
“Halo..” suara bariton dari seberang sana terdengar jelas ketika beberapa kali dering panggilan terdengar.
“Halo tuan, apa saya sedang berbicara dengan tuan David McLaughlin” jawab Kinan ragu.
“Iya, siapa ini? Apa saya mengenal anda?”
“Oh saya Kinan, syukurlah.. bisakah kita bertemu? begini.. aku sedang kehilangan barangku dan mungkin anda juga sedang mencari2 barang anda” ucap Kinan setengah riang karna akhirnya dia akan menemukan tasnya..
Sebelumnya Kinan mencoba mencari cari di dalam tas itu barang kali ada pengenal yang bisa di hubungi di sana, benar saja ada bebebrapa berkas dan kartu nama yang mewakili si pemilik benda itu.
“Sebenarnya barang2 saya tidak terlalu berharga, tapi sayangnya semua baju saya ada di dalam sana dan saat ini saya tidak ada baju ganti, jadi maukah anda mengantarnya kemari”
“Ohh... jadi siapa anda berani menyuruh saya??” Ucap suara datar dari laki2 di seberang
__ADS_1
“ tolong lah tuan.. saya tidak bisa ke toko baju tanpa berpakaian.. anggaplah anda sedang melakukan kebaikan dengan menolong saya saat ini, lagipula apakah anda tidak membutuhkan paspor anda?”
“ Kalau begitu pergi saja ke toko baju tanpa berpakaian.. mungkin pihak toko akan memberikan discount khusus” ucap laki2 itu lagi seolah- olah tidak membutuhkan barang barangnya.
“Oh baiklah kalo begitu tuan, mungkin paspor ini akan saya bakar saja” kata kinan geram
“Silakan saja, anak buahku bisa mengurus lagi untuk ku” jawab laki-laki itu lagi.
Kinan semakin geram di buatnya, dia sedang berbicara merasa dengan orang gila saat ini.. sementara dia harus menghemat pengeluaran karena menggunakan telefon hotel.
“Tu.. Tunggu-tunggu... aku..”
“Saya akan kirimkan alamatnya, 30 menit kalo anda belum datang bersama barang saya, saya terpaksa melakukan persis seperti yang saya bilang barusan.. ingat, jangan sampai barang saya kurang meskipun hanya sepotong” klik.... kinan menutup telp nya sepihak. Dia merasa geram dengan laki- laki itu.
__ADS_1
“Bagaimana ada orang yang menyebalkan seperti dia” gerutunya dalam hati.
“Andai saja ijazahku tidak di dalam koper itu aku tidak akan repot repot mencarinya. Bahkan baju saja semua ada di sana.. duh bodohnya aku”
Kinan berharap ancamanya bekerja pada orang gila di seberang sana.
Kinan, menelangkupkan tubuhnya di atas sofa di kamarnya. Dia hanya berbalut selimut tebal. Sambil terus menerus merutuki kebodohanya. Andai saat itu dia lebih jeli, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi.
Dia melihat ke sekelilingya.. tidak ada yang dapat dia lakukan kecuali menunggu kedatangan laki-laki itu dengan sekoper baju yang dia bawa saat kabur dari rumah.
Rasa bosan mulai menjalari dirinya, ingin rasanya keluar menghirup udara segar kota Paris, namun apa daya.. kondisinya saat ini justru sangat tragis.. bergantung kepada orang lain yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Dia membenci keadaan ini.
“Ini gara- gara perjodohan sialan itu.., harusnya papa mama meminta persetujuan dari Kinan, bukan semaunya ajah..” gerutunya
__ADS_1
“Aahhhh... lihatlah pa, ma..... Kinan benar-benar seperti orang bodah sekarang!!” Teriaknya sendiri.