Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Kencan yang berantakan


__ADS_3

Semilir angin laut beritup membawa ombak dan riak kecil di pinggir pantai dan bercengkrama dengan eksotisnya pasir putih. Temaram lampu yang berjajar di sepanjang restaurant di tepi pantai menyinari riasan anggun yang memoles wajah ayunya.


Memakai halter dress dengan aksen renda-renda di bagian leher yang berwarna tosca, Kinan duduk di hadapan Dave. Suasana malam itu tampak romantis. Mereka sengaja memilih tempat dengan latar pantai dengan pasir putihnya. Sebatang lilin di dalam gelas kaca menjadi penerang di antara temaramnya lampu-lampu hias disana.


“Kau tampak cantik” puji Dave


“Bukankah aku selalu cantik” Ucap Kinan yang membuat Dave semakin melebarkan senyumnya.


“Kinan??”


“Em?”


“Gak jadi hehehe..”


“Apaan sih Dave, jangan buat penasaran dong?” Kinan memasan muka cemberutnya


“Aku cuma mau bilang....”


“Apa sih, tinggal ngomong aja repot banget”


“Hahaha.... sabar dong. Aku tu cuma pengen bilang, kalo hari ini kita resmi berkencan ya.. jadi jangan sekalipun dekat-dekat laki-laki lain”


“Idihhh.... belum juga apa apa udah ngancam duluan”


“Aku tu bukan ngancam, aku cuma ga pengen kehilangan lagi...”

__ADS_1


“Iya aku tau...” Kinan tersenyum


Musik mengalun merdu dari sebuah biola yang sengaja Dave pesan. Seorang pelayan berada di sana untuk melayani mereka menikmati makan malam yang romantis.


“Tapi Dave, aku...” Kinan ragu melanjutkan kalimatnya


“Apa?”


“Aku... tak enak hati dengan tante. Kau tau kan, aku bekerja untukmu sebagai pembantu rumah tangga. Aku takut tante akan....” kecemasan terlihat jelas di wajah Kinan


“Oh itu hehehe...”


“Kenapa tertawa..?” Kinan sedikit jengkel, Dave menertawakanya.


“Aku belum memberitahukan satu hal kepadamu” ucap Dave setelahnya.


“Memberitahuku? Apa?” Ucap Kinan penasaran.


“Sebenarnya.... sebenarnya aku ....” Dave tersenyum lebar gigi putihnya terekspos di hadapan Kinan “hehehe... sebenarnya, aku adalah orang tua dan botak yang kamu katakan tempo hari” Dave meringis mengingat ucapan Kinan kala itu.


“Tua? Botak? Kapan aku pernah bilang begitu?” Kinan semakin tak mengerti ucapan Dave.


“Itu... ketika aku bertanya padamu... kenapa kamu kabur dari rumah”


Kinan mencoba mengingatnya, apakah benar dia pernah menyebutnya seperti itu. Tiba-tiba sebuah bayangan beberapa hari yang lalu muncul di kepalanya. Kinan tak percaya, ada rasa terkejut di hatinya, Dave adalah laki-laki itu. Laki-laki yang orang tua mereka jodohkan untuk Kinan.

__ADS_1


“Apa??? Jadi...jadi kau??” Kinan berdiri, ucapannya setengah berteriak merasakan kecewa di hatinya.


“Apa tante juga tau?”


Dave mengangguk “tentu saja. Bahkan om Adrian dan tante Jemny juga tau”


“Jadi... jadi selama ini aku, hanyalah leluconmu Dave? Lelucon kalian semua? Kau benar benar keterlaluan” Ada rasa marah di hatinya, dia telah mempercayai Dave, mencintai dengan sepenuh hati. Namun justru Dave membuat ini seperti lelucon


“Kinan, jangan marah.. aku juga tak tau awalnya... Kinan, tunggu... Kinan jangan pergi dulu..”


Kinan tak merespon ucapan Dave, dia pergi begitu saja meninggalkan Dave dalam temaram lilin dan gemercik ombak


“Kinan, tunggu.. bukan itu maksudku” Dave berteriak memanggil Kinan. Namun sayang, Kinan sama sekali tak berhenti. Dia terus berjalan meninggalkan Dave dengan cepat.


Kinan menyusuri jalanan di tepi pantai, dia merasa kecewa, Dave membohonginya. “Bagaimana bisa mereka berkomplot untuk membuatku tampak seperti lelucon. Tante sengaja membawaku ke apartemen Dave, sementara Dave perpura-pura menjadi orang asing bagiku, sial sekali nasibku” Kinan merutuki dirinya sendiri.


Dia berjalan tanpa tau arah, menyusuri jalan setapak yang entah membawanya kemana, hingga kakinya melangkah pada kegelapan tanpa sebuah cahaya. Dan dia tak tau dimana dia saat ini berada.


Sementara di sudut yang lain, seseorang memperhatikan kejadian demi kejadian.. dan dia tersenyum melihat pertengkaran itu. Seonggok dendam yang membuncah mengisyaratkan sesuatu yang buruk. Dia memainkan sebuah pisau lipat di tangan kirinya. Seorang wanita Kidal yang sedang merencanakan hal buruk untuk mareka.


***


Oh ya Sekedar mengingatkan kepada para readers ya.. Kinan pernah bilang Dave tua dan botak pada bab 28 ☺️


Baru juga jatuh cinta...

__ADS_1


Tapi kalo gak ketemu masalah kayak kurang bumbu ya... 😅


Selamat membaca para readersku...


__ADS_2