
Di dalam kamar hotel itu, masih terlihat air yang membasahi lantai di sekitar wastafel. Dave memerhatikan suasana di ruangan itu, sebuah travel bag telah terbuka di atas sofa. dia segera menghampirinya. Di periksanya isi tas itu, sepertinya ada yang kurang
“Ahh benar” ucapnya sembari mengingat kejadian barusan. Tak salah lagi, gadis itu pasti mengenakan kemejanya.
Bukanya marah, Dave justru tersenyum membayangkan yang bukan bukan.
“Ahh maaf, aku agak lama.. dan sekali lagi aku harus merepotkanmu” ucap Kinan saat dia telah selesei mengganti bajunya”
Baru di sadarinya, ternyata laki laki itu mengorbankan denim nya untuk menyumbat kran yang bocor, sehingga dia hanya bertelanjang dada saat ini.
Kinan kembali terpesona dengan ketampanan yang dimiliki laki-laki itu, apalagi saat terexpose otot2 nya yang kekar dan perut sixpack nya nyaris saja membuat kinan ingin menyentuhnya
“Aiiissshhhh, tahan diri, jangan buat malu” ucap Kinan dalam hati
“Ok nona Kinan, jadi bagaimana menurutmu setelah dua potong bajuku harus menjadi korban di waktu yang sama?” Ucapnya selanjutnya
“Ahh, iya sory.. “ Kinan tersenyum menyeringai.
“aku terpaksa memakai baju yang ada di tasmu karena tidak ada baju sama sekali, dan yang ada di kran itu.. itu tindakanmu sendiri. Sebenernya bisa saja kamu menyumbatnya dengan taplak meja atau lainya..”
“Tapi biar bagaimanapun terima kasih, aku janji akan mengganti kerugianmu”
“Oh ya, tapi aku nggak butuh uang”
“Oh baiklah tuan Dave, kamu bisa menggantinya dengan apapun” ucap Kinan bersalah.
__ADS_1
“Benarkah?”
“Tentu”
“Lalu,, bagaimana dengan sebuah ciuman?”
“Apa??!! Sory, aku aku nggak bisa. Kamu bisa memilih yang lain saja” ucap Kinan sedikit geram. Apa-apaan pria ini. Otaknya benar-benar mesum. Ok Meskipun mata Kinan mengakui akan ketampanan Dave dan dia begitu terhipnotis tubuh atletis pria itu, tapi bukan berati Kinan harus menciumnya.
“Tapi aku tidak ingin yang lain”ucapnya tersenyum licik..
“I say no!!” Ucap Kinan jelas.
Namun nyatanya Dave tidak menggubris ucapan Kinan, dia justru berjalan mendekati Kinan.
Namun lagi-lagi Dave terus mendekatkan tubuhnya perlahan ke arah Kinan.
Tak terasa badan Kinan sudah terhimpit pada dinding kamarnya sementara tubuh Dave hanya beberapa centi saja darinya. Dave dapat merasakan nafas Kinan yang tersengal-sengal mengenai wajah Dave.
Tak dapat di pungkiri jantung Kinan berdetak begitu hebatnya, sementara Dave semakin memangkas jarak di antara keduanya.
Pelahan, bibir Dave sudah menyentuh bibir Kinan, Kinan merasa tubuhnya seakan tersengat aliran listrik. Bukanya melepaskan ciuman itu, Dave justru memperdalam ciumanya. Dia menjamah bagian dalam bibir Kinan dengan lidahnya yang hangat. Anehnya, merasakan sensasi yang luar biasa, Kinan justru tanpa sadar merespon dengan saling berpagut dan menyesap.
“Plakk!!”
Sebuah tamparan mendarat di pipi Dave saat kesadaranya mulai membangunkanya.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan??!” Ucap Kinan geram. Bisa-bisanya lelaki ini begitu kurang ajar kepadanya.
“Tidak ada, aku hanya meminta upahku” ucap Dave menyeringai.
Dave segera mengambil travel bagnya. Dia mengambil salah satu t-shirt di sana dan memakainya di hadapan Kinan. Dave berlalu dari ruangan itu setelah dia mengucapkan kata “kita akan bertemu lagi”
Dave melemparkan senyum dan kerlingan matanya dan sekejap hilang dari balik pintu..
“Dave sialaaaaaannnnnn!!!”
Sebuah bantal melayang ke arah Dave. Namun sia-sia saja, nyatanya pintu sudah tertutup terlebih dahulu dan Dave telah menghilang dari pandanganya.
Kinan benar-benar merasa geram dengan ulah pria mesum itu. Bisa-bisanya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Bermacam sumpah serapah di layangkan untuk Dave, dari giginya mendadak tonggos saat bangun tidur sampai mengalami time travel ke jaman batu.. bertemu dengan orang-orang yang hanya tau berbicara “hu hu ha ha” dan berbaju daun.
“Saat itu ku pastikan tampangmu pasti mirip lemper” ucapnya setengah berteriak
***
Sementara di balik pintu, Dave berdiri mematung..
Dia dapat mendengar gadis itu sedang berteriak, mengumpat padanya. Bukanya marah, Dave justru sedang berusaha menguasai dirinya. Dia memegang dadanya. Dave, merasakan jantungnya berdetak kencang kali ini..
“Apa yang terjadi, apa jantungku rusak?? Apa aku sedang menderita suatu penyakit?? Ahh..Aku harus segera menghubungi Richard” dokter pribadi sekaligus teman kampusnya dulu.
Tanpa Kinan ketahui, ini adalah pengalaman pertama pula bagi Dave.
__ADS_1