
Wedding dress yang cantik membalut tubuh sexy Nicole. Dia sangat bahagia, ini adalah hari yang di tunggu-tunggu sejak dia mengenal Dave 12 tahun yang lalu.
***
Flasback on
Di hari yang bersalju di kala itu, Nicole tengah menangis di atas makan kedua orang tuanya. Saat itu umurnya baru 13 tahun. Dia kehilangan kedua orang tuanya secara tiba-tiba. Mereka berdua meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Saat itu adalah perjalanan bisnis ke jepang. Namun naas, cuaca ekstrim membuat pesawat hilang kendali dan jatuh di sekitar pegunungan Alpen ketika beberapa saat baru saja lepas landas.
Nicole menangis di atas pusara kedua orang tuanya, Rudolf yang menyaksikan kepergian saudaranya yang tiba-tiba membuatnya merasakan kepadihan yang sama. Namun Nicole adalah satu-satunya yang paling menderita karna menjadi yayim piatu dalam semalam saja.
“Nicole sayang, ayo kita pulang. Salju sudah mulai tebal” ucap Rudolf padanya kala itu.
“Tidak paman, aku akan disini beberapa saat. Paman pergilah dulu” Nicole menolak ajakan Rudolf.
Berbagai cara di lakukanya untuk membujuk Nicole tapi tetap tak berhasil.
“Paman, aku ingin sendiri beberapa saat. Tolong tinggalkan aku sebentar” pintanya pada Rudolf.
Rudolf hanya menghela nafas kasar. “Baiklah sayang, tapi jangan terlalu lama. Kau akan sakit” ucapnya sebelum pergi meninggalkan Nicole sendirian di sana. Rudolf merasa kasian pada keponakan kesayanganya. Namun mungkin memang Nicole butuh waktu untuk sendiri.
Isak tangis tak jua berhenti dari bibir mungilnya kala itu. Udara semakin dingin dan salju semakin tebal, Nicole masih juga tak beranjak dari tempat itu.
Tiba-tiba Nicole merasakan tubuhnya menjadi semakin hangat. Sebuah mantel tebal perlahan menyelimuti punggungnya.
“Kau?” Tanya nya kepada pemuda asing kala itu.
__ADS_1
“Kenalkan aku David” ucapnya tanpa memandang Nicole.
“Mereka orang tuamu?”tanya Dave lagi sementara Nicole mengangguk.
“Aku tak pernah merasakan kehilangan orang tua. Tapi menyiksa diri di hari bersalju bukanlah ide yang bagus. Mereka akan sedih melihatmu seperti itu” Dave coba menasehati Nicole.
“Aku kehilangan mereka di waktu yang sama, dan aku tak tau apa yang harus ku lakukan sekarang tanpa mereka” air mata Nicole meleleh kembali.
“Kau sangat cantik nona, mungkin jika kau menghilangkan air mata itu kau jauh terlihat cantik” ucap Dave menenangkan.
Mendengar ucapan Dave, Nicole mendongakkan kepalanya melihat arah sumber suara itu. Di lihatnya seorang pemuda tampan dengan senyumnya yang menawan. Pemuda tulus yang menawarkan uluran tangan hangatnya di hari bersalju.
“Siapa Kau?” Ucapnya.
“Nicole” balasnya.
“Baiklah Nicole, aku harus pulang. Kau pulanglah juga. Sepertinya pria tua disana terlihat khawatir padamu” Dave menunjuk ke arah mobil di sebelah sana.
Nicole mengangguk “trimaksid Dave.”
Ada setitik pancaran di hati Nicole, sejak kejadian itu. Nicole berusaha mencari tau siap Dave, dimana dia tinggal, dan banyak hal dari Dave yang mulai di ikutinya. Dan Nicole, mulai jatuh cinta padanya
Flashback off
****
__ADS_1
“Sayang, kau cantik sekali hari ini” ucap Rudolf datang ke kamar keponakanya yang sudah terlihat cantik dengan dandanan sempurna. Dan gaun putih elegan yang menjuntai hingga ke lantai.
“Hai paman, kemarilah” ucapnya pada pamannya.
“Apa kau bahagia em?” Sebuah kecupan mendarat di pucuk kapala Nicole.
“Trimakasih paman, aku sangat bahagia” senyum itu terlihat sangat bersemangat.
Rudolf tersenyum melihat keponakan kesayanganya bahagia.. dia menyematkan sebuah kalung berlian di leher Nicole.
“Apa ini paman? Cantik sekali?” Ucap Nicole meraba kalung itu di hadapan cermin di kamarnya.
“Ini adalah hadiah untukmu sayang, semoga kau bahagia”
“Aku sangat bahagia paman... sangat bahagia... “ Nicole pun mencium pipi paman nya.
Nicole menanti Dave dengan cemas.
“Tapi paman, kenapa Dave belum datang juga? Apa terjadi sesuatu?” Nicole merasa resah karena Dave tak juga menampakkan batang hidungnya.
***
Siapa di antara kita yang dapet undangan?? Author ga dapet hlo 😅
Jangan lupa like coment dan vote ya ✌🏻🥰
__ADS_1