
Apartemen yang luas ini seakan tampak sepi ketika Dave tak di sisinya. Kinan sedang berpangku tangan di meja makan setelah menikmati makan siangnya. Dai merasa kesepian, sudah tiga hari ini Dave tidak mengubunginya. Roma- Italia, adalah sebuah tempat yang pernah terlintas di benaknya saat dia berniat kabur dari rumah kala itu, namun setelah tak banyak pertimbangan akhirnya Kinan memutuskan untuk sembunyi di Paris.
Sebenarnya, tante Bellena menawarkan Kinan untuk tinggal di mansionnya selama Dave pergi, namun Kinan menolak. Kinan memilih tetap tinggal sendirian di apartemen sampai Dave pulang.
Kinan sedang memainkan ponselnya ketika sebuah pesan masuk tertera di latar ponsel.
“Dave?” Sebuah nama terlihat jelas disana.
Dia membuka pesan itu dengan hati yang berbunga-bunga, akhirnya Dave mengirimkan sebuah kabar untuknya. Seutas senyum mengembang dari sudut bibirnya.
Jantung Kinan seakan meloncat dari tempatnya, dahinya berkerut, nafasnya menjadi tak teratur.
“Dave? Apa-apaan ini?” Kinan benar-benar terkejut melihat pesan yang di kirim oleh Dave.
Tak ada kalimat apapun disana, hanya sebuah foto yang menampilkan kemesraan sejoli di atas tempat tidur. Seorang yang Kinan tau persis siapa mereka.
__ADS_1
“Apa ini!” Kinan berteriak histeris
“aku benci kamu Dave!!” Teriaknya dengan keras. Tangisnya pecah.
Disana, Kinan melihat sebuah foto yang memperlihatkan Kekasihnya tengah tertidur lelap dengan bertelanjang dada, sementara itu seorang wanita berada di pelukannya. Wanita itu bahkan terlihat tanpa busana, hanya mengenakan selimut sebagai penutup tubuhnya sebatas perut ke bawah.
Kinan nyaris tak percaya bila tak melihat foto itu sendiri. Jadi ini alasannya Dave tak menghubungi dirinya selama tiga hari ini. Kinan benar-benar merasa hancur, cinta yang dia rasakan kepada Dave begitu besar sehingga rasa sakit itu pun terasa menyayat hatinya.
Belum tuntas dia terluka, pesan kedua datang lagi dari nomer yang sama..
“Dasar kau perempuan iblis!” Kinan berteriak memaki wanita dalam foto itu.
Tak salah lagi, dia adalah Nicole, wanita yang telah mendonorkan darahnya untuk Dave ketika Dave mengalami luka tembak saat melindungi dirinya dari Clara. Wanita yang sebelumnya membuat hati Kinan bertanya-tanya tujuan tersembunyinya. Namun Sekarang semua tampak jelas. Nicole menginginkan Dave tunangannya.
Dalam kegundahan hatinya, sebuah pertanyaan muncul di pikiranya,
__ADS_1
“bagaimana Dave bisa berduaan dengan wanita lain? Bahkan itu terlihat intim sementara Dave adalah penderita genophobia? Apa itu berati Dave sudah sembuh dari semua itu? Pantas saja, ketika di pesta pertunangan itu Dave bahkan tak keberatan berjabat tangan dengan Nicole. Atau jangan-jangan Dave mempermainkan ku?” Deretan pertanyaan berjejalan di pikiranya
Kinan duduk bersimpuh lemas, kakinya tak dapat lagi menopang berat tubunya.
“Dave, bisakah kau jelaskan padaku? Bisakah kau katakan ini hanya lelucon?” Hatinya perih setiap membayangkan apa yang mereka lakukan disana.
“Tidakkah kau bersemangat saat mengatakan hari pernikahan kita sudah dekat? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?”
PRANG!! Nyaring denting pecahan gelas seakan menandakan kehancuran pada hatinya. Segelas air putih terlempar dan pecahanya memenuhi lantai marmer itu
***
Di akhir bab, Author malah kehilangan kata.. kehilangan imajinasi tingkat dewa, mungkin butuh waktu untuk merangkai kata menjadi sebuah kalimat utuh.. 😔
Mohon dukungan dari readers semua ya
__ADS_1
Semangat author...!! 💪🏻