
Di dalam sebuah gudang yang tua dan pengap, disanalah Kinan berada. Tubuhnya terikat pada sebuah kursi kayu, wajahnya lemas tertunduk. Anak-anak rambutnya menutupi wajahnya. Dia masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Duapuluh menit berlalu, Samar-samar Kinan mendengar suara Clara dan dua orang laki laki tertawa terbahak bahak. Dia mengerjapkan pandangannya yang baru saja di dapatnya. Kinan sadar dari pingsannya. Dia melihat ke sekitar, tak satupun hal disana yang membuatnya nyaman. Bangunan kumuh, pengap, gelap dan bau alko**l yang menyengat.
Kinan tak dapat menggerakkan tubuhnya, tali itu melilitnya terlalu kencang. Tanpa sepengetahuan mereka, Kinan sekuat tenaga berusaha melepaskan Ikatan pada kedua tangannya. Dia menggesek-gesekkan tali itu berharap tali yang membelitnya bisa sedikit longgar, namun ternyata itu jutru membuat mereka menyadari bahwa Kinan telah siuman.
“Oh... tamu agung kita sudah bangun ternyata” ucap Clara yang menyadari gerakan Kinan.
“Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku!” Teriaknya pada Clara
“Melepaskanmu? Hahahahaha” Clara tertawa lepas, kedua bodyguard itu pun mengikutinya.
“Kau bercanda?” Dia berjalan mendekati Kinan. Tangan kiri Clara masih memainkan sebuah pisau kecil yang di lihatnya sesaat sebelum dia pingsan.
“Apa maumu!” Kinan berteriak
“Mauku? Aku mau kau menderita sama sepertiku” ucap Clara dengan wajah dinginnya.
“Apa maksudmu? Jangan bercanda, lepaskan aku sekarang juga!” Kinan sama sekali tidak mengerti apa yang Clara maksud
“Dengar sayang.., karena kau, aku telah mengalami hari yang buruk!” Ucapan Clara penuh dengan kemarahan.
“Apa maksudmu! Jika kau mendapat hari yang buruk, itu bukanlah salahku!”
__ADS_1
“Tidak, tidak.. tentu saja itu adalah salahmu. Semuanya salahmu” Clara berjalan menjauh beberapa langkah dari Kinan
“Kau ingat malam itu? Malam dimana Dave seharusnya jadi milik ku?” Clara mencoba mengingat kembali pada malam dimana Dave seharusnya mengantar Clara pulang
“Aku tau, saat itu aku berusaha menjebak Dave, tapi aku juga yakin bahwa Dave pun menginginkanku.. tapi karena kau! Kau membuatnya menendangku keluar dari dalam mobilnya dalam keadaan setengah telan**** “
Kinan mengerutkan dahinya, Dave tidak pernah menceritakan kepadanya sedetail itu.
“Dan kau tau, aku di lemparnya kejalanan yang gelap dan sepi, dan sesaat setelah kepergianya..” Clara berhenti sesaat
“beberapa lekaki datang padaku, mereka mengambil kesempatan padaku, mereka bermain dan menikmati tubuhku tanpa peduli aku berteriak minta tolong!!” Clara berteriak, dia sangat marah membayangkan kejadian saat itu.
Jadi itu yang terjadi, itulah mengapa Dave pulang dengan keadaan shock seperti mayat hidup kala itu. Tapi Clara bahkan memiliki nasib yang lebih sial. Kinan prihatin mendengarnya.
“Kau bohong! Apa kau pikir aku tak tahu siapa Dave.. jangankan menyentuhmu, memandangmu pun Dave jijik!” Ucap Kinan berapi-api.
“Tidak, Dave mencintaiku.. Dave pasti mencintaiku!! Andai saja kamu tidak pernah datang di hidupnya, dia pasti jatuh ke pelukanku!!” Clara terus berteriak
“Clara, jangan membohongi diri sendiri. Kau bukanlah wanita di hati Dave!”
“Diaamm!!” Bentak Clara
“Kau tau, Dave bukanlah laki-laki yang gampang jatuh cinta pada sembarang wanita”
__ADS_1
“Diam kataku!!” PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kinan dan meninggalkan bekas kemerahan disana. Terlalu keras sehingga membuat bibirnya berdarah.
“Mark, tutup mulutnya!” perintahnya pada salah seorang bodygurd disana dengan nada sangat marah.
Kinan meronta saat laki laki itu membekap mulutnya dengan plester. Teriakannya di balik plester tak mampu di dengar oleh siapapun.
“Berteriaklah... berteriak sekencang kau bisa. Dave tidak akan menemukanmu!” Wajahnya semakin dingin
Clara memainkan pisau lipatnya di leher kinan.. dia berusaha menakut-nakuti kinan dengan menempelkan pisau itu disana.
“Apa kau takut? Berteriaklah... aku akan bermain main sebentar denganmu, sebelum kedua laki-laki ini menikmati tubuhmu!” Ucapnya menyeringai.
“Apa? Tidak... tidak.. lepaskan aku” Kinan berusaha berteriak, namun hanya suara tak jelas yang terdengar.
SRING...
goresan kecil di leher Kinan membuat Clara semakin bersemangat, sementara Kinan hanya meringis menahan rasa sakit akibat goresan. Tidak terlalu dalam memang, namun cukup membuat setetes darah keluar dari dalam kulit mulus itu..
“Apa itu sakit? Tenang... aku hanya sedikit bermain main, sampai saatnya tiba, kau tidak akan merasakan sakit lagi” ucap Clara menyeringai puas.
****
Dan...... mendapatkan ide untuk kelanjutan cerita itu.... lumayan putar otak 😅
__ADS_1
Tapi untuk kalian semua, apa sih yang engga 😄
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya. 🥰🥰