Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Wedding Dress


__ADS_3

Si sebuah sofa ruang tunggu bernuansa gold yang elegan, disanalah Dave berada. Di meja, telah di sajikan untuknya peach roses dan summer fruit daiquiris di dalam glasswere yang cantik.


Dave tampak gelisah, beberapa kali dia melirik pada jarum jam yang berputar searah di pergelangan tangan kirinya. Sudah hampir 20 menit dan Kinan masih juga belum menampakkan diri. Dave membolak balik kan halaman majalah yang sedari tadi di pegangnya. Tak ada sesuatu di sana yang menarik menurutnya, pikiranya tengah membayangkan bagaimana penampilan Kinan saat tirai di hadapanya di sibakkan.


Lima menit berikutnya, tirai itu tersibak.. dan seorang wanita cantik terlihat mengenakan gaun pernikahan yang sangat anggun dan elegan.. ini benar-benar membuat Dave tercengang. Ball gown wedding dress melekat sempurna pada tubuh Kinan. Sebuah gaun pernikahan indah yang di dominasi dengan warna putih terlihat memancarkan aura seorang ratu. Rambutnya di gelung, headpiece bunga-bunga dan wedding veil yang menjuntai hingga ke bawah terlihat sangat serasi dengan gaunya.


“Dave?”


Panggilan Kinan membuyarkan lamunan Dave. Sungguh cantik wanita di hadapanya saat ini.. dia tersenyum “kau cantik sayang” ucapnya


“Nona Kinan, tuan Dave memesan baju ini khusus untuk anda. Ini sebuah kejutan karena saat datang dia hanya membawa perkiraan ukuran tubuh anda. Kami sangat kewalahan.. namun akhirnya kami puas karena tidak banyak yang harus di perbaiki” ucap manager otu pada Kinan dengan senyum ramahnya.


Kinan tersenyum


“ini berat Dave” ucapnya merengek sementara Dave ganya tersenyum.


“Apakah anda tau nona, di gaun yang sedang anda kenakan ini terpasang 200 butir berlian” ucapnya lagi.

__ADS_1


“200 berlian? Ga salah?? Bagus, aku akan jadi toko perhiasan saat aku mengenakanya. Atau mungkin aku akan jadi sasaran tembak para bandit saat berita tentang berlian ini tersebar. Mampuslah aku...!!” Ucap Kinan dalam hati sambil menepuk keningnya sendiri.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Dave khawatir


“Tidak, sepertinya nyawaku tidak akan lama lagi” jawab Kinan menerawang


“Apa kau butuh nafas bantuan sayang?” Goda Dave


“TIDAK!” Teriak Kinan di ikuti tawa manager dan beberapa asistenya.


“Kinan, tak lama lagi kita akan melangsungkan pernikahan kita, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu, kau sangat istimewa untukku” Dave sangat jujur dalam menyampaikan perasaanya.


***


“Dave, kog kita nikahnya cepet-cepetan gini sih? Bukanya baru semalem kita melangsungkan pesta tunangan?” Kinan merasa ini terlalu cepat.


“Biarin, om dan tante juga udah kasih ijin kog.” Ucap Dave percaya diri

__ADS_1


“Bukan gitu, aku gak mau lah di kira udah hamil duluan. Secara, orang tu kalo nikahnya buru-buru tu biasanya hamil duluan!”


“Itu kan di indonesia. Kalau Di siniapa ajah boleh”


“Gak ahh... pokoknya kalo nikah cepet berati hamil!” Kinan tetep bersikikuh dengan pendapatnya.


“Oo.... jadi kamu maunya hamil duluan? Boleh deh! yuk kita pulang, aku mau usaha buat kamu hamil duluan” Jawab Dave sok pasang muka mupengnya


“Apaan sih kamu iihhh...!” Muka Kinan bersemu merah, dia berusaha menyembunyikan rasa malunya di balik kedua telapak tangannya...


****


Apa yang terjadi kira kira di adegan selanjutnya...


Yuk intip di bab berikutnya 😅


Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak 🥰

__ADS_1


**


**


__ADS_2