
Kinan merasa lapar, tapi dia tidak dapat memesan makanan karna dia takut pelayan akan melihatnya tanpa berpakaian.. dia hanya bisa makan kudapan yang kebetulan di sediakan di kamarnya oleh pihak hotel
“Tunggu....! aku sedang tidak ada baju, lalu bagaimana aku menemui pria menyebalkan itu??”
“OMG kenapa saat genting begini aku selalu bertindak bodoh”
“Aku harus menelpon nya menyuruhnya menitipkan baju-bajuku di loby, benar, begitu saja” ucapnya yakin
“Lalu bagaimana caraku mengambilnya??” Namun Lagi lagi dia di buat frustasi.
“Oh ayolahhh... berfikir lebih cerdas...” ucapnya sambil menepuk-nepuk kepalanya.
Sebuah ide cemerlang tiba tiba hinggap di kepalanya, secepat kilat kembali dia membongkar isi tas laki laki itu, dia segera mencari cari sesuatu yang sepertinya bisa dia kenakan.
“Ahhha... ini dia” dia mengingat bahwa di dalam koper itu terdapat setelan milik pria bernama David itu. Tak butuh waktu lama Kinan sudah menemukan sebuah kemeja berwarna putih yang di maksudnya. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung mengenakanya.
“not bad-lah... meskipun kebesaran” ucapnya puas sambil melirik bayanganya pada kaca besar yang ada di kamarnya..
__ADS_1
Kinan kembali duduk dan melanjutnya makan kudapan. Kali ini dia sedikit lega, meskipun baju itu tampak longgar setidaknya ini pilihan terbaik dari pada bertelanjang saat menemui laki-laki menyebalkan itu.
Kerongkonganya mulai haus. Beberapa kaleng soda di dalam mini bar membuatnya ingin meneguknya, namun lagi lagi nasib naas menimpanya, ketika di buka soda itu malah muncrat mengenai mukanya dan membasahi tanganya.
“Sial” gerutunya sendiri
Dia segera berlari menuju wastafel untuk mencuci muka dan tanganya.. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, saking semangatnya kran air di putar hingga lepas dan air berhasil menyembur ke seluruh badanya. Dia spontan menjerit karena kaget akan semburan air itu.
Sementara itu bersamaan dengan inseden merugikan itu terdengar suara seorang laki-laki dari luar kamar di sertai pintu yang di ketok.
Antara menutup kran dan membukakan pintu, Entah apa yang akan di pilihnya sekarang.
“Ahh iya tunggu!”
baru saja Kinan hendak beranjak membukakan pintu air itu kembali menyemprotnya. Semburan air berhasil membasahinya, bahkan juga berceceran di lantai karna tanganya baru saja di lepaskan setelah dia mencoba menahan laju air kran itu sebelumnya.
“Ohh maaf aku tidak bisa membuka pintu! bisakan anda masuk, pintu tidak terkunci” teriaknya dari sana.
__ADS_1
Tak berapa lama seorang pria masuk ke dalam kamarnya..
seorang pria berbadan tegap, mengenakan double denim bersepatu chunky sudah berada di sana.
“Ahh maaf, apakah kamu laki-laki sialan itu” ucap Kinan tanpa dia sadari kalimat apa yang sedang di ucapkanya pada laki-laki di sana
“Apa?? Heeyy, siapa yang kau sebut sialan itu emm..”
Ups... Kinan mengatupkan mulutnya rapat rapat seolah dia menyadari ucapanya barusan
“Ahhh,,, maksudku apa kamu yang namanya David, sory aku lagi ga konsen” ucapnya masih memegangi kran yang bocor itu.
Dave memerhatikan Kinan, “sepertinya gadis ini sedang memerlukan pertolongan pertama pada kecelakaan, mungkin sedikit nafas buatan cukup” ucap dave dalam hati sambil tersenyum geli..
“Hey,, apa yang kau tertawakan? Setidaknya bantu aku.. sepertinya kamu memang benar-benar sialan” geram Kinan.
Dave tak menjawab, dia justru sibuk memerhatikan pemandangan secara langsung di depan matanya.
__ADS_1