
“Halo sayang” suara dari seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan modis.
“Tante Belle?” Kinan terkejut
“Kenapa kau terkejut seperti itu, apa tante hantu?”
Kinan menggeleng cepat
“Baiklah ayo kita masuk” Bellena masuk terlebih dahulu di susul Kinan
“Sayang, tante perhatikan kamu sepertinya ngos-ngos an.. habis dari mana?” Tanya Bellena
“Ahh... iya, itu... anu...” Kinan bingung alasan apa yank akan di utarakanya, tidak mungkin dia bilang bahwa baru saja terjadi adegan tidak senonoh antara dirinya dengan putranya, itu hal yang memalukan, dan tante Belle tidak akan pernah memaafkanya.
“Halo ma” sapa Dave yang juga dengan nafas memburu
Bellena mengernyitkan dahi “kalian abis ngapain sih, kog pada ngos-ngosan gitu” ucapnya menyelidik
“Itu ma, hmm... kita tadi abis olah raga bareng.. ya kan Kinan” Dave memberi kode pada Kinan
“Ah... iya tante, olah raga hihihi...” Kinan berpura-pura mengayunkan kedua tangannya ke depan dan belakang secara bergantian.
“Ahh sudahlah, tante kesini cuma pengen tau perkembangan Dave. Dan sejauh yang mama liat sepertinya Dave baik baik saja”
“Aku baik ma, mama tenang saja” Dave tersenyum
__ADS_1
Kinan pamit ke belakang untuk membuatkan kopi untuk mereka berua.
“Dave sialan, dasar pria mesum!!” Kinan menahan malu karena Bellena tiba tiba datang. Untung saja Bellena memencet bel saat datang, bayangkan kau tiba-tiba saja masuk dan mendapati adegan itu di depan matanya, entah apa yang akan di lakukanya. Kinan sadar bahwa dirinya adalah asisten rumah tangga saat ini.
Kinan sedang memanaskan air, Dan bayangan adegan di ruang tengah tadi kembali lagi, Pipi Kinan bersemu merah.. dia meraba bibirnya, jantungnya berdebar kembali, tanpa sadar dia tersenyum bahagia.. Kinan tak menyadari bahwa dirinyapun sedikit demi sedikit tlah jatuh hati pada sosok Dave.
“Dave, bagaimana? Apa ada kemajuan?” Bellena menyelidik dengan ekspresi yang berapi api.. namun dia tetep menahan suaranya agar tak terdengar Kinan.
“Kemajuan dalam hal apa yang mama tanyakan?”
“Cie.. anak mama malu malu..” Bellena mengejek Dave “Cerita dong, apa saja yang kalian lakukan?”sambungnya lagi.
“Ga ada ma”
“Ma... kemajuanya mungkin akan terjadi kalau mama ga datang tiba tiba kayak gini” ucap Dave sedikit kecewa.
“Hah? Apa??” Bellena menutup rapat mulutnya dengan kedua telapak tangannya “jadi itu sebabnya nafas kalian berdua seperti orang abis lari-larian?” Bellena tak percaya, Putranya benar-benar dapat mengatasi rasa phobianya. Dia harus berterimakasih kepada Kinan.. dia merasa Kinan benar benar pembawa keberuntungan.. begitu bahagianya Bellena nyaris saja akan menelephon Orang tua Kinan yang tak lain adalah sahabatnya, namun cepat cepet Dave memberikan isyarat agar jangan sampai ketahuan oleh Kinan.
“Upsssy... mama lupa hihihi”
”Tapi Dave, sebagai laki-laki yang bertanggung jawab, kau juga tetap wajib menjaga kehormatanya. Kau ingat, meskipun dia berdarah campuran tapi dia di besarkan di Indonesia. Dan nilai-nilai moral masih sangat di perhitungkan disana” terang sang mama bijaksana.
“Jangan khawatir ma. Dave tau batasan”
“Baiklah, mama percaya kamu”
__ADS_1
“Tante, silakan di minum dulu kopinya” ucap Kinan membawa dua cangkir kopi panas yang di letak kan di atas meja.
“Kinan sayang kemarilah” ucap Bellena. Di tariknya
Kinan ke dalam pelukan wanita itu “Kinan, trimakasih ya... tante sangat suuukkaaaaa sekali sama kamu”
Kinan bengong saja mendapat perlakuan itu, dia hanya tersenyum ragu
“Oh ya, tante mau pulang ya, tante ada urusan mendadak.. kopinya kamu minum saja bareng Dave..” Bellena setengah berlari menenteng tas tangannya keluar sambil tersenyum bahagia
“Kinan, Dave, silakan nikmati waktu kalian berdua ya.. tante tidak akan ganggu kalian lagi. bye..!!” Ucap belena sebelum keluar dan menutup menutup Pintu.
Kinan hanya bingung melihat reaksi Bellena yang aneh hari ini. Apa yang terjadi sebenarnya. Dia terbengong memandang Dave. Dave hanya mengangkat kedua bahunya pura-pura tak tahu apa-apa.
“Tante kenapa aneh begitu?”
“Entahlah, mungkin mama sengaja memberi ruang untuk kita berdu agar lebih intim” ucap Dave semangat
Buughh!!!
Sebuah bantal kursi mendarat tepat di muka Dave.
“Auchh....”
****
__ADS_1