
Kinan memandang keluar jendela. Sebuah taman yang asri dengan beragam bunga warna warni terlihat begitu mempesona. Anemone, peonies, aster garbera, anyelir dan lilac tumbuh dengan baik di sepanjang musim semi yang hampir usai. Pandanganya tertuju pada bunga anemone berwarna ungu di kejauhan sana. Bunga yang begitu cantik. Menurut mitologi Yunani kuno, anemone sendiri berasal dari air mata Aphrodite ketika menangisi kematian Adonis. Kemudian berkembanglah sebuah cerita rakyat bahwa bunga ini melindungi para manusia dari penyakit dan iblis dan cerita itu semakin berkembang pada setiap generasi. Hingga kini bunga anemone di percaya sebagai harapan.
Air matanya kembali bergulir, sudah tiga bulan ini Dave masih terbaring lemah di rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda sedikitpun dia akan siuman. Beberapa kali dia mengalami masa kritis selama di rawat di rumah sakit ini. Selama itu pula, Tak pernah sekalipun Kinan meninggalkan ruangan itu. Seperti bunga anemone yang penuh harapan, dia mempercayai Dave akan segera bangun dari tidur panjangnya.
“Dave, tidakkah kau ingin bangun?” Ucap Kinan yang sudah duduk di kursi tepat di sebelah kiri Dave
“Sayang... ?” Suara perempuan yang akrap di panggilnya mama. Setelah kejadian beberapa saat yang lalu menimpa Dave, William segera mengabari Adrian dan Jenny.
“Ma...” jawabnya lemas
Seutas senyum di lemparkannya kepada putri tercinta. “Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja” ucapnya.
Kinan hanya mengangguk.
“Ma..pa.. aku ingin bertunangan kembali dengan Dave” ucap Kinan tiba-tiba di hadapan kedua orang tuanya dan orang tua Dave. Aldo bahkan ada di sana menyaksikan. Ucapan kinan yang tiba-tiba saja. Itu membuat semua orang disana terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Sontak air mata berurai dari kelopak mata Bellena. Dia berlari menghambur ke pelukan Kinan. Dalam kondisi seperti ini siapa yang sempat memikirkan hal tersebut. Namun tak di sangka Kinan justru menginginkan pertunangan yang sempat gagal sebelumnya.
“Sayang.. trimakasih atas perhatianmu, tapi kau tau Dave masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Kita tak tau kapan Dave akan bangun” ucap Bellena melepas pelukan itu perlahan.
“Tante, ini semua salahku. Sudah ku pikirkan baik-baik.. aku akan bersama Dave selamanya. Aku akan menjaganya dengan nyawaku, seperti janjinya padaku” mata Kinan menerawang. Dia masih ingat betapa manis janji yang di ucapkan Dave kala itu. Dan Dave betul-betul memenuhi janjinya.
“Pa..ma.. tolong ijinkan aku” pinta Kinan kepada kedua orang tuanya.
Tidak mudah bagi seorang Kinan untuk merubah keputusanya, dan kedua orang tuanya tau itu.
“Dek, jangan pernah berhenti berharap. Selama kau masih punya harapan, Dave pun akan berusaha. Jangan pernah putus asa. Teruslah memberikan semangat untuk Dave yercintamu” ucap Aldo pada Adek semata wayangnya.
Kinan mengangguk.. seutas senyum terbingkai dari sudut bibirnya.
***
__ADS_1
“Aku merindukanmu Dave.. aku sangat merindukanmu” ucapnya lirih menggenggam jemari Dave.
“Kau tau,, ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu...Aku menantimu sampai kau membuka matamu kembali Dave.. apa kau senang em?” Kinan meletakan jemari Dave pada pipinya. Matanya terpejam membayangkan saat-saat pertemuan mereka di bandara. Kemudian mereka bertemu kembali ketika Dave membawa koper Kinan ke hotelnya, dan pertemuan-pertemuan tanpa di duga setelahnya seolah itu memang sudah takdir.
“Ki...Kinan...” suara lemah itu terdengar. Suara yang ia kenal sebelumnya. Suara yang ia rindukan beberapa bulan terakhir ini.. suara yang di yakininya sebuah mimpi. Karna dia merasa saat Dave bangun ini hanyanlah mimpi. Dia takut ketika membuka mata, suara itu hilang bersama hembusan angin. Tapi, suara ini tampak nyata baginya. Dan..
“D..Dave......?!”
***
Paling sebel kalo liat sinetron yang tokoh utamanya bangun dari koma trus tiba2 hilang ingatan..😩🤦🏼♀️****
Tapi kalo beberapa readers berharap demikian maaf, di novel karya Angels wing tidak demikian ya 😂
Jangan lupa like dan coment supaya Author tetep semangat melanjutkan karya ini 🥰
__ADS_1