Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Pantai Vermielle


__ADS_3

Ageles Sur Mer Mempunyai suasana pantai yang nyaman dan santai. Terdapat pusat kota yang cantik serta banyaknya cafe-cafe dan toko. Hamparan pantai yang terkenal di prancis yaitu Vermielle ada disini.


Mereka tiba di sebuah cottage tak jauh dari pantai, tempatnya yang teduh dengan suara gemercik air menawarkan perasaan yang nyaman.


“Selamat Datang Tuan Dave, kamar anda sudah kami persiapkan” manager cottege itu menyapa ramah Dave, sang pemilik cottage. Sesekali dia melirik ke arah Kinan, terbesit pertanyaan dalam hatinya. “Siapa gadis di samping bos nya itu, tak biasanya tuan Dave datang kesini dengan seorang gadis. Dia bahkan terlihat lebih muda dari Tuan Dave.”


“Tolong bawakan barang-barang kami ke kamar, aku ingin istirahat. Dan tolong jangan ganggu kami sampai saat makan malam tiba” perintahnya pada laki laki bernama Kevin itu.


“Baik tuan”


Dave menggandeng tangan Kinan, mereka berjalan menuruni tangga yang menghubung ke taman. Di sana berjajar cottage cottage kelas menengah atas.


“Pemandangan disini bagus” Ucap Kinan memerhatikan pemandangan di sekitarnya.


“Kau terlalu awal memuji, ma cher” Dave tersenyum


“Yuk masuk” ajak Dave membuka sebuh pintu di salah satu cottage disana.


Ada pemandangan yang berbeda yang di suguhkan. Cottage ini tidak seperti yang lain. Ada banyak bunga anggrek yang tidak di tanam di cottage lainya. Bunga anggrek bulan yang di akui sebagai bunga puspa pesona Indonesia. Ada bermacam macam warna yang cantik dan mempesona.


“Dave, ini cantik sekali” Kinan kagum dengan deretan bunga anggrek yang tergantung pada halaman dan sepanjang jalan menuju cottage nya.

__ADS_1


“Kau suka?”


Kinan mengangguk cepat “suka sekali, ini bunga favoritku”


“Aku tau”


“Apa?”


“Tidak apa, yuk masuk” ajak Dave meninggalkan pertanyaan Kinan.


Sebuah ruangan yang nyaman. Disana tampak lebih luas dari yang terlihat dari luar. Sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Kaca-kaca tembus pandang yang menghadap ke pantai. Di sisi kanan terdapat pintu yang juga terbuat dari kaca dan langsung menuju ke pantai. Tirai putih tergerai indah tertiup sepoi angin laut. Aroma bunga-bunga menyeruak ke dalam penciumanya.


Kinan duduk di bangku kayu di dalam ruangan itu, beberapa buah segar nampak tersaji di atas piring yang di letakkan tepat di meja yang berada di hadapanya. Dave mengambil dua kaleng soft drink dari mini bar. Membawanya kemudian duduk di sebelah Kinan.


Kinan meraihnya “Dave, kenapa suasana di sini berbeda dengan lainya? Bahkan desainya lebih mirip karya arsitek Indonesia?”


Dave tersenyum “kau benar”


“Oh ya?”


“Karna ada sebuah alasan aku membuatnya demikian” ucapnya setelah meneguk isi kaleng soft drink di tangan nya..

__ADS_1


“Oh ya, kau belum menjawab pertanyaanku” ucap Dave memandang lekat wajah ayu di hadapanya.


“Apa?” Kinan sengaja menhindari pertanyaan Dave


“Dave, kau bilang akan mengenalkan aku pada gadismu” ucapnya dengan ekspresi dingin


“Gadisku?” Dave melihat kecemburuan di wajah Kinan “baik, akan ku kenalkan padamu” Dave berdiri meraih tangan Kinan untuk kesekian kalinya. Dia mengajaknya memasuki sebuah kamar di ruangan itu.


Kinan memandang ragu, terbesit pertanyaan di dalam hatinya “apakah di kamar itu ada seorang gadis yang sangat berarti bagi Dave?” Rasa perih itu datang kembali. Namun Kinan tau, bukan tempatnya untuk cemburu mengingat Kinan bukan siapa siapa bagi Dave. Dia memcoba mengingatkan diri, dia hanya bekerja untuk Dave. Dan tante Bellena percaya kepadanya.


***


Woaaaaa...... kita mulai kuis lagi yuk...


Siapa kira-kira cinta pertama Dave??


A. Sepupu Kinan


B. Clara


C. Tokoh wanita yang belum muncul

__ADS_1


D. Author 😅


__ADS_2