Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Aku pulang , ma cherie


__ADS_3

Bandara international Charles De Gaulle riuh oleh para reporter yang menunggu kedatangan seseorang. Bukan artis papan atas, namun popularitasnya seolah melebihi artis papan atas. David McLaughlin CEO muda yang tampan dan berkharisma tengah menjadi trending topik belakangan ini karena berita pernikahannya yang tiba-tiba dengan seorang gadis Italia bernama Nicole Lawrence.


Dengan kawalan ketat dari para penjaga, Dave turun dari pesawatnya. Dia di sambut senang oleh sahabat sekaligus kepercayaanya, Mike. Dave terlihat sangat tampan dengan kaos oblong bernuansa terang di balik jas hitam dan sneakers putih menemani langkahnya. Pesonanya sukses menjadi pusat perhatian para wanita-wanita disana. Dan Mike yang berperawakan macho pun ikut menjadi perbincangan para wanita disana.


“Tolong menepi.. tuan David akan lewat” ucap para penjaga membuka jalan untuk tuannya dari kerumunan para reporter.


Beberapa di antaranya sudah mulai mengambil gambar dan memberikan pertanyaan seputar berita yang sudah tersebar luas itu, namun sedikitpun Dave tak memberikan klarifikasi. Dave hanya ingin segera pulang menemui pujaan hatinya.


Mobil mewah itu sudah berhasil menembus jalanan kota Paris. Di wajahnya terlihat senyum ceria.


“Tak usah cengar cengir Dave, bersiaplah menerima hukuman dari nyonya muda” Mike mengingatkan dengan jari seolah memenggal kepalanya.


Dave tak menanggapi ucapan Mike


“Kinan, aku pulang” gumamnya memperlihatkan senyum yang mengembang di bibirnya. Dia sangat merindukan wanitanya.


Perjalanan itu terasa sangat panjang dan lama. Sebenarnya bukan benar-benar jalan itu cukup jauh, hanya karena rasa rindu Dave begitu besar kali ini sehingga membuat jarak itu terasa bagai ber mil-mil jauhnya.


Akhirnya tiba juga mobil mewah itu di apartemen, tempat tinggalnya bersama Kinan.


Sehari sebelumnya Kinan memang sengaja pulang ke apartemen, dia tidak ingin merepotkan Bellena. Dia tak suka membuat Bellena merasa khawatir akan dirinya.


“Selamat menikmati penyiksaanmu, kawan. Aku antar kau sampai sini saja. Aku pulang!” Mike menyerahkan bos nya pada hukum alam yang sedang menantinya di dalam sana.


“Maaf bos, aku ga ikut campur” dia bergidik ngeri sebelum kabur dari sana. Dia membayangkan Dave dalam penyiksaan calon istrinya seolah di dalam neraka.


“Dasar anak buah kurang ajar!” Umpatnya yang terdengar seperti sedang berguman.


Dave memencet 6 angka yang menjadi kunci pembuka apartemenya. Perasaanya sangat gelisah bercampur rindu. Di hirupnya nafas dalam-dalam sebelum memasuki ruangan yang menjadi teka-teki baginya saat ini. Madu ataukah racun yang akan di suguhkan Kinan di balik pintu besar itu. Terlihat lucu ketika wajahnya menampakkan perasaan takut akan kemarahan Kinan.

__ADS_1


Krieetttt....


“BUUGH!!”


Baru saja pintu di bukanya secara perlahan, dan sebuah bantal melayang tepat di mukanya.


“Matilah aku!” Dave kaget setengah mati.


Belum sempat dia berhenti dari keterkejutanya serangan bantal kedua melayang lagi. Kali ini mengenai dada bidangnya.


“Sayang tolong jangan marah, dengar dulu penjelasanku” Dave coba meminta kelonggaran.


“Penjelasan? Penjeladan apa yang akan kau sampaikan dasar penjahat!!” Kinan berteriak memaki Dave. Kemarahanya tak dapat di bendung lagi. Meskipun sebenarnya dia tahu Dave gagal menikah dengan Nicole, tapi apa penyebabnya dia sama sekali tak tahu.


PRANG..!! Kini suara pecahan gelas mendominasi seluruh ruangan, Air memercik di antara pecahan-pecahan itu. Dia merasa sedang dipermainkan oleh Dave.


“Sayang tolong hentikan.., aku minta maaf ok” Dave perlahan maju. Dia berusaha menenagkan Kinan.


“Sayang ku mohon, beri aku waktu menjelaskan” pinta Dave memelas.


“Tak ada yang perlu kundengar! Semuanya sudah jelas! Kau pembohong Dave. Kau seorang pembohong!” Kinan berteriak histeris. Air matanya mulai menetes.


“Sayang, tenangkan dirimu atau aku akan...”


“Akan apa? Ha? Apa yang akan kau lakukan padaku ha..??” Kinan masih saja berteriak lantang.


Tak banyak ucap lagi, Dengan cepat Dave menerjang Kinan.


Mendapat serangan tiba-tiba itu Kinan tak kuasa menghindar. Mereka jatuh tepat di atas sofa dengan posisi Dave berada di atas tubuh Kinan.

__ADS_1


Kinan meronta-ronta, dia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Dave, namun sayang Dave berkali-kali lipat lebih kuat darinya. Tangan kirinya mengunci kedua tangan Kinan di atas kepala Kinan. Sementara tangan kanannya membekap mulut Kinan agar tak terus mengeluarkan kata-kata tak beraturan.


“Sayang dengarkan aku” Masih dalam posisi ini Dave mencoba menjelaskan.


“Semua tak seperti yang kau lihat di tv. Semua ini jebakan yang di atur Nicole dan pamanya untuk menjatuhkanku dan perusahaan. Nicole sengaja memcampur obat ke dalam minumanku sehingga aku jatuh tak sadatkan diri.”


Mendengar penjelasan itu Kinan sedikit melemas sehingga Dave membuka mulut Kinan yang tertutup telapak tangannya.


“Maafkan aku, aku menyakitimu.” Dave membelai wajah Kinan.


“Kau pembohong Dave” ucapnya mulai lirih


Dave menggeleng, “aku tak pernah berbohong apapun padamu sayang” Gombal Dave.


“Apa kau kira aku bodoh?” Kinan memalingkan wajahnya.


“Tidak, kau hanya menggemaskan” mereka masih dalam posisi yang sama. Dave memandangi wanitanya. Kerinduan itu sangat dalam. Ingin sekali dirinya memakan gadis itu sekarang juga.


“Apa kau bisa di percaya?” Kinan mulai memberi kesempatan menjelaskan.


“Lihatlah... aku membawa buktinya untukmu” sebuah flashdisk berwarna hitam di perlihatkan pada Kinan.


“Apa kau pikir aku wanita bodoh yang akan percaya tipu muslihatmu, tuan Dave”


Dave melepaskan kedua tangan Kinan dari cengkeramannya. Dia berdiri, mengambil laptob dan segera memutar video rekaman cctv itu..


***


Trimakaih bagi para readers yang masih terus setia membaca sampai di tahap ini ya...

__ADS_1


I lop yu pull pokok e 😂🥰


__ADS_2