
Kinan mencoba membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia lelah setelah mengurus pendaftaranya di kampus yang menjadi keinginanya. Untung dia membawa semua berkas berkasnya.. jadi tidak sia sia saja dia datang kasini. Selanjutnya dia akan coba mencari pekerjaan untuk biaya kuliah dan hidupnya.
Sebenarnya dia membawa debit card bahkan Unlimited, tp dia urung mnggunakanya.. karena dengan menggunakannya maka secara langsung keberadaanya akan mudah di lacak oleh orang tuanya.
“Capek sekali rasanya” ucapnya pada diri sendiri
Saat dia baru saja ingin memejamkan mata kejadian itu tiba tiba muncul di benaknya. Dia berusaha melupakan tapi justru bayangan itu tampak begitu jelas
“Dave sialaaaannn!!!!” Umpatnya pada laki laki yang entah dimana keberadaanya saat ini.
“Gara gara dia, ciuman pertamaku sudah hilang, sialnya diriku” rutuknya pada diri sendiri
“Ahh tapi setidaknya Dave adalah pria yang tampan, jadi kerugianku tidak terlalu banyak” itulah cara dia menghibur dirinya sendiri
“Tapi bagaimanapun Dave tetaplah sialan, kalo saja bertemu denganya sekali lagi ku pastikan akan membuat perhitungan denganya, akan aku tinju mukanya hingga terlepas giginya, akan ku tendang masa depanya agar tak berani macam-macam lagi” ucapnya geram
__ADS_1
***
Disisi lain..
“Hacyiiimm...!!”
“Siapa yang sedang mengutuk ku saat ini”
Ucap seorang laki laki di dalam sebuah kantor yang megah dengan setumpuk berkas di meja nya. Sialnya bersin yang datang tiba-tiba membuat dia menumpahkan gelas berisi air putih yang baru saja akan di teguknya di atas tumpukan itu.
“Mike, ke kantorku sekarang. Segera ganti berkas ini” ucapnya di telepon kepada seseorang di seberang sana.
***
Mungkin besok pagi dia akan mencoba mendatangi tempat-tempat itu. Pikirnya saat ini. Mulai dari guru Taman kanak-kanak, pengasuh bayi, waitrees restaurant, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Yahh... hanya hal semacam itu yang ada di pikiranya. Mengingat dia hanya seorang gadis yang baru saja lulus SMA dan baru saja akan mulai kuliah di tahun pertamanya. Meskipun dia sangat pandai di kelasnya, itu tidak akan cukup apabila harus melamar di sebuah pekerjaan. Karena pekerjaan yang bagus tentu saja memerlukan ijazah yang memadai. Meskipun dia sempat mendapatkan pengalaman kerja di kantor papa nya, namun kali ini dia akan mencoba pengalaman lainya.
Kinan menggigit croissant nya, perutnya sudah mulai lapar.. lidahnya benar-benar di manjakan oleh kuliner khas perancis ini. Aroma mentega yang kuat bercampur dengan gurih kacang almond yang di padukan dengan sexy nya rasa coklat sungguh cita rasa yang sempurna di sore ini.. di temani Secangkir earl gray yang eksotik yaitu teh yang paling sering di gunakan untuk afternoon tea. Terdiri dari campuran teh hitam dan minyak bergamot, sejenis jeruk yang tumbuh di wilayah Italia dan Perancis. Memiliki rasa sedikit manis sepat dan asam dengan rasa yang khas.
Lampu bernuansa kekuningan, dan ruangan yang mewah dengan desain ala Eropa membuatnya merasa nyaman.
Namun segera mungkin dia harus meninggalkan tempat ini, karena tarif yang di tawarkan tentu saja tidaklah murah. Sementara dia harus berhemat dan bijaksana untuk segala macam pengeluaran dengan menggunakan sisa uang tunai nya.
Disana, dia memandangi kemeja putih yang baru saja dia terima setelah kemaren dia menyerahkanya kepada pihak hotel untuk di loudry. Dan sekali lagi... bayangan Dave muncul mengusik sorenya yang indah..
Kinan meraba bibirnya... tanpa sadar dia tersenyum, meskipun detik berikutnya dia mulai mengumpat lagi tak jelas...
***
“Haccyyyiiiimmmm”
__ADS_1
Dan sekali lagi pria di dalam kantor itu bersin bersin tanpa sebab.
“Ohhh,,, sepertinya aku harus segera ganti hidung” ucapnya asal