
Pagi itu,seorang laki laki tampan berumur 26 tahun memasuki sebuah kantor yang sangat besar.
“Selamat pagi pak” ucap para karyawan pada nya.
“Selamat pagi pak” sapa lagi seorang karyawan di loby kantor
Laki laki itu hanya datar saja, bukan hanya tak menjawab sapaan mereka bahkan sekedar senyumpun tidak.
Itulah David McLaughlin CEO muda yang sukses di berbagai bisnis. Sangat tampan dan banyak di kagumi oleh para gadis.. namun sayang Dave di kenal sebagai pri sedingin es, jangankan tersenyum kepada para wanita bahkan dia tidak pernah terlihat berjalan bersama wanita meskipun untuk acara resmi. Dia merasa tidak nyaman jikalau harus berdekatan dengan seorang wanita.. bahkan dia sengaja merekrut sekretaris dan orang orang kepercayaan yang dekat denganya adalah laki laki semua.
Di situlah kadang dia merasa geram jika mahalah-majalah gosib itu menyebutnya sebagai pria gay. Alasanya adalah karena sampai saat ini, dengan pencapaianya yang luar biasa namun tak pernah terlihat sekalipun dia menggandeng seorang wanita. Dan Mike, dialah yang selalu di sangkut pautkan atas musibah tidak menguntungkan itu.
“Hey Dave, ini berkas berkas yang kau minta kemaren” ucap Mike sembari meletakan berkas itu ke meja Dave.
Mike, dia adalah teman, sahabat, karyawan, sekaligus orang kepercayaan Dave. Dia tumbuh bersama saat umur 12 tahun. Mereka juga bersekolah dan melanjutkan kuliah di kampus yang sama.
__ADS_1
Mike adalah laki-laki tampan bermata biru dengan rambut pirang. Namun berbeda dengan Dave, Mike justru banyak mengencani gadis gadis. Dia suka bermain main dengan banyak gadis cantik. Mike selalu berusaha membuat Dave menyukai salah satu gadis di antaranya namun selalu gagal dan gagal lagi. Itulah sebabnya Mike sering mengolok Dave bujang lapuk. Meskipun sebenarnya Mike sadar bahwa sahabatnya memiliki pobia yang susah di sembuhkan.
Sebenarnya bukan tak ingin Dave mengencani para gadis, tapi saat dia ingin mencoba Dave selalu mengalami ketakutan kepada para wanita itu. Dave merasa wanita adalah makhluk yang tidak boleh menyentuh dirinya. Entah sejak kapan dia merasa hal seperti ini. Dave, adalah penderita caligynephobia.
Tak juga menanggapi ucapan Mike, Dave justru asyik melamun dan sesekali tersenyum sendiri. Dia seperti tengah melamunkan sesuatu yang membuatnya bahagia
“Dave!!!” Teriak Mike yang mengagetkan dave saat itu.
“Apaan sih teriak teriak, kaya orang mau di tinggal mati ajah” ucap Dave kesal.
“Bos, dari tadi di ajak ngobrol senyum senyum sendiri. Kayak orang gila aja” ucap Mike pada Dave merasa penasaran.
Bagaimana tidak, setelah rasa kawatir akan kejombloan bosnya tiba tiba sekarang dia di suguhi wajah bos yang merona seperti orang lagi jatuh cinta.
“Pletaakk...” ga butuh berapa lama kepala Mike sudah mendapat jitakan dari Dave.
__ADS_1
“Ga usah banyak ngomong, mana berkas yang aku minta kemaren?” Jawabnya kesal.
“Noohhh.... sudah dari tadi di letakkan di depan nya ehh ga tau, makanya kerja bos.. jangan melamun terus” jawab Mike tak kalah kesel sambil mengusap usap kepala nya yang terkena jitakan tadi.
Pletaaakkkk “punya anak buah ga ada sopan-sopan ya... aku kebiri tau rasa kamu”
“Aduuhh bos.. jangan dong.. iya iya, galak banget“ ucapnya sambil berlalu dari hadapan Dave.
***
Dave tengah sendirian di ruanganya, dia merasa konsentrasinya terganggu karena kejadian kemaren. Peristiwa saat bersama wanita cantik yang di jumpainya itu benar-benar memenuhi otaknya, menjelajah ke dimensi lamunan yang makin lama makin liar.
“Ahh sial, kenapa aku melakukanya” ucapnya pada diri sendiri
Dave meraba bibirnya, dia seperti masih dapat merasakan lembutnya bibir gadis itu.
__ADS_1
Dan satu lagi, dia bahkan tak merasakan pobia sedikitpun padanya.
“Apa yang terjadi, kenapa aku tak merasa risih sama sekali padanya. Anehnya aku bahkan menikmati ciuman singkat itu” Dave masih saja tidak mengerti akan dirinya sendiri.