
Setumpuk kesibukan mulai membayangi Dave ketika kembali duduk di ruangan nya. Beberapa proyek yang menemui jalan buntu membuatnya harus putar otak. Entah sudah berapa kali dia berusaha tak juga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Tok..tok..!
Mike masuk ke ruangannya sebelum Dave sempat menjawab ketukan pintu itu.
“Kita dalam masalah Dave” ucapnya menjatuhkan diri pada sofa di ruangan Dave. Wajahnya memancarkan kegelisanhan atas suatu hal yang masih di tahan.
Dave meletak kan kaca mata dan pena dari tangan nya, dia memandang Mike dengan alis berkerut.
“Saham kita turun sebanyak 3%” ucap Mike merasa putus asa.
“Sebanyak itu?” Jawab Dave keget.
“Rumor tentang proyek pembebasan tanah itu membuat mereka melepas saham secara besar-besaran Dave, itu membuat saham kita ikut turun sebanyak 3%”
“Jangan khawatir, Akan aku atasi masalah ini” Dave seolah sedang memikirkan sebuah inisiatif.
“Ini bukan hal mudah Dave”
“Tenanglah, serahkan saja padaku”
Mike diam tak menjawab ucapan Dave sama sekali.
“Pesankan aku tiket ke Roma, aku akan berangkat besok pagi”
__ADS_1
“Ke Roma?” Tanya Mike bingung
“Aku tau siapa penyebabnya” jawab Dave yakin
“Baiklah, apa aku perlu ikut?”
“Tidak, kau tetap disini jagalah saham agar tetap stabil” ucap Dave pasti.
“Oh ya, panggil direktur keuangan keuangan dan personalia, kita adalan rapat sekarang juga... dan jangan lupa sertakan bagian humas juga. Dan bawa semua berkas tentang pembangunan real estate di Nice” Ucap Dave tegas.
Proyek real estate yang sedang di kerjakan Dave kali ini sangat penting baginya. Nice adalah sebuah kota yang terletak di French Riviera. Kota yang hangat yang selalu bermandikan cahaya matahari. Berada di sudut tenggara Prancis, terletak pada kaki pegunungan Alpen dan membentang di sepanjang pantai mediterania. Sebagai kota terbesar ke lima di Prancis, Nice menampilkan campuran budaya yang dinamis. Namu lebih dari itu semua.. real estate kali ini adalah persembahan bagi kekasih hatinya..
***
“Selamat siang, kita mulai saja rapatnya” ucap Dave membuka rapat kali ini
“Tuan viktor, bisakah anda jelaskan mengapa anda masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan setelah saya memberikan cukup waktu kepada anda? Apakah masalah dana?”
“Ee... itu begini tuan Dave, begini.. sebenarnya...” ucap laki-laki itu terbata.
BRAK! Dave menggebrak meja dengan keras “saya tidak suka bertele-tele” ucapnya lantang.
“Iya begini tuan Dave, sebenarnya para warga tidak ingin menjual tanahnya karena kita membeli dengan harga yang... yang...” dia kembali terbata, bahkan terlihat ragununtuk meneruskan kalimatnya.
“Lanjutkan!” Ucap Dave jelas dengan nada di penuhi kemarahan.
__ADS_1
“Yang... mu..murah” lanjut Viktor
“Apa? Murah? Bagaimana mungkin kita membeli dengan harga murah. Bukankah tugasmu untuk mensurvey sebelum berniat membeli tanah mereka? Bagaimana kau sebut ini murah?” Dave terkejut, seharusnya harga yang di tawarkan adalah harga yang pantas.
“Itu... itu... “ Viktor ketakutan.. keringat dingin mulai mengucur dari keningnya.
“Tuan Bram, bisakah anda menjelaskan situasi ini?” Dave beralih pada Devisi keuangan yang sedari tadi gemetar menggerak-gerak kan jemarinya.
“Ma.. maaf tuan, sa.. saya..” ucapanya pun terbata, entah mimpi apa dia semalam sehingga mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang atasan yang usianya jauh lebih muda darinya.
SRAAKKK...!!
Setumpuk berkas yang berisi laporan keuangan di hadapan Dave jatuh berserakan ke lantai. hempasan yang di lakukan pada kertas-kertas itu membuat nyali mereka semakin ciut. Wajah Dave memerah, dia sangat marah. Dia merasa para bawahanya telah berlaku curang.
“Keluar kalian semua!” Dave menyudahi rapatnya dengan gusar. Dia merasa semua orang tidak bisa melakukan pekerjaanya dengan baik.
“Mike, periksa laporan keuangannya kemudian kirimkan padaku lewat email. Aku akan pulang sekarang”
“Siap bos”
****
Ke Roma loh... sapa mau ikutan? Yuuk kita siapkan pasport... 🤪
Para readers kuh... mana dong jempolnya??? 😅
__ADS_1