
Pagi itu suasana masih begitu dingin, suhu udara menunjukan pada angka 9 derajat celcius. Sambil mengenakan mantel, skinny jeans dan knee length boots, Kinan melangkahkan kakinya menuju taman tak jauh dari hotelnya. Ini adalah Awal bulan bulan Maret , suhu udara masih cukup dingin. Biasanya bisa mencapai antara 5 sampai 12 derajat celcius, dan berangsur akan menjadi lebih hangat saat mulai akan memasuki musim panas 4 bulan berikutnya. Dan saat seperti sekarang ini tak heran bila di negara 4 musim ini kita akan menjumpai bunga bunga cantik yang mulai bermekaran.
“Ini akan menjadi musim semi yang indah.” Pikirnya dalam hati.
Kinan masih saja menikmati pemandangan di sekitarnya. Segarnya aroma bunga yang menyeruak, membuat suasana hatinya menjadi nyaman.
Sesekali dia memejamkan matanya dan mencium aroma musim semi. Dia tidak menyadari seseorang memperhatikanya dari kejauhan dengan senyum mengembang di wajahnya. Seseorang yang tidak dia sadari akan segera menjadi masa depanya.
***
Disisi lain,
Beberapa laki- laki ber jas masih saja mencari cari nona muda nya yang kabur entah kemana.
Kinan masih saja berjalan melewati taman itu. Sebuah bangku kayu yang terlihat kosong membuat dirinya ingin sejenak bercengkrama dengan musim semi yang indah.
Disana, dia membolak balikkan secarik koran yang tlah di bawanya dari hotel. Dia berencana akan memulai melamar pekerjaan hari ini. Guru taman kanak-kanak, itulah yang dia jatuhkan sebagai pilihan pertama.
__ADS_1
Tak seberapa jauh, hanya berjalan beberapa blok saja dia akan menemukan tempatnya.
Namun karena masih terlalu pagi, sepertinya duduk sebentar di taman tak akan masalah.
Naas sekali, keberadaanya justru di pergoki oleh para bodyguard papanya itu.
“Selamat pagi nona Kinan, bagaimana kabar anda” ucap salah satu bodyguard kepadanya
“Ehh ka kalian, halo... ap apa kabar?”ucap kinan terbata bata
“Nona, mari saya antar pulang, Tuan dan Nyonya menunggu anda dengan cemas di rumah” ucap laki laki itu lagi
“Oh, iya.. tentu.. tapi... setelah.....” kinan tak melanjutkan ucapanya. Secepatnya dia berbalik arah dan berlari sekencangnya, entah kemana arah kakinya melangkah, dia hanya berpikir menghindari mereka. Kinan memang jago dalam bela diri namun jika harus melawan 4 orang pria kekar dan ahli bela diri pula, bukanlah hal yang harus dia lakukan. Lari adalah pilihan terbaik!
“Tunggu nona..!!”
“Ayo kejar, sebelum nona Kinan hilang lagi!!” Teriak salah satu pria itu kepada rekan lainya
__ADS_1
Kinan terus berlari, entah kemana arah kakinya yang pasti dia harus berusaha mengindar dari kejaran orang orang itu.
Di kejauhan, tampak beberapa orang berjas dan memakai helm proyek seperti sedang mengamati pembangunan di area tak jauh dari taman. Disana ada seorang pria yang dia kenal, iya... satu satunya pria yang dia kenal di negara nan asing ini. Meskipun bukan perkenalan yang menguntungkan tapi setidaknya laki laki itu pernah menolongnya, mungkin dia akan menolongnya sekali lagi.
“Dave..!! Tolong aku..!!” Kinan berteriak sambil berlari, pikiranya hanya mencari tempat persembunyian dari para bodyguard itu, dan sekejap berikutnya kinan sudah menubrukkan dan membenamkan dirinya ke dalam pelukan pria itu.. pria yang di kenal orang orang dengan nama Dave McLaughlin seorang CEO dari SUN corporation.
Beberapa orang di samping laki laki bernama David itu seketika melotot saking terkejutnya melihat adegan di depan mata mereka. Bermacam pikiran mereka tentang kejadian ini. Dave pun tak kalah terkejut, secara tiba tiba tubuhnya di peluk seorang gadis yang terlihat tersengal sengal nafasnya
“Siapa gadis ini, berani sekali dia memeluk Dave, Apa dia tidak sadar bahwa dia sedang mengantarkan nyawanya?” ucap Mike dalam hati
“Siapa dia, gawat bos pasti akan marah dan melemparkan gadis itu ke jurang” bisik bisik para pegawai lainya.
“Sttt.... jangan keras keras, nanti bos bisa marah” ucap yang lainya
Mereka memiliki tebakan bermacam macam namun sama maknanya, bagaimana tidak, bos mereka adalah sosok yang terkenal dingin dan kejam. Jangankan di sentuh seorang gadis, bahkan hanya bersenggolan baju dengan para gadispun dave langsung membakar bajunya. Bahkan beberapa tanpa sengaja terlempar begitu saja saat berusaha merayunya.
Para bawahan itu saling perpandangan dengan lainya sambil bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1