Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
“Vaulez-vous me marier?”


__ADS_3

Di balkon kamarnya, Kinan telah siap mengenakan gaun malam yang cantik bernuansa soft pink. Dia melihat dengan senyuman ke arah langit yang cerah. Bintang-bintang saling berpendar menciptakan ke eksotis-an di langit Paris. Angin sepoi-sepoi meniup rambutnya yang jatuh tergerai. Riasan yang anggun membuatnya terlihat cantik di antara cahaya lampu balkon.


“Kau sudah siap?” Dave tiba-tiba datang dan mengagetkanya dari belakang.


Dia mengangguk. Senyuman cantik itu selalu membuat Dave mabuk kepayang.


“Kau cantik sekali” di pandanginya Kinan dalam balutan gaun malam yang simple namun elegan.


Sebuah ciuman mendarat di kening gadis itu.


“Yuk berangkat” ajak Dave.


“Kita akan kemana Dave?” Kinan tak tau kemana Dave akan membawanya kali ini.


“Nanti kau akan tau” ucapnya dalam senyum


***


Beberapa hidangan tlah tersaji di atas meja yang khusus di atur untuk pasangan. Seorang laki-laki sedang memaikan biolanya yang di persembahkan untuk si gadis pujaan di hadapan Dave kini.


Angin sepoi-sepoi menyapu paras ayu Kinan. Cahaya lilin membuat dirinya terlihat mempesona di mata Dave.


Jantung kinan berdetak kencang, tak dapat di pungkirinya.. Dave adalah sosok seorang pria yang mampu menggetarkan hatinya. Dia tlah mencintai laki-laki itu dengan begitu dalam.


Dave menggerakkan tangannya. Mengisyaratkan kepada pemain biola untuk menyudahi alunan merdunya.


Suasana menjadi hening.


“Kinan, ada banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu”


“Hem?” Kinan mendongak, mulutnya sedang mengunyah fullblood wagyu tenderloin.


“ kau masih ingat saat pertunangan pertama kita?” Dave tersenyum.

__ADS_1


Ukuh...uhuk.... Kinan mendadak terbatuk. Dia mengangguk kemudian. “Ya, aku melarikan diri darimu” ucapnya dalam tawa.


Dave tersenyum “Kau benar, awalnya aku pun tak tau itu kau.. tapi sesaat sebelum kau tiba di apartemen, mama dan papa baru memberi tahu semuanya. Kau tau? Betapa bahagianya aku saat itu. Mama bilang kau adalah gadis kecil yang ku rindukan selama hidupku”


Kinan memerhatikan ucapan Dave, dia tersenyum.


“Dave.. kenapa kau tak katakan saat itu? Kau tau betapa terkejutnya aku saat mengetahui siapa kau?”


“Maafkan aku sayang...” Dave menjeda kalimatnya lagi.


“je t’aime ma cherie... Aku mencintaimu dulu, aku mencintaimu sekarang, aku mencintaimu esok dan akan selalu mencintaimu selama hidupku” dia menggenggam jemari Kinan.


Perasaan bahagia mencuat dari hati Kinan. Dia menemukan potongan puzle nya. “Dave...”


Dave bangkit dari tempat duduknya. Dia berjalan selangkah lebih dekat le arah Kinan. Dave menekuk sebelah lututnya hingga menempel di lantai, sementara sebelahnya lagi dia gunakan untuk menopang tubuhnya. Sebuah cincin bertahtakan berlian di buka dari kotak kecil berwarna merah.


“Voulez-vous me marier, ma cherie..?”


Kinan tak kuasa membendung kebahagiaan di hatinya. Sebuah lamaran sempurna yang selalu di idamkan oleh semua wanita. Dia tersenyum menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia berdiri... dia menangguk... dia tersenyum... senyum yang sangat cantik.


“Aku mau Dave...” Kinan menahan diri agar tak melompat ke dalam danau karena begitu bahagianya dia saat ini.


“Je t’aime mon cheri”


(Aku mencintaimu sayangku)


Senyum Dave mengembang, dia berdiri. Mengahap pada gadisnya. Cincin yang tadinya berada dalam kotak itu sekarang tlah di sematkan di jari manis Kinan. Cincin yang begitu cantik dan elegan.


Dan sekali lagi... mereka berciuman...


****


Rumah keluarga Adrian tampak riuh, para asisten rumah tangga sedang sibuk mengurus banyak hal. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga itu.

__ADS_1


“Ayo cepat-cepat..... jangan sampai ada yang terlewatkan!” Ucap jenny yang sedari tadi mondar mandir. Dia sangat bahagia sehingga tak ingin sedikitpun ada hal yang terlewatkan hari ini.


“Ma... tenanglah, semuanya sudah beres” Aldo mencoba menenangkan Jenny.


“Iya aku tau sayang... Pak Kardi apa semua persiapan sudah beres? Bi inah baju-baju Kinan apa semua sudah di packing? Mbak Ela mana?? Apa semua sudah ok?” Jenny seolah sibuk sendiri. Dia menyakinkan agar semua orang melakukan tugasnya dengan baik


“Pa, coba hubungi wedding organiser nya, apa semua sudah siap?”


“Ma.... mama, semua sudah ada yang ngatur. Mama ga usah cemas ok?” Adrian sekarang giliran menenangkan Jenny.


“Iya nih mama heboh sendiri dari tadi” Timpal Aldo


“Sayaang... ini hari bahagia adekmu hlo, pantas kalo mama ingin semua yang terbaik” bela Jenny


Mereka tertawa bersama “ma.... makasih ya.. tapi mama ga perlu khawatir. Kinan yakin semuanya akan baik-baik saja” ucap Kinan tersenyum.


“Apa kau janji tak akan kabur lagi kali ini?” Pertanyaan Jenny yang spontan sontak membuat mereka tertawa kompak.


“Hey dek... jawab tu mama lagi nanya?” Tambah Aldo yang juga di sela dengan tawa.


“Yeeey..... kakak ah” Ucap Kinan malu mengingat hal yang pernah di lakukannya dulu


Hari yang di nanti telah tiba...


****


Yuhu...... dapet kartu undangan semua hlo....


Yuk berangkat


Tiketnya cuma pake like coment and vote ya


Follow, aku balik follow kamu ya 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2