
Sebuah mobil mewah memasuki halaman Mansion yang ada di kawasan elite Bougival. Seorang dengan tampang maskulin nampak keluar dari dalam mobil itu. Dia di sambut ramah oleh seorang butler di mansion itu.
“Bienvenu, jeune maitre” (selamat datang, tuan muda) ucapnya hormat pada laki laki bernama David itu.
“Bonjour Alex, ca va” (hallo Alex, apa kabar?”)
Ucapnya pada butler itu dengan senyuman
“Je vais bien” saya baik baik saja.. ucapnya pada Dave kemudian memersilakan ke dalam karena tuan dan nyonya nya sudah menunggu di sana.
“Halo ma, pa, apa kabar.. bagaimana perjalananya.” Sapanya kepada kedua orang tua nya sembil mengecup pipi mamanya.
“Tak ada masalah, semua berjalan lancar” sahut papanya
“Sayang kemarilah, duduk sebelah mama” pinta mamanya kepada dirinya.
“Ada apa pa, ma... apa ada hal serius yang ingin kalian sampaikan?” Tanyanya ketika sudah berada di samping mamanya.
“Begini sayang..., kau tau kan bahwa perjodohanmu akhirnya di tunda karena suatu sebab”
Dave hanya mengannguk menanggapi ucapan mamanya.
“Sebernya dia kabur”
“Apa??”
Jujur, Dave tidak tau bahwa pertunangan nya dengan gadis dari Indonesia itu ternyata di batalkan karena alasanya adalah gadis itu kabur. Karena pada saat itu orang tuanya hanya mengatakan bahwa pertunangan di batalkan karena suatu sebab. Dave tidak bertanya detailnya, karena sebetulnya dia sangat bersyukur bahwa pertunangan itu akhirnya di batalkan.
Yahhh.... ini adalah ulah kedua orang tua nya. Tiba tiba di jodohkan, dan tiba tiba pula di batalkan.
__ADS_1
Awalnya Dave menolak tentang perjodohan ini, tak hanya sekali, Dave bahkan selalu berusaha menolak setiap usaha perjodohannya dengan perempuan pilihan orang tuanya. Namun kali itu Dave tak bisa berbuat apa apa karena tiba tiba dia mendengar kabar dari William bahwa sang mama berada di dalam rumah sakit dengan pergelangan tangan di perban. Wanita itu mencoba bunuh diri jikalau anak laki laki satu satunya tak menyetujui perjodohan itu.
Andai saja Dave tau, bahwa semua itu adalah sandiwara kedua orang tua nya, dan juga dokter Richard, dia tak kan pernah memyetujui perjodohan itu.
“Tunggu, dia kabur?? Oh, itu bagus. Setidaknya aku tak perlu mengikuti kemauan kalian” ucapnya lega
“Tidak sayang, bukan itu yang sedang kita bahas sekarang” ucap Belena
“Dave dengarlah.. dia memang kabur, tapi apa kau tau dia kabur kemana? William berhenti sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya. “Disini, di paris”
Deg.. “gawat” batin Dave
“Yah, dan orang orang papa sudah menemukan keberadaanya” timpal william kepadanya
“Tidak pa, ini gila.. dia kabur dari perjodohan pa.. apa yang harus di harapkan lagi?? Mungkin dia sudah punya pacar. Dave tak mau seorang gadis yang sudah terjamah”
“Sayang dengarlah, apa kau tidak percaya mama dan papa... sebelum menjodohkanmu dengan seorang gadis tentu kami tau apa yang menjadi ketidak nyamananmu” mamanya berusaha selembut mungkin jika berbicara dengan rasa pobhia yang di alami putranya. Dave tak hanya risih dengan para gadis, dia bahkan membenci gadis yang sudah tak lagi bisa mempertahankan keperawananya.. meskipun kolot di jaman sekarang ini, namun itulah Dave dan kelainanya.
“Jadi maksud papa dan mama??” Dave mencoba semakin penasaran
“Carilah gadis ini.. dan buatlah dia mencintaimu” ujar William seraya meletakan foto gadis itu ke atas meja.
Dave tidak meliriknya sama sekali, dia merasa dunianya hancur sekali lagi, ternyata kedua orang tuanya masih belum menyerah.
Sementara di relung hatinya tanpa dia sadari seorang gadis telah berada di sana.
“Sayang, ayolah... kamu pasti bisa..” mama papa selalu mendukungmu..
“Dave, cobalah untuk mengenalnya.. mungkin dia akan berbeda dengan gadis gadis lain di luar sana” ucap William mencoba meyakinkan.
__ADS_1
“Tapi pa..”
“Mama mohon sayang, cobalah buka hatimu untuk seorang wanita” rasa khawatir seorang ibu atas pobhia putranya benar benar membuatnya frustasi.
Dave menghela nafas kasar “Pa..,ma... sebenernya Dave.... “ Dave tidak melanjutkan kalimatnya.. kedua matanya menangkap sosok seorang gadis yang berapa di dalam foto di atas meja itu..
Secepat kilat dia mengambilnya, dia melihatnya lekat lekat
“Ki kinan???” Dave terkejut bukan main, seketika matanya berbinar. Sementara justru kedua orang tuanya malah di buat bertanya tanya akan sikapnya.
“A.. apa kau menenalnya Dave?” Tanya william pelan
“Pa, ma... kenapa gak bilang dari tadi.... ?!” Ucap Dave bersemangat
“Apa?” Mereka semakin bingung
“Jadi kau mengenalnya sayang?”
“Dia Kinan ma, kinan” jawabnya tersenyum lebar. Kedua orang tuanya menyadari bahwa ada reaksi berlebihan di wajah putranya.
“Ok pa, ma... jangan kawatir... ini akan sesuai dengan rencana kalian... Dave pergi dulu” tak seperti biasanya,Dave sangat bersemangat kali ini. Bahkan otang tuanya hanya di buat ternganga tak berkutik melihat tingkah anaknya.
Dave setengah berlari peninggalkan kedua orang tuanya yang masih terpaku, dia membawa foto itu dan melaju dengan mobilnya ke jalanan beraspal.
Di jalan, tak henti hentinya dia menyenandungkan lagu yang mewakili suasana hatinya saat ini.
“Ini kejutan... yah... kejutan yang luar biasa”
“Kinan... tunggu aku” senyum dave dalam hati
__ADS_1