Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Musim panas tiba


__ADS_3

Matahari tlah menyapa pagi ini dengan senyumnya yang hangat. Hembusan angin masuk dari jendela kamarnya. Tak terasa ini adalah hari pertama musim panas. Suhu udara yang tak berbeda jauh dengan di jakarta membuat Kinan mudah beradaptasi. Tak banyak hal yang berbeda, hanya mungkin siang hari akan terasa lebih panjang dari pada sebelumnya.


Kinan duduk bi sebuah kursi kayu di balkon kamarnya. Dia memandangi telapak tangan kananya ketika bayangan itu muncul kembali. Sebuah nama yang sejak tadi malam selalu mengganggu tidurnya. Pikiranya gelisah tak menentu.. entah apa yang sedang di rencanakan wanita itu, yang jelas Kinan merasa kebahagiaanya tengah di pertaruhkan.


Drrtt.... Drrtt... sebuah panggilan di ponselnya membuat dia membuyarkan kegundahan hatinya.


“Hallo Dave?” Ucapnya tersenyum


“Selamat pagi sayang. Apa kau baru bangun?” Sapanya dari seberang


“Tidak, aku justru bangun lebih pagi darimu”


“Benarkah? Kenapa aku tak tau?”


“Itu karna kau berangkat ke kantor dengan mata terpejam”


“Hahahahahaha.... maaf aku tidak melihatmu saat itu, aku pikir kau masih tidur. Jadi aku tak berpamitan”


Kinan hanya memanyunkan bibirnya “kau sudah sarapan?” Tanya Kinan


“Yah... Mike memesankan makanan untuk ku”


Ucapnya santai


“Oh ya, aku akan menjemputmu dalam satu jam, bersiaplah” ucap Dave setelahnya


“Kita akan kemana?” Tanya Kinan penasaran


“Ini kejutan” kawabnya singkat

__ADS_1


“Apa kita akan ke disney land? Yeyyy..!!” Kinan melompat kegirangan


“Tidak.., tidak.. bukan sekarang!”


“Lalu?”


“Cepatlah bersiap, aku akan menjemputmu. Nanti kau akan tahu, Ok? Sampai nanti sayang” Dave menyudahi panggilan telponya.


Dengan langkah gontai Kinan berjalan menuju kamar mandi, dia mulai mengguyur tubuhnya. Entah apa yang sedang Dave ingin lakukan bersamanya. Empat puluh lima menit setelahnya Kinan sudah siap dengan jumpsuit berwarna khaky dengan angkle strap heels putih. Rambutnya di biarkan tergerai bebas. Dia tampak cantik dengan tiasan tipis di wajahnya.


“Kau cantik sekali?” Ucapnya mencium punggung tangan Kinan.


“Yuk kita berangkat” lanjut Dave


“Kita akan ke mana Dave?”


“Ikutlah, kau akan tahu nanti”


Di sebuah rumah mode terkenal di paris dengan nama papan Christian Dior, di sanalah mereka berada sekarang. Suasana mewah nampak terlihat begitu memasuki pintu masuk. Jajaran tas mewah menjadi penyambut pada lantai dasar. Seorang pelayan toko mengantarkan mereka ke manager mereka kerena memang Dave sudah membuat janji sebelumnya.


“Oh.. tuan Dave, selamat datang. Saya sudah menunggu anda” ucapnya ketika pelayan membawanya ke dalam kantor manager.


“Selamat siang nyonya Zhou, kenalkan ini calon istri saya, namanya Kinan” ucap Dave memperkenalkan Kinan.


Sebuah senyum mengembang di wajahnya, dia menyambut uluran tangan Kinan dan memperkenalkan diri. Usianya sekitar empat puluh tahunan. Rambutnya berwarna Hitam, dengan mata sipit khas orang asia.


“Calon istri anda cantik sekali tuan Dave, anda sangat pandai dalam memilih” ucapnya memuji.


“Tentu nyonya Zhou, dia sangat special bagi saya” Ucapnya sambil memandang dan mengecup punggung tangan Kinan.

__ADS_1


“Oh baiklah.. bagaimana kalau kita ke ruang ganti saja” ajak nyonya Zhou pada mereka berdua.


Apa?? Ruang ganti? Jangan-jangan Dave akan membunuhku dengan mencoba banyak baju seperti dulu? Tidak... aku harus kabur! Harus!!” Tanpa bertanya, Kinan segera berbalik badan dan lari saat itu juga.


“Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!” Teriak Kinan dalam ruangan itu


“Apa yang ku lakukan? Aku justru bertanya apa yang akan kau lakukan dengan lari terbirit2? Apa kau sedang datang bulan lagi?” Muka Dave begitu terlihat bodoh ketika memgatakanya.


“Sembarangan!” Jawab Kinan singkat


“Lalu?


“Dave, kenapa kita kesini?!” Tanya Kianan


“Tentu saja karena..”


“Karena kau mau aku mencoba ratusan baju lagi? Kau bunuh aku saja Dave! Oh tidak, mungkin bunuh diri lebih baik.. oh Tuhan kenapa kau siksa aku dengan kekejaman seperti ini?”


“Udah ga usah drama lagi, ayo masuk” Dave menyeret tangan Kinan dengan sedikit paksaan sementara Kinan terus merengek.


“Aku janji kali ini hanya satu baju” ucap Dave


“Satu baju saja? Kau janji?” Kinan memastikan


Dave mengangguk tanda setuju “kau bisa tanya nyonya Zhou kalo tak percaya” ucapnya sambil menunjuk ke arah wanita di hadapanya.


“Tentu nona Kinan, mari ikut saya..” ucapnya mengajak kinan masuk ke dalam ruang ganti..


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment ya 😘😘


__ADS_2