Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Sang CEO


__ADS_3

Dave baru saja turun dari pesawat setelah pulang dari Indonesia, dia sedang berkunjung bersama keluarganya.. namun karena secara mendadak acara di batalkan Dave terpaksa pulang ke negaranya lagi, sementara kedua orang tuanya masih tinggal di Indonesia karena masih ingin bercengkrama bersama sahabatnya.


Dia berjalan seorang diri, celana hitam t-shirt putih jaket kulit bernuansa coklat dan kaca mata hitam membuat penampilanya bak model terkenal.. siapa yang menyangka bahwa dia adalah seorang CEO muda yang handal dari Sun Corporation. Perusahaan yang bekerja di bidang properti, textil, perhotelan dan restourant yang hampir ada di semua belahan dunia. Bahkan di usianya yang ke 26 tahun ini, dia menjadi salah satu orang yang di segani di kalangan dunia bisnis. Dia terkenal, dingin, tegas dan cekatan.. dia juga seorang CEO muda yang penuh dengan ambisi hingga mereka yang usianya jauh di atasnya terpaksa mengakui kehebatanya. Karena dengan kemampuan berbisnisnya yang jauh melampaui mereka. Dave mampu mengembangkan bisnisnya hingga sejauh ini..


Buugghhh...!!


Seorang gadis entah datang dari mana tiba tiba menabrak dadanya dengan keras


“Alamaaakkk.... benjol deh jidat gue” ucap gadis itu saat itu juga.


“ Kamu kali jalan ga pake liat, lagian kalo mau lomba lari jangan di sini kali...” sahutnya sambil merasakan sakit di bagian dadanya.

__ADS_1


Dia melihat gadis itu terduduk di lantai karna saking kerasnya tabrakan tadi, gadis ini meskipun mukanya agak sedikit lebam namun entah kenapa, aura kecantikanya masih terlihat jelas..


yahh, Dave tidak menyadari bahwa lebam lebam itu di karenakan aksi terjunya di atas kaktus kesayangan mamanya itu


Saat ini Dave tengah mendapati gadis manis itu tersenyum sendiri melihatnya.. entah apa yang sedang di lamunkanya.


Tapi menurut Dave, dia tampak menggemaskan. Entah mengapa, tak seperti saat dia bersinggungan dengan gadis lain, ada perasaan berbeda yang di rasakan nya.. benar-benar berbeda.


“Hey, denger gak di ajak ngomong... bengong ajah” kata Dave sambil menggoyang2 kan telapak tanganya di depan wajah gadis itu. Dave mencoba bersikap datar dan terkesan dingin.


Gadis itu sempat mengucapkan salam perpisahan, namun karna gadis itu mengucapkanya sembari berlari sehingga Dave tidak mendengarnya dengan jelas. Sementara di belakangnya tengah mengejar segerombolan laki laki ber jas hitam..

__ADS_1


“Nona tunggu” teriak mereka


“Siapa dia? Sepertinya dia juga datang dari Indonesia, Kenapa orang-orang itu mengejarnya? Apa dia pencuri?” Banyak pertanyaan ada di kepala Dave.


Tidak seperti biasanya, kali ini Dave hanya seorang diri tanpa di temani Mike, karna Mike harus menggantikanya mengurus perusahaan yang dia tinggalkan selama dua hari ini karena permintaan kedua orang tuanya.


Sebenarnya ini adalah rahasia, Dave cukup malu jika kepergianya kali ini menyangkut hal pribadinya.. sementara dia tidak ingin di ejek oleh Mike yang gila itu.


Benar, Mike selalu menjadi orang yang paling menyebalkan jika hal memalukan ini sampai ketahuan olehnya.


Sebuah taxi membawa Dave meninggalkan Bandara.

__ADS_1


“Go to SUN Corporatiaon” ucapnya datar pada supir taxi itu.


Dave tak langsung pulang, dia lebih memilih untuk ke kantor meneruskan pekerjaan yang dia tinggalakan selama dua hari ini. Dave benar benar penggila kerja. Meskipun sebenarnya dia berusaha menyibukan dirinya karena tidak ingin melibatkan dirinya pada hal hal yang menurutnya tidak terlalu penting.


__ADS_2