
Kinan sudah berada di teras di sebuah gria tawang mewah tepatnya di Avenue du president kennedy, tepat di jantung kota Paris. Dia bersama seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dan modis. Meskipun umurnya yang sudah menginjak kepala 4 namun tak sedikitpun keriput di temukan disana.
“Ayuk sayang kita masuk” ajaknya
“Tante, ini rumah siapa?” Katanya ragu saat melihat beberapa kali wanita itu salah memasukan kode sebelum akhirnya pintu terbuka.
Kinan memanggil wanita itu dengan akrap, meskipun agak kikuk karena bagaimanapun, wanita itu adalah ibu dari calon bosnya. namun karena wanita itu yang memintanya demikian maka Kinanpun melakukanya.
“Ohh... nanti kau juga akan tau. Yuk, kita masuk dulu”
Aroma maskulin menyeruak menembus indra penciumanya.. ada rasa yang cukup familiar disana, namun sayang, Kinan tak ingat kapan terakhir kali mencium aroma ini. Sungguh aroma yang berkarakter, dingin, namun menggoda.
“Duduklah, akan ku buatkan kopi untukmu” ucap wanita itu ramah.
Kinan hanya tersenyum mengangguk.
Tak banyak hiasan dinding dan pernak pernik disana, sehingga rumah luas ini terkesan semakin longgar. Sepertinya pemilik rumah ini orang yang dingin,itulah yang tergambar di sana.
“Lihat, kau pasti merasa pemilik rumah ini orang yang tidak hangat kan?” Wanita itu menghampirinya membawa dua cangkir kopi dan di letak kan di atas meja.
Kinan hanya tersenyum wanita itu bisa membaca pikiranya.
“Disini, di rumah ini kau akan bekerja” ucapnya terhenti sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya.
Dia menghela nafas kadar “Putraku adalah orang yang nyaris tidak pernah bergaul dengan wanita. Sebenarnya dia mengalami sindrom caligynophobia. Entah sejak kapan tante juga tidak begitu yakin. Semakin bertambah umurnya ketakutanya bukanya hilang justru semakin bertambah.”
Kinan mengerutkan dahinya.
“Bukan takut secara ekstrim, dia hanya tidak membiarkan para wanita menyentuh dirinya, itulah kadang tante merasa sangat frustasi” dia menerawang jauh ke depan.
“Lalu tante, bagaimana mungkin Kinan bisa bekerja dengan orang seperti ini... ups.. maksud Kinan.. maaf, putra tante..”
__ADS_1
“Tak apa, tante tidak marah. Kamu tak perlu kawatir, kali ini tante berani jamin.. kau akan di perlakukan berbeda” senyum wanita itu
“Maksud tante??
“Oh.. maaf, maksud tante kali ini dia pasti bisa menguasai rasa phobianya.”
Kinan hanya tesenyum ragu
“Sayang, tante harap kamu bisa menjaga putra tante.. tante akan sangat berterimakasih sekali apabila kamu bersedia menerima pekerjaan ini”
“Yahh,,, meskipun tante yakin sebenernya kamu dari keluarga yang sangat berkecukupan, tapi tante lihat kamu memiliki masalahmu sendiri. Sementara ini tinggalah disini, kamu tak perlu terlalu terbebani dengan pekerjaan rumah.. tante cuma berharap kamu bisa membantu tante menyembuhkan kesulitan putra tante.”
Kinan tersenyum “tante, tante jangan kawatir, akan Kinan lakukan yang terbaik” ucapnya meskipun dia sendiri tak yakin.
Tak terasa sudah satu jam mereka mengobrol disana, saatnya wanita itu pamit setelah menerima telephon dari seseorang di seberang sana.
“Ingat ya, jangan biarkan siapapun masuk tanpa ijin nya. Karena dia benar benar tidak menyukai orang asing masuk rumahnya. Dan sebelum dia menerimamu sebagai orang yang akan tinggal disini, sebaiknya jangan menyentuh barang barangnya..”
“Sepertinya aku menemui orang yang sulit di hadapai”
“Ahhh.... bodo amat, yang penting aku bisa menghemat pengeluaran, nonton tv sepuasnya dan tidur di kasur yang nyaman”
Ucapnya sendiri sambil melemparkan tubuhnya di sebuah kasur besar yang nyaman..
Kinan memandang ke sekeliling, tak ada warna lain di sana, tirai putih, sprey putih, nakas putih, bahkan walk-in closet pun dengan nuasa putih, hanya di beberapa bagian saja cat dinding yang berwarna agak ke biruan.
“Seperti apa ya si pemilik rumah ini, jangan jangan dia orang yang kejam, suka memukul, atau bahkan pembunuh berdarah dingin,hyyy” Kinan bergidik ngeri membayangkannya.
“Ahh tak perlu kawatir, aku kan ahli menendang orang, akan ku tendang kalau dia berani macam macam.
Hari makin siang, rasa kantuk mulai menyelimutinya, sepertinya mandi akan menyegarkanya.. bersih beraih? Nanti saja, tante bilang calon bos nya akan pulang sekitar jam 7 malam.
__ADS_1
Tak lama, Kinan sudah membenamkan dirinya di bath up kamarnya.. benar benar rumah yang super mewah, bahkan kamar pembantu saja ada bath up nya hihihihi..
“Ehh... kenapa aku lupa menanyakan namanya tadi? Jadi aku panggil dia apa nanti.. bodohnya aku”
Kinan memejamkan matanya, berendam memang dapat membuat hari merasa menyenagkan.
Krieettt...
Terdengar sebuah pintu terbuka dan tertutup kembali.. langkah kaki dari sepasang sepatu pantofel semakin terdengar jelas. Ada rasa takut sekaligus penasaran menyelimutinya.
“Oh my God, aku lupa mengunci pintu kamar” Kinan mulai kebingungan ketika menyadari bahwa bajunya dia letak kan di atas kasur sedangkan handuknya pun lupa dia bawa.
Kinan clingak clinguk mencari cari sesuatu yang sekiranya dapat di gunakan menutupi tubuhnya.
Langkah kaki itu semakin mendekat, semakin mendekat, dan semakin mendekat...
Krieett...sreeekkkk... !! Pintu kamar mandi terbuka di lanjutkan tirai penutup yang juga di bukanya dengan penasaran.
Aaaaaarrrrggghhh.....!!! Bug bug bug....
Byuuuurrrr.......!!!!
***
Ada yang tau kira kira siapa yang datang??
a. Pencuri
b. Pemilik rumah
c. Tukang ledeng
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment ya, supaya author makin semangat lanjutin ceritanya... trimakasih ☺️