Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Kehadiran seorang wanita lain


__ADS_3

Kinan membuka matanya, hal yang pertama kali di lihat nya adalah lampu tidur yang berada di atas nakas, karena posisinya memang miring ke salah satu sisi. Dia memperhatikan sekitarnya,


“aku di kamarku?” Gumamnya dalam hati.


Kinan mencoba mengingat, sepertinya tadi dia masih nerada di kamar pribadi di kantor Dave. Dia duduk dan melihat ke arah jam digital di atas nakas.. jam 8 malam. Bagaimana dia bisa tak menyadarinya.


Kinan berdiri, perutnya merasa lapar. Dia akan mencoba membuat omelet untuk makan malam. Benar, dia bahkan lupa mambuat makan malam untuk majikanya.


Sesampainya di dapur dia melihat Dave sedang duduk di ruang makan sambil menikmati secangkit kopi.


“Kau sudah bangun?” Tanya Dave ramah.


Kinan memgangguk. “Bagaimana bisa aku berada di sini? Aku masih ingat betul kita berada di kantor” ucap Kinan duduk di kursi yang berhadapan dengan Dave.


“Jadi kau tak ingat?” Dave menyeruput kopinya lagi tanpa memandang Kinan.


Kinan menggeleng ragu.


Dave tersenyum. Tidak akan dia katakan bahwa dirinya telah menggendong Kinan dari kantornya hinnga masuk mobil dan begitupun saat turun dari mobil hingga kamarnya. Kinan bahkan tak menyadari, Dave sempat kehilangan kendali hingga mencium bibir Kinan saat Kinan sedang tidur pulas. Bibir Kinan begitu lembut dan menggoda sehingga Dave ingin mencicipi sekali lagi. Namun sial, saat Dave berusaha ingin lebih jauh ******* bibir Kinan, akhirnya terpaksa di urungkan karena Kinan menggeliat. Dave tak ingin tidur Kinan terganggu.


“Apa kau tak tau bahwa kau seperti babi saat tidur?” Ejek Dave pada Kinan


“Aku? Seperti babi? Enak saja” ucap Kinan cemberut tanpa menyadari bahwa Dave telah mengambil kesempatan darinya tadi.


“Apa kau pernah melakukan sebelumnya?”


“Melakukan apa mksudmu?” Kinan bingung apa yang sedang di tanyakan Dave kali ini.

__ADS_1


“Apa kau selalu tidur di sembarang tempat seperti babi? Pernahkah kamu tidur di rumah teman yang punya kakak laki laki?”


Kinan masih tak mengerti ucapan Dave, dia hanya menggeleng ragu.


“Sudahlah, jangan tidur di manapun seperti itu, yah.... kecuali bila ada aku tentu saja”


“Kenapa?” Kinan masih bingung


“Kau tidak aman” jawab Dave santai sambil menyeruput kopinya lagi yang tinggal setetes.


“Tidak aman?” Kinan masih bertanya tanya dalam pikiranya. Kemana arah percakapan kali ini” tiba tiba pikiranya menjurus ke satu hal, tergesa gesa Kinan menutup mulutnya sendiri tak percaya..”oh Tidaakkk!!, apa yang sudah laki laki cabul ini lakukan padaku?” Kinan menjerit dalam hati. Dia menutupi bagian tubuhnya , dia mengecek apakah ada sesuatu yang terjadi di sana.


“Dave, apa yang sudah kau lakukan, apa kau melihatnya?!!” Kinan setengah berteriak.


“Kau tenang saja, apa yang belum pernah ku lihat disana” Dave menjawab dengan santainya.


Seisi rumah tampak seperti kapal pecah saat bel berbunyi.


Ting tong...!


mereka ter enggah engah karena berlarian.


“Dave, siapa malam malam begini?”


“Entahlah?”


Kinan membuka pintu dan melihat siapa yang datang.

__ADS_1


“Siapa yang datang?” Tanya Dave dari dalam.


Wanita itu tiba tiba masuk tanpa mempedulikan Kinan yang membukakan pintu untuknya.


“Clara?” Ucap Dave heran.


“Maaf Mr.Dave saya mengganggu anda malam-malam. Mobil saya macet di dekat sini dan Hp saya kehabisan batrei. Saya tidak bisa memanggil derek atau sekedar menelephon taxi. Saya memberanikan diri meminta bantuan anda” ucap wanita yang bernama Clara.


“Bantuan?” Dave mengerutkan alis, wanita ini mungkin gila. Dave bukanlah orang yang berhati hangat untuk sembarang orang apalagi wanita.


“Bisakan tuan me me mengantar.. sa ya pulang?” Dia bertanya dengan ragu


“Apa mengantarmu? Jadi kau kira aku supirmu?”


“Maaf tuan, bukan itu maksudku.. aku terpaksa... kerena...”


“Sudahlah Dave, antar saja apa susahnya sih.. ini juga sudah malam, kasian dia sendirian di jalan” ucap Kinan merasa iba.


“Gila, siapa gadis tengik ini.. berani betul dia memanggil Mr. Dave dengan namanya saja”


“Kinan.... apakah kamu...” Dave tak menyelesaikan kalimatnya


“Ssttttt........ sudah ga usah pake ngomong lagi, buruan anterin. Kasian dia” Kinan memotong ucapan Dave, dia menyeret lengan Dave mendekati perempuan itu. Kemudian menyerahkan kunci mobil Dave yang tergeletak di atas meja.


“Tapi Kinan?”


“Sudaaah sana pergi”

__ADS_1


Tak seperti Dave biasanya, dia sendiri juga heran bisa hisanya dia pasrah dengan perintah gadis kecil itu.


__ADS_2