Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Aku Ingin Bertunangan


__ADS_3

Entah dimana dirinya saat ini, sebuah dimensi yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya. Hanya ada warna putih disana.


Sayup-sayup Dave mendengar isak tangis seorang gadis menyebutkan namanya. Suara yang ia sangat rindukan telah memanggil-manggil dirinya.


“Dimana aku?” Ucap Dave dalam imajinasinya.


Dia masih mendengar suara Kinan yang begitu jauh. Suara yang mengisyaratkan kerinduan begitu dalam membuat Dave ingin segera berlari memeluknya.


Perlahan kelopaknya terbuka, pandangannya mulai beradaptasi dengan cahaya lampu yang berpendar di ruangan itu. Hal pertama yang di lihatnya adalah..


“Ki..Kinan...” dia melihat gadis itu menggenggam jemarinya. Matanya terpejam seolah membayangkan banyak hal dalam pikiranya. Gadis itu bahkan tak merespon panggilannya yang lemah.


“Ki...Kinan...” Dave memanggil gadis kesayangannya itu lagi...


****


“D...Dave...??!”


“Dave? Kau bangun? Dave kau sudah sadar” hati Kinan seolah melonjak kegirangan. Air matanya menetes kembali. Namun kali ini adalah air mata bahagia. Laki-laki yang dia rindukan

__ADS_1


telah terbangun dari tidur panjangnya.


Semua orang disanapun di buat tak percaya, akhirnya harapan dan doa mereka telah terjawab. Dave, telah siuman.


“Aku akan panggilkan dokter!” Lompat Aldo menyadari keajaiban yang baru saja datang.


Semua orang menghampiri Dave dengan wajah yang berbinar. Mereka bahagia akhirnya Dave telah sadar. Bellena memeluk putranya dalam tangis bahagia. Dia tak dapat menyembunyikan perasaan yang membuncah itu.


“Sayang tenangkan dirimu, Dave masih lemas, kau jangan memeluknya terlalu erat” ucap William menepuk bahu Bellena perlahan. Dia sebenarnya juga tak kuasa menahan perasaan bahagianya tatkala melihat putra satu-satunya telah siuman.


Tak berapa lama dokter masuk ke ruangan itu di ikuti oleh dua orang asisten dokter. Dengan cermat dokter memeriksa frekuensi tekanan jantung Dave dan pernafasanya. Setelah asistenya mencatat perkembangan terbaru dari pasienya kedua perawat itu segera melepas alat-alat medis yang masih menempel di tubuh Dave.


“Tuan William, detak jantung dan pernafasan tuan David semuanya bagus. Tak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Namun meski begitu kami akan terus memantau perkembanganya. Hanya saja, jangan buat pasien terlalu capek. Itu mungkin tidak baik” ucap Dokter itu dengan ramah.


“Tentu, trimakasih dokter” ucapnya kepada dokter itu sebelum dokter dan kedua asistenya meninggalkan ruangan itu.


“Ma... sayup-sayup tadi aku mendengar, ada seorang gadis yang bersedia bertunangan denganku. Siapa dia??” Dave sengaja membuat Kinan tampak malu.


Mendengar ucapan Dave, sontak semua orang yang ada di sana tertawa dalam tangis bahagianya.. mereka saling berpandangan kemudian sambil tertawa, kompak mereka menyebut satu nama..

__ADS_1


“Kinaaann....!”


Mendadak wajah Kinan bersemu merah, semua orang yang ada di sana tertawa terpingkal-pingkal. Karena tak kuasa menahan malu, Kinan memilih berlari meninggalkan ruangan itu..


Bug! Kinan menabrak orang lagi. Namun kali ini dia yakin siapa laki-laki yang bertabrakan denganya tanpa sengaja.


“Kak Mike?” Ucapnya spontan


“Dave? Bagaimana Dia? Aku mendapat kabarmu dan segera menuju kesini? Bagaimana keadaan Dave?” Ucapnya cemas


“Dia sudah sadar Kak, temuilah dia” ucapnya tersenyum..


Hari ini adalah hari terbaik setelah beberapa bulan yang membuatnya menguras banyak air mata. Dave akhirnya sadar. Dave, kekasih masa kecilnya, seorang yang seharusnya menjadi tunangannya dan satu-satunya laki-laki yang mengisi ruang di hatinya..


***



Setelah di rawat berbulan-bulan rambutnya mulai gondrong 🤭

__ADS_1


Author nantikan laik dan komen nya ya 🥰


__ADS_2