengikuti keinginan sang Tuan Muda.
akhirnya mobil mulai melaju dengan aman, karena jarak acara CFD dengan taman tidak terlalu jauh membuat Revan membawa mobil dengan kecepatan pelan. berharap dengan begitu wanitanya bisa menikmati perjalanan mereka.
mereka sudah duduk bersisihan pada kursi panjang yang berada tepat dibawah pohon rindang, yang menambah kesan sejuk untuk siapa pun yang duduk.
setelah duduk Revan merebahkan badannya dengan berbantalkan kedua paha Lala yang memang sengaja dirapatkan.
Lala sudah biasa dengan sikap manja kekasihnya, karena mereka sering seperti ini kalau di ruangan utama. apalagi disaat mereka selesai makan siang lebih awal.
maka mereka akan menghabiskan waktu istirahat dengan ngobrol santai dan dengan posisi yang seperti sekarang ini.
🍀
🍀
__ADS_1
🍀