Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Pembalut wanita


__ADS_3

Kinan menanti Dave dengan perasaan was was, dia takut kalau kalau akan ada orang lain datang dan menerobos masuk ke dalam ruangan itu.. Kinan berharap Dave segera datang.. “Dave kau kemana saja, lama sekali” gumamnya


Terdengar suara pintu terbuka, perasaan khawatir saat menduga duga bahwa itu orang lain sirna seketika setelah swara yang dia kenali terdengar.


Tok tok.. “Kinan, pesananmu sudah aku bawakan” Dave mengetuk pintu kamar mandi.. Kinan dapat mendengar nafas Dave yang tersengal sengal. Sepertinya Dave baru saja berlarian bolak balik membelikan pembalut untuk Kinan.


“Trimakasih” Kinan membuka sedikit pintunya, dia mengulurkan tangannya untuk meraih kantong plastik yang di bawa Dave untuknya.


Kinan hampir saja tak percaya, kantong itu nyatanya cukup besar, dan entah berapa banyak pembalut yang dia belikan untuknya, dari ukuran yang berbeda hingga merk yang bermacam macam. Dan untunglah, Dave juga menyertakan ****** ***** disana. Padahal sebelunya Kinan lupa memyebutkan itu.


“Trimakasih Dave” ucap Kinan agak canggung begitu dia keluar dari kamar mandi.


“Maaf Kinan, aku ga tau apa yang biasa kau gunakan, jadi aku membeli semua merk yang ada di sana” Dave agak canggung memgucapkanya.


“Dan ****** ***** itu, sebenarnya.. penjaga toko yang menyarankanya.. aku tak tau itu... apa itu.. sesuai dengan kebutuhanmu” Dave menjelaskan banyak hal, dia seolah sedang persentasi sekarang.. tidak, bukan itu.. dia tak pernah merasa gugup atau canggung saat menghadapi relasi bisnisnya... tapi berbeda kali ini, Dave benar benar canggung dan entahlah.. “oh Tuhan, apa aku sudah gila” ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Dave memperhatikan Kinan yang memegangi perutnya, wajahnya agak sedikit pucat.


“Kinan, kau kenapa?” Dave mulai mencemaskan Kinan “ apa kita perlu ke dokter”


Apa? Dokter... oh tidak.. Kumohon Dave jangan biarkan aku memjelaskan apa yang terjadi, aku baru saja sembuh dari rasa malu ku. Ucap Kinan dalam hati.


“Tak apa, aku hanya butuh istirahat dan itu akan sembuh nantinya”


“Kau yakin?”


Kinan hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Dave.


“Hai Dave, apa aku kehilangan sesuatu?” Tanya Mike tiba-tiba.


Dave mengerutkan kening “ entahlah, mungkin kau kehilangan otakmu” Dave sudah berada di meja dengan setumpuk kerjaan, sementara Kinan sudah berbaring di kamar Dave sejak beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


“Kau tau Dave, kau... yah kau... jadi tranding topik di kalangan karyawan” ucap Mike berapi-api “dan kali ini bukan hanya karyawan wanita, bahkan laki laki pun ikut heboh” Mike bercerita seolah olah ini berita menggemparkan.


Dave hanya diam tak menanggapi.


“Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa aku tak tau apa apa? Mereka bilang kau berlarian membawa pembalut wanita.. astaga apa itu mungkin?? Ku kira para wanita sedang kehabisan ide untuk membuat berita” Mike menjatuhkan dirinya ke kursi di hadapan dave..


“Menurutmu?” Dave membalik kan pertanyaan..


“oh ayolah..”


Dave tak menjawab, dia hanya tersenyum. Dia seolah tak mempermasalahkan hal tersebut, justru sebaliknya.. dia sedang membayangkan seorang gadis yang tengah beristirahat di ruang pribadinya. Seorang gadis yang membuatnya benar benar dapat melupakan phobianya.


Hari semakin sore, Dave ingin sekali pulang ke rumah. Pulang bersama Kinan, itulah sebabnya dia berusaha menyelesaikan pekerjaanya lebih cepat dari biasanya.


***

__ADS_1


Disisi lain, Kinan tengah tertidur setelah rasa sakit di bagian perutnya sedikit mereda. Dia masih berada di ruangan pribadi milik Dave saat ini. Kinan tertidur sangat pulas sehingga dia tak sadar hari sudah menjelang sore.


Dalam kantuknya, dia merasakan tubuhnya seakan bergerak melayang. Seperti seseorang sedang menggendong dirinya. Ingin rasanya dia membuka matanya melihat apa yang terjadi, namun rasa kantuknya mencoba menghambat kedua kelopak matanya terbuka.


__ADS_2