
“Bienvenue, mesdames et messieurs”
(“selamat datang tuan dan nyonya”) sapa ramah seorang pelayan saat membukakan pintu restourant.
Tak lama Mereka berdua sudah duduk di kursi yang di persilahkan untuk mereka.
“Avez-vous fait votre choix?”
(“Anda ingin makan apa?”) ucap pelayan itu.
“Que recommendez-vous”
(“Apa yang anda rekomendasikan”) ucap Dave pada pelayan
Pelayan itu mempersilakan sebuah buku menu. Dia memberikan banyak rekomdasi hari ini. Mulai dari bouillabaisse, escargot,hingga creme brulee. Semuanya adalah menu khas prancis sekaligus andalan di restaurant itu, namun Dave sepertinya tak tertarik. Dave alergi dengan seafood.
Akhirnya dia memilih confit de canard (olahan daging bebek yang di masak lama dan di bumbui serta di marinasi selama 24 jam agar keluar aroma dan cita rasanya) dan segelas orange juice.
Semntara kinan lebih memilih soupe a I’oignon (kuah kaldu kental dengan potongan bawang putih dan di presentasikan dengan suiran daging ayam dan keju parut) ini adalah hidangan terlezat menurut Kinan. Perasan lemon dengan dessert creme brulee ( semacam custard, terbuat dari susu,vanila,dan buah buahan. Di masak ke dalam oven dengan cita rasa yang lembut namun segar)
Tak berapa lama hidangan sudah di sajikan di atas meja.
Dave memerhatikan Kinan yang sedang menikmati makan siangnya, “Dia sangat manis” ucapnya dalam hati..
Dengan riasan tipis dan rambut yang di sibak kan ke samping membuat sisi kiri lehernya ter ekspose membuat Dave mengagumi keindahan ciptaan Tuhan di hadapanya saat ini. Dan itu membuatnya menelan ludah dengan kasar.. “sepertinya ada yang lebih nikmat dari pada menu masakan di restaurant ini” Dave bergumam tak jelas
“Apa?” Kinan tak terlalu mendengar apa kalimatnya
__ADS_1
“Ahh... tidak ada” Dave gelagapan.
“Oh ya, bagaimana tiba-tiba kau mengenal orang tuaku?” Dave membuka percakapan kembali setelah mereka terdiam beberapa saat.
“Tidak semua, hanya ibumu” jawabnya ringan
“Oh ya?”
“Aku sedang mencari pekerjaan waktu itu”
Dave mendengarkan.
“Tante memintaku merawat putranya yang sedang penyakitan”
Uhuk uhuk... sebuah kejutan, Dave mendadak terbatuk mendengar kalimat langsung dan tanpa basa basi itu
“apa katamu?!”
“Tante Bellena bilang punya seorang anak laki laki yang penyakitan. Dia ga bisa merawat dirinya sendiri meskipun sudah tua”
“Apa? Tua” uhuk uhuk uhuk....!!! Sekali lagi Dave terkejut dengan kalimat yang di lontarkan Kinan dengan begitu santainya.
Kinan hanya melihat Dave tanpa ekspresi.
“Oh, ok. Lalu, apalagi yang di katakan mama?” Sesaat setelah batuknya terhenti.
“Tak ada, itu saja” Kinan berhenti sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya “aku tak mengira itu kau Dave, benar benar tak mengira sebelumnya”
__ADS_1
“Begitukah, jadi.. apakah kau tidak berfikir ini adalah jodoh?”
“Huh... hanya kau yang satu satunya yang berfikir begitu.. aku justru berfikir ini adalah kesialan”
Bukanya marah, Dave justru tertawa terbahak bahak...
“Hahahaha....., tak apa aku memaafkanmu sayang” jawab Dave santai.
“Aku tak butuh maaf mu, justru seharusnya kau yang meminta maaf” Kinan mulai agak kesal mengingat beberapa kejadian sebelumya.
Dave meletakkan pisau makan dan garpu nya. Dia memandang lekat ke arah gadis manis di hadapanya.
Dave terdiam sesaat “Ok, Kinan, maafkan aku.. atas apa yang terjadi di hotel, di taman, di kamar mandi, dan di kamarmu..” Dave terlihat sangat tulus dalam ucapanya.
“Aku bahkan akan meminta maaf atas apa yang belum, dan mungkin akan terjadi saat situasi membuatku tanpa sadar atau mungkin dalam kesadaran melakukanya lagi”
“Apa... apa dia bilang? Kata-kata nya terlalu berputar putar. Tapi dia bilang, dia akan melakukanya lagi?” Cerna Kinan dalam hati
“Ouchhh....!!” Suara mengaduh Dave terdengar nyaring di ruangan itu. Dia menahan rasa sakit akibat tendangan Kinan tepat mengenai bagian vitalnya..
“Kinan, apa kakimu memiliki mata.. dia berada di bawah meja dan kau menendangku tepat sasaran..” Dave meringis kesakitan
“Huhh rasain dasar laki laki mesum” seringai Kinan dalam hati
“Sory, sengaja” ucap Kinan santai sambil melanjutkan makan dessert yang menggodanya dari tadi.
Sementara Dave masih saja meringis merasakan hantaman yang datang tiba tiba tanpa di duga...
__ADS_1
***
Merci ya readers... jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung Author tetep berkarya 🥰