Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Bulan Madu


__ADS_3

Masih di dalam mobil yang sedang di kendarai oleh Dave


“Dave bantu aku dong... susah ni” Kinan mencoba melepaskan wedding veil dan headpiece yang menghias rambutnya. Dia merasa kesusahan karena banyaknya jepit rambut yang di gunakan penata rambut untuk membuat tatanan itu terlihat rapi.


“Tapi kan aku sedang nyetir sayang”


“Berhenti sebentar, bantuin aku” rengek Kinan.


“Ini jalan raya hlo... dan kita ga boleh berhenti sembarangan” Dave masih memandang jalanan di depanya.


“Coba kau lihat aku” di tariknya lengan Dave supaya perhatianya tertuju kepadanya.


Dave melihat Kinan yang bentutnya mirip seperti ondel-ondel. Rambut itu terlihat acak-acakan dan sangat Amburadul karena saking susahnya dia melepas hiasan itu.


Dave menahan tawa “ok.. ok... hadap kesana aku bantu” Dave merasa kasian, di bantunya Kinan melepas jepit-jepit itu dan masih dalam mode mengemudi.


“Beres...!” Kinan melemparnya ke jok belakang.


“Sekarang gaunya..” Kinan menghela nafas kasar “Dave... sekarang tutup matamu, aku mau ganti baju!”


“Sayaaaang.... kau lihat kan, aku lagi nyetir. Ga mungkin kalo aku merem. Lagian apa sih yang belum ku lihat dari tubuhmu.” Dave tersenyum menggoda.


“Dasar cabul..!” Kinan memanyunkan bibirnya.


“jangan nengok kesini!” Perintahnya kemudian. Sementara Dave hanya tertawa melihat tingkah konyol istri tercintanya.


***


SPANYOL


Kenapa harus spanyol, mereka juga tak tahu. Pada awalnya mereka sepakat akan pergi ke jepang. Namun kedua keluarga justru merancang bulan madu mereka di spanyol. Bahkan semua sudah di persiapkan jauh-jauh hari. Demi menghormati mereka, terpaksa Dave dan Kinan menerima hadiahnya dengan senang hati.


Tak perlu reservasi terlebih dahulu, hotel yang di siapkan pun milik mereka sendiri. Dave hanya perlu memberi tahu kepada para pegawai, Bahwa tak boleh siapapun mengganggu bulan madu mereka. Dan semua karyawan tunduk padanya.


Kamar itu telah di hias sedemikian rupa sehingga memancarkan aura khas pengantin baru. Dekorasi ruangnya pun sangat indah dan elegan.


Tak berapa lama koper-koper mereka di antarkan oleh petugas hotel.


“Mandi yuk...” ajak Dave.


“Kamu mandi dulu... aku nanti ajah” ucap Kinan yang duduk di depan meja rias. Dia membersihkan sisa-sisa make up yang masih menempel di wajahnya.


Merasa di abaikan, timbul niat jahil Dave. Dengan kuat dia menggendong istrinya secara tiba-tiba dan membawanya masuk ke kamar mandi.


“Dave... turunkan aku!” Kinan berteriak dan meronta


“Enggak...”


“Dave....!”


“Enggak...”


“Huhhuhu.....”

__ADS_1


“Kau mau menangis apa sayang, aku suamimu sekarang”


Suami... benar, Dave adalah suami nya saat ini. Dan Dave berhak atas dirinya. Dengan sedikit takut dan malu Kinan membenamkan wajahnya pada dada bidang Dave.


Dave tersenyum...


Mereka duduk di dalam bathup yang sama, dan acara mandi pun di mulai..


Kinan duduk membelakangi Dave, sementara Dave membantunya menggosok punggung Kinan. Aroma bunga mawar dan taburan kelopaknya di dalam bathup membuat suasana terlihat romantis.


Dave mulai menciumi tengkuk Kinan. Dia meninggalkan gigitan kecil disana membuat Kinan mendesah di antara hangatnya uap air.


Dave melanjutkan dengan menciumi punggung Kinan.. dia tak membiarkan tangannya diam. Sebaliknya tangan itu bergerilya di atas kedua bukit kenyal milik Kinan.. suasana cukup membuat keduanya terhanyut.. Dave memutar tubuh Kinan hingga menghadapnya. Di lum*** mya bibir istrinya dengan ganas. Tanganya tetap bergerilnya hingga menyentuh ujung kenikmatan Kinan. Dia mendesah sekali lagi..


“Sayang, tahan ya... mungkin agak sedikit sakit” bisik Dave di telinga Kinan.


Dia hanya mengangguk pasrah. Bagaimanapun Dave tetap akan mendapatkan hak nya.


Mendapat respon itu, Dave melanjutkan aksinya. Perlahan tapi pasti, Dave melakukan hal yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya..


Butuh usaha dari Dave agar mencapai titik sasaran. Kinan meringis kesakitan, ini adalah pengalaman pertama baginya.


“Tahan sayang..” ucap Dave di sertai nafas memburu.


Dan akhirnya, Satu hentakan pasti, membuat darah mengalir di sana..


“Dave... perih” ucap Kinan dalam pelukan suaminya.


Di lihatnya tetesan darah itu, Dave... telah berhasil mengambil mahkota Kinan. Sebuah senyum bahagia mengembang di wajahnya.


Mereka melanjutkan aktifitas mandinya yang sempat terganggu beberapa saat..


Acara mandi yang sangat lama...


***


Di dalama kamar..


“Dave... di mana bajuku?” Kinan kebingungan mencari baju-baju yang tadinya sudah di packing rapi di kopernya.


Dave mengernyitkan Dahi. Di lihatnya Kinan tengah mengobrak abril isi kopernya. Dia sama sekali tak mengerti maksud Kinan.


“Dave... kenapa bajuku gak ada semua?” Kinan merengek. Dia duduk di kasur. Wajahnya tampak kesal.


“Kanapa sih sayang.. bukanya kamu sudah memasukakn ke dalam koper?”


“Liat ni..” Kinan menenteng gaun yang ternyata adalah sebuah lingerie berwarna maroon.


“Wow... tidakkaah kau berfikir itu akan sangat menggiurkan jika melekat di tubuhmu, sayang?” wajah Dave tampak cerah melihat lingerie yang di bawa Kinan.


“Dave ayolah..” Kinan merengek lagi. Wajahnya tampak semakin kesal.


“Baiklah baiklah... akan ku carikan untukmu”

__ADS_1


Di lihatnya isi koper Kinan, tak ada hal lain disana selain bikini lingerie dan benda-benda yang menjurus ke arah sana.


“Sayang... apa kau yakin sudah memasukkan bajumu kesini?” Dave menunjuk koper itu.


Kinan mengangguk.


“Sepertinya ada trik sulap atau semacamnya...” ucap Dave menahan tawa.


“Pasti wanita-wanita itu..! pantas mereka berdua tampak cengengesan, seperti menyembunyikan sesuatu. Ternyata ini masalahnya... iiihhhh.....!!” Kinan semakin kesal di buatnya. Dia menyadari ini pastilah ulah Jenny dan Bellena.


“Sayang... sepertinya mereka tak ingin kita keluar kamar sedetikpun. Bagaimana menurutmu?” Bisik Dave di telinga Kinan. Ciuman kecil sudah mendarat di tengkuk Kinan setelahnya...


“Dave... geli tau!”


“Oh ya.... aku bahkan bisa membuatmu lebih geli.”


“Apa..? Dave...? Berhenti....! Jangan Dave...? Tunggu... Dave...! Aarrrrgggg.......!!”


Kinan jatuh kembali ke dalam pelukan Dave. Mereka melakukan sekali lagi adegan demi adegan yang membuat nafas mereka saling memburu. Dan jantung kian berpacu. Dave melakukannya sangat baik. Desahan Kinan membuat nafsu Dave semakin memuncak..


Di awali dengan kelembutan dan semakin lama semakin memanas.


Dave meninggalkan banyak bekas kepemilikan disana.. sungguh sangat banyak hingga nyaris tak meninggalkan celah sedikitpun. Kinan bahkan merasa dirinya terlihat seperti macan tutul.


Meraka sangat kelelahan setelah pelepasan yang di lakukan hingga berkali-kali. Bulan madu yang sempurna..


“Aku memcintaimu sayangku...” ucap Dave mencium pucuk kepala Kinan. Dan mereka tidur terlelap...


• T A M A T •


***


Ucapan terima kasih dari Author


Trimaksih atas dukungan para readers ku semua.


Menciptakan karya tulis yang berkualitas bukanlah hal yang mudah bagi saya. Terlebih saya adalah seorang pemula dalam hal ini.


Masih banyak kekurangan di dalam penulisan maupun menciptakan kalimat yang sesuai dengan harapan pembaca.


Kritik dan saran yang membangung sangat saya harapkan.


Dan sekali lagi trimakasih....


Je t’ aime readers ku semua 🥰🥰🥰✌🏻


Nantikan Karya terbaru Author yang akan terbit dalam minggu ini ya... ceritanya ga kalah seru kepoin yuk



😁selamat membaca 🥰🥰🥰 jangan lupa untuk like coment Dan vote ya


Akhir kata..... li love you all para reader ku!” 🥰**

__ADS_1


**


__ADS_2