
Revan dan Dimas memilih menghabiskan waktunya di sebuah Restauran tempat biasa mereka bertemu.
"hah....."menghemaskan bokongnya ke sofa. ini adalah ruangan khusus yang di pake hanya untuk orang-orang dari Jaya Group.
Dimas yang melihat sahabatnya hanya memicingkan matanya. iya Revan belum selesai menjelaskan mengenai reaksi stafnya.
Revan memilih bungkam dan akhirnya Dimas membawanya ke tempat ini.
klekkkk
pintu ruang VVIP di Restoran itu terbuka tampaklah pemilik tempat ini berjalan dengan santainya.
"terimakasih tuan sudah memberikan masukan untuk menu baru kami" suara orang itu terdengar sangat formal.
Dimas dan Revan memicingkan matanya, dalam artian yang berbeda. dimana Dimas terlihat bingung karena setaunya sahabatnya sekaligus tuannya ini bukan tipe orang yang cerewet soal makanan. kalau dia tidak suka ya jangan dimakan lagi. biasanya selalu begitu, tapi kali ini berbeda....
mencurigakan...
sedangkan Revan lebih pada merasa geli dengan cara bicara salah satu sahabatnya ini.
Revan memang tipe tuan-tuan yang santai, kecuali disaat ada orang lain dimana semuanya harus terlihat baik dan keren dia akan bersikap selayaknya tuan-tuan pada umumnya. dan semua sahabatnya paham mengenai itu.
"tumben..?" Dimas memicingkan matanya ke arah Revan meminta perjelasan tuan sekaligus sahabatnya ini.
"tumben?, maksudnya..? bukan Revan yang menjawab malah Dino yang bertanya kembali.
iya nama sahabat tuan Revan yang kedua adalah Dino pemilik Restoran Din's Restoran yang memegang penuh urusan makan tuan mudanya disaat diluar rumah.
memiliki pelanggan tetap yang disegani seperti tuan mudanya membuat Dino selalu berusaha mengembangkan menu-menu di Restorannya yang merupakan salah satu cara berinovasi selain dari tempat makan itu sendiri.
__ADS_1
ketimbang dari tempat yang anak muda banget atau instagramble banget Dino lebih memilih selalu berusaha memuaskan pelanggannya dengan hasil olahan menu yang dia kembangkan setiap harinya.
menurutnya tempat makan itu, selama masih tertata rapi dan bersih dan semua kebutuhan pelanggan disaat akan makan terpenuhi maka sudah cukup.
sama halnya ruangan VVIP yang mereka tempati sekarang. meski yang menemati orang-orang dari Jaya Group Dino tidak pernah merombaknya. karen menurutnya selama masih layak, bersih dan tentunya tuannya nyaman maka cukup untuknya.
"loe enggak ngerasa aneh?" Dimas beralih ke Dino.
"apanya sih...?," mulai penasaran.
"emang dia pernah komen masalah makanan?" tanya Dimas dengan mata mendelik kerah Revan.
"ohhhh...., iya bagus dong. itu artinya tuan Revan benar-benar mencoba makanan ku" ucap Dino tersenyum menanggapi.
"enggak yakin aku....!" Dimas tetap dengan opininya.
"kalian kenapa sih?, enggak biasanya kaya gini..."Dino mulai heran dengan sikap sahabat-sahabatnya.
"dia lagi baperan..." jawab Dimas dengan sorot mata menunjuk Revan.
Dino makin mengernyitkan dahi tanda tak paham.
"dia nembak cewek tapi masih di gantung sampai sekarang.." tambah Dimas.
"seriuss...." Dino terlihat terkejut. " dia nembak cewek?" balik bertanya lagi
"udah deh..., enggak usah dengerin dia. lebih baik keluarkan makanannya sekarang!" Revan memotong pembahasan mengenai dirinya.
"enggak, loe harus jelasin ke kita. jadi kita bisa menentukan sikap kita" Dino tidak ingin terlewat cerita ini.
__ADS_1
dia masih bertanya-tanya wanita seperti apa yang bisa membuat sahabatnya galau seperti sekarang ini.
"hah....." Revan membuang nafasnya berat. dan akan memulai ceritanya.
"gue memang bilang suka ke dia, tapi disaat dia mau jawab si kampret ini datang" menunjuk ke arah Dimas. " tapi jujur aku seneng dia datang, soalnya keliatan banget kalau dia terkejut. dan bisa di pastikan dia akan menolak..." jelas Revan pada kedua sahabatnya.
"rekor sih ini....." Dimas mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan sahabatnya.
"tunggu dulu...." Dino menghentikan semua ocehan yang mungkin akan dikatakan Dimas. karena jujur dia masih tidak mengerti situasi ini.
"loe bilang Dimas datangkan?" Revan mengangguk." memangnya dia siapa?, apa Dimas mengenalnya? dan kalian bertemu dimana?" tanya Dino terus menerus.
Revan hanya menyandarkan punggungnya ke sofa dan mendongakkan wajah ke arah langit-langit ruangan seraya memejamkan mata. merasa cape mengenai hal yang berbau penjelasan.
"gini..." Dimas yang akan menjelaskan. dia mulai menegakkan posisi duduknya, seraya menatap Dino dan tidak memperdulikan kegalauan sahabatnya yang lain.
"itu cewek anak baru dikantor " Dino tetap diam walau Dimas menjeda ceritanya. "dan kebetulan dia mengisi posisi kosong sebagai staf utama di Jaya Group.." belum selesai Dimas menjelaskan Dino memotong ucapannya.
"langsung ke intinya...." ucap Dino tidak sabar.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
__ADS_1