
“Lepaskan dia!!” Teriakan Dave terdengar berapi-api. Matanya memerah menandakan dia sangat marah kali ini.
“Tuan Dave, kau datang?” Clara segera bangkit dari tempatnya. Dia berjalan mendekati Dave dengan senang.
“Tuan Dave, apakah kau juga akan menyaksikan pertunjukan seru ini?” Ucapnya sekali lagi
“Clara! Jadi ini ulahmu? Aku perintahkan kau lepaskan Kinan sekarang juga atau kau akan menyesal!” Teriaknya lagi
“Tidak tuan Dave, kenapa kau marah, aku melakukan ini demi kita.. setelah ini, kita bisa bersama selamanya” ucapan Clara terdengar percaya diri
“Apa? Bersama denganmu? Jangan pernah bermimpi kau bisa menyentuhku!”
“Apa maksudmu tuan Dave, bukankah kau juga mencintaiku?”
“Apa? Jangan bercanda.. Aku bahkan ji**k melihatmu”
Dave masih ingat betul apa yang di lakukan wanita itu di mobilnya ketika itu. Dia sengaja menggoda Dave dengan melepas satu persatu kancing bajunya sendiri sehingga terlihat dua gunung kembarnya yang menggoda.. Dave juga ingat bagaimana ucapan nakal gadis itu ketika mencoba merayu Dave untuk mengajaknya bercinta di dalam mobil. Untunglah Dave bukan laki-laki yang mudah tergoda dengan rayuan wanita. Karena semua orang tau, Dave memiliki genophobia.
“Tidak Dave.. kau harus jadi milik ku!” Clara berteriak “ Dan satu satunya cara adalah dengan membunuhnya!” Jari telunjuknya menunjuk ke arah Kinan yang masih terikat pada kursi kayu disana.
“Mark, Jasper! Cepet bunuh gadis itu sekarang juga!” Perintahnya pada kedua laki-laki suruhanya.
Mereka berdua mengangguk tanda mengerti. Sebilah pisau di keluarkanya dari saku celana salah satunya, bersiap menghunuskannya ke tubuh Kinan. Sementara Kinan memejamkan matanya, merasa takut sekaligus berharap sebuah keajaiban datang.
KLUNTING...
Pisau itu jatuh ke lantai menimbulkan bunyi nyaring di ruangan itu. Tangannya tergores oleh pisau yang entah datang dari mana. Mereka tak menyadari bahwa itu adalah ulah Mike, dia membidik tepat pada pisau yang di pegang oleh laki-laki itu.
__ADS_1
Dave secepat Kilat berlari mendekat, memukul kemudian menendang kedua preman itu. Kali ini, Dave berhadapan dengan lawan yang tak mudah di atasi. Mereka sangat terlatih untuk melakukan sebuah pertarungan yang seimbang. Mike juga membantu Dave menghadapi berandalan satunya. Namun meskipun mereka cukup kuat mereka tetap bukan tandingan Dave dan Mike. Mereka jatuh terkapar di lantai tidak berdaya. Mulut dan hidungnya mengeluarkan cairan kental berwarna merah.
“Kinan kau tidak apa-apa?” Dave berlari ke arah Kinan. Dia melepaskan plester yang menempel di mulutnya.
“Dave... aku takut” isaknya dalam pelukan Dave.
“Tak apa, aku disini, ayo kita pulang” Dave menenangkan Kinan.
“Dave, bawalah Kinan pergi. Akan aku atasi Clara” ucap Mike pada atasanya sementara Dave mengangguk pasrah
Tali yang melilit tubuh Kinan sudah berhasil di lepaskan, tali itu membuat luka lecet di pergelangan tangannya.
“Sudah tak apa, tenanglah.. ayo kita pulang” Dave memeluk Kinan yang masih menangis.
“Kalian tidak akan bisa kabur!” Teriak Clara dari tempatnya berpijak. Di tangannya ada sebuah pistol yang di acungkan ke arah mereka. Telunjuknya sudah siap menarik pelatuknya.
“Clara! Apa yang kau lakukan!” Bentak Mike
“Clara tenanglah, kau tau Dave mencintai Kinan, tidak akan pernah ada wanita lain selain dirinya!” Mike berusaha membujuk Clara
“Kinan lagi, Kinan lagi! Aku benci mendengar nama jal*** itu!” Jantungnya berpacu, kemarahanya tak terbantahkan. Dengan sadar dia mengarahkan pistol itu ke arah Kinan dan menarik pelatuknya dengan seringainya.
“Kinan, kau akan mati!” Ucap Clara dalam hati.
Namun secepat kilat Dave membalikkan badan Kinan dan...
DOR....!!! Tembakan yang seharunsnya di arahkan kepada Kinan itu justru tepat mengenai Dave.
__ADS_1
“Dave...!!” Kinan berteriak sekencangnya. Darah mengucur dari dalam tubuh Dave. Dan seketika Dave ambruk di atas lantai.
Kinan berteriak tidak percaya melihat laki laki yang di cintainya rela mengorbankan diri demi dirinya.
“Tidak Dave.. tidak..” suara Kinan bergetar. Dia memeluk tubuh Dave yang penuh dengan darah.
“Ki..nan... ja.. jangan ka.. watir.. aku.. ti.. tidak apa-apa” Dave mencoba menahan rasa sakitnya. Sementara Kinan bingung tidak tau harus bagaimana. Dia hanya menangis meluk Dave.
“Dave ku mohon, bertahanlah” isak Kinan.
Disana, Clara menyaksikan tembakan yang seharusnya mengenai Kinan justru menancap pada tubuh Laki-laki yang di cintainya. Seketika badanya terkulai lemas. Pistolnya terlepas begitu saja dari genggamanya. Lututnyapun kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya...
“Aku... aku membunuh Dave?” Dia melihat kedua tangannya. Dia tidak percaya dia tlah melukai Dave.
“Kinan... ini gara-gara Kinan” amarahnya datang kembali. Dengan cepet dia meraih postol yang jatuh di lantai, berharap tembakanya kali ini tidak akan meleset lagi,namun dengan sigap Mike lebih dulu melemparkan pisau dan menancap tepat ti punggung tangan Clara.
Mike melompat, dia seger membekuk wanita itu dengan jurusnya. Kemarahan yang besar mulai menyelimuti wajah Mike. Selama ini dia tidak pernah melihat Dave terluka sedikitpun. Dia bahkan rela mengorbankan dirinya untuk Dave. Namun Dave justru terkulai lemas karena timah panas yang di lepaskan dari postol Clara.
“Dave, kumohon.. bertahanlah” suara Kinan makin bergetar. Dia melihat darah tak henti-hentinya mengucur dari luka tembak itu.
“Ki... Ki..nan..” tanganya mencoba menggapai pipi Kinan, namun akhirnya jatuh dan tak bergerak lagi
“Dave.....!!!” Kinan berteriak sangat keras. Dia memeluk tubuh di pangkuanya dengan tangis yang meluap.
***
Hari minggu sudah tiba.. waktunya jalan-jalan ya..
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu gunakan masker dan tetap jaga jarak
Trimakasih untuk like dan coment nya 🥰