
“Dave, aku punya kabar untukmu..., kau tau ini gila!” Mike tiba tiba menerobos ke dalam ruangan di kantor Dave..
Dave hanya pura pura berwajah datar “aku tau” katanya tanpa mengalihkan perhatianya dari setumpuk berkas pembangunan royale estate di hadapanya.
“Apa? Kau tau? Tidak, tidak mungkin... ayolah kau harus mendengarkan ceritaku” pintanya bersemangat.
“Aku tau”
“Dengar Dave... apa kau tau siap gadis itu?? Oh my God... oh... my... God...” ucapnya sengaja terputus putus.
“Aku tau” lagi lagi kalimat singkat itu yang di katakanya
Mike bingung, tidak tau maksudnya..
“Ok, dengar.. dia.. ahh, maksudku gadis itu, gadis yang membuat kamu kehilangan jati dirimu itu , dia adalah kinan.. Kinan.”
“Apa? Kehilangan jati diri?? Bicara apa si gila ini” ucapnya dalam hati sambil mengerutkan kedua alisnya.
“Nama Lengkapnya Kinan Anastasia, anak ke dua dari pasangan Adrian Surya dan Jenny Loggins, dari Indonesia” ucap Mike ber api api.
Kali ini Dave meletak an pekerjaanya dan memperhatikan Mike dengan santainya.
Mendapat perhatian itu, Mike semakin bersemangat.
“Dan apakah kau bisa menebaknya Dave, benar, dia adalah wanita yang perjodohanya di atur oleh kedua orang tuamu untukmu beberapa hari yang lalu”
Mike telah mendengar cerita tentang rencana orang Dave atas perjodohan itu. Awalnya Mike menertawakan Dave, bukan karena rencana orang tuanya tentang perjodohan, tp karena dengan berat hati Dave menyerah begitu saja.
“Aku tau”
“Kau tau?... tunggu... apaaa..??Kau tau?? Kau ..benar benar tau?? Maksudmu.. kau tau dia adalah gadis dalam perjodohan itu??”
“Dave mengangguk kan kepalanya”
__ADS_1
“Dasar kau sialan...” sebuah bantal kursi yang berada di sofa ruangan itu terlempar ke arah Dave...
“Jadi kau sengaja mengerjaiku em?”
“Diamlah, aku juga baru saja tau”
“Maksudmu, orang tuamu baru saja memberi tahumu?”
“Begitulah..”
“Ok” Mike menghela nafas kasar “Ok”
“Selnjutnya, apa rencanamu?” Tanya Mike penasaran
“Rencana, entahlah..aku masih belum bisa memikirkan rencana, apa kau ada??” Dave berbalik tanya pada Mike
***
Disisi lain,
Setelah membayar di kasir, Kinan keluar dari toko itu dan duduk tak jauh dari sana. Sebuah bangku kayu bercat putih, di samping kanannya tertata rapi aneka bunga yang bermekaran.
“Plok...” sebuah benda berwarna hitam jaruh tepat di depanya setelah seseorang baru saja melintas..
“Attend madame” ( tunggu nyonya) ucap Kinan seraya berdiri ingin menyerahkan barang yang nyatanya adalah sebuah dompet.
“Iya?”
“Nyonya, anda menjatuhkan barang anda” ucapnya menyodorkan benda itu
“Oh, merci” ucapnya
Kinan tak menyadari, bahwa itu adalah suatu kesengajaan.
__ADS_1
Perempuan itu belum beranjak, dia memperhatikan apa yang di baca kinan
“Kamu sedang mencari pekerjaan?” Tanya nya ragu
“Oh, ini karena, saya... yah... semua orang butuh pekerjaan” jawabnya terbata.
“Boleh saya duduk di sebelahmu?”
“Tentu nyonya, silakan”
“Pekerjaan apa yang sedang kau cari”
Kinan tersenyum spontan.. “saya tak pilih pilih dalam hal ini”
“Kenapa kamu memcari pekerjaan? Sepertinya kamu bukan orang yang... yahh begitulah” perempuan itu agak ragu. bagaimana Kinan mencari pekerjaan sementara dari semua yang dia kenakan bukanlah barang murah.
“Kau ada masalah?” Wanita itu bertanya lagi.
“Maaf, aku tidak bisa mengatakan”
“Tak apa, bagaimana jika aku menawarimu pekerjaan? Tapi, apakah kau bisa masak?”Ucap wanita itu, dia tersenyum.. sepertinya ini ide yang bagus, ucapnya dalam hati.
“Benarkah? Yah.. tentu saja”
“Aku punya seorang anak yang tinggal di sebuah apartemen. Dia jarang memperhatikan waktu makan. Meskipun saat sedang di rumah dia selalu lupa makan karena mengingat begitu sibuknya dia.” Wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik itu mulai bercerita.
“ Dia tinggal sendiri di sana, dan... “
“Dan apa nyonya...”
“Tak apa... jika kau mau kau bisa mengurus semua keperluan putraku. Bagaimana?”
“Baiklah nyonya... “ ucap Kinan senang” tapi bolehkan aku meminta waktu saat kuliahku sudah di mulai?”
__ADS_1
“Tentu, saat pagi putraku akan lebih banyak di kantor”
Kemudian mereka mulai bercerita akan banyak hal.. tanpa Kinan sadari, dia sudah masuk ke dalam rencana indah wanita itu.