
Entah apa yang di pikirkan orangtua nya, Kinan benar-benar tidak menemukan alasan yang khusus. Sementara dia berada di dalam kamarnya.. lebih tepatnya mengunci diri di dalam kamar.
“Ok, aku harus kabur.. mengikuti acara perjodohan ? cih.. bisa gila aku”
Baru saja dia sadari bahwa beberapa hari ini kedua orang tua dan para pembantu di rumah besar itu sibuk sekali.
Mereka terlihat seolah-olah akan mengadakan sebuah perjamuan besar.
Awalnya dia tidak tau acara apakah yang akan di gelar begitu meriah oleh kedua orang tuanya, karna semua orang yang ia jumpai di rumah itu seolah membungkam rapat mulut mereka.
“Maaf non, kami tidak tau” selalu kata itu yang di dengarnya setiap kali Kinan bertanya.
Hingga pada saat tanpa sengaja dia memergoki mamanya sedang berbicara dengan seseorang dari telephon genggamnya. Dan di situlah Kinan menyadari bahwa persiapan berhari hari ini adalah untuk merayakan kehancuran bumi ini. Kehancuran impianya yang indah. Betapa kecewanya dia melihat semua orang tersenyum untuk merayakan hari kiamatnya yang tinggal beberapa jam lagi.
Tanpa pikir panjang Kinan segera mengepak semua yang di butuhkan. Pikiranya mulai random tentang apa yang harus di lakukanya sekarang. Jika saja keluar rumah ini akan jadi hal yang mudah mungkin saat ini dia tak mungkin berfikir keras untuk sebuah ide gila.
Sekilas pandanganya tertuju singgasana tidurnya yang nyaman. Dengan seprei putih yang sudah sertata rapi. Tapi tidak, bukan saatnya dia untuk menikmati kenyamanan itu.
Ide brilian tiba2 muncul di pikiranya. Dengan semangat dia menjentikkan jarinya “Good.. aku punya ide spektakuler!” Ucapnya dengan nada puas.
Tak butuh waktu lama, Kinan sudah bergelantungan menggunakan tirai dan sprey yang di tali pada pagar besi balkon kamarnya.
__ADS_1
“God, safe me please” doanya sebelum memulai aksinya.
Dia beraksi layaknya tarzan kesiangan.
“aaauuuooo....” teriaknya yang terdengar seperti berbisik. Dia bahkan menyempatkan diri tersenyum penuh kemenangan
Namun kadang apa yang kita rencanakan tidak selalu mulus,
Kreekk... kreekk... kreeeekkkkkk.....
Bughhh!!
Ternyata kemenangan itu hanya bertahan beberapa detik saja. Bagaimana tidak, tirai yang dia gunakan bergelantung layaknya monyet itu tergores paku balkon dan sobek.
“Sialann... “gumamnya dalam hati. Kinan jatuh tepat pada aneka kaktus nan cantik koleksi mama nya. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, duri-duri kaktus sudah tertancap hampir di sekujur tubuhnya.. rasa sakit karena jatuh di tambah rasa gatal akibat kaktus itu membuat Kinan menggerutu tak jelas.
“Tuh kan, ini gara gara mama, coba kalau nanemnya rumput pasti pendaratanku gak bakal sesakit ini. Bisa jadi aku malah berguling guling nyaman kayak lagu india” gumamnya sendiri.
“Ok,cukup..! ga perlu banyak drama lagi” Tak ingin melewatkan waktu berharga ini, dia langsung tancap gas sebelum pengorbanan yang penuh tragedi ini di ketahui yang lainya.
“Sial tragis banget sih nasip ini... baru ajah lulus sekolah udah mau di kawinnin ajah... pake di cari in jodoh segala, apa mama sama papa kira kinan ini mirip sapi perah, bukan, mungkin kambing gunung.. saking kupernya mesti di cari-cariin jodoh...” gerutunya sendiri sambil sesekali mengaduh karna rasa sakit yang dirasa akibat ulah tarzan gagal tadi
__ADS_1
“Mana sakit semua ni badan, aaiissss...gatel pulak”
Kinan tak habis pikir, bisa bisanya orang tuanya repot repot menjodohkanya dengan orang yang dia tidak kenal.
“Itu pasti rekan bisnis papa yang tak laku laku. Mungkin juga itu syarat yang di ajukan orang itu agar kerjasama bisnis mereka berjalan lancar.. ahh apa mungkin papa orang seperti itu?? Sepertinya bukan. Lalu apa lagi” kinan masih bergumam tanpa henti.
Tak berapa lama Kinan sudah berada di dalam mobilnya, dia melaju tanpa arah... “aduuhhh.... kabur kemana ini”
“Kalo ke rumah Intan, gak ahh kakaknya mesum” ucapnya sendiri
“Ke rumah Dhika, ahh... masa nginep di rumah cowo, gak gak...bisa timbul finah”
“Ke rumah syeril.. gak bakal. Dia si tukang ember. Bisa bisa malah hancur masa depanku karena mulutnya yang ga bisa diem”
“Trus kemana dong....” ucapnya hampir putus asa
Mobilnya trus melaju di jalanan beraspal hingga di tepian jalan dia melihat papan arah jalan menuju bandara international di kotanya...
Tanpa pikir panjang dia langsung membanting setir memesuki pakiran bandara...
## ***
__ADS_1
halo halo semua, ini adalah karya author pertama. Masih banyak sekali kekurangan di sana sini.. mohon dukungan dari kalian yakk 🥰🥰**,**
Silahkan memberikan komentar yang baik dan sopan agar author semangat meneruskan novel ini... 🥰🥰