
Seorang wanita masuk ke dalam sebuah ruangan, dia memapah laki-laki tampan dalam keadaan setengah sadar. Tak ada hal lain yang terjadi, dalam rekaman itu yang terlihat hanyalah kegilaan dari si wanita. Dia memcoba melakukan beberapa trik kotor sementara sang laki-laki hanya terbaring tak sadarkan diri di bawanh pengaruh obat bius.
“Bagaimana kau mendapatkan rekaman itu Dave?”
Senyum sinis menghiasa wajah Dave “ aku seorang pembisnis sayang, aku tau apa yang ada dinpikirN para musuhku” Dave memjeda kalimatnya “aku sudah menyadari ada yang tak beres dengan Nicole. Dia seolah sudah menunggu kedatanganku di sana”
Kinan masih memperhatikan “lantas?”
“Aku perintahkan petugas hotelnuntuk menaruh cctv di tempat yang tak terlihat. Dan BAM! Mereka jatuh dalam perangkapnya sendiri.
“Bagaimana dengan Nicole?”
Dave menghembuskan mafas kasar “dia meninggal oleh tembakan dari pamannya sendiri”
“Bagaimana bisa?”
Dave menerawang jauh.. “sudahlah, kita tak perlu membicarakanya. Kau tau aku sangat rindu padamu” Dave berjalan mendekati Kinan yang masih terduduk di sofa itu.
“Maafkan aku, aku tak bisa menghibungimu saat itu. Aku tak bisa melibatkanmu dalam masalah”
Kinan terdiam menunduk
“Apakah kau memaafkan ku?” Dave memohon kali ini. Dia mengatupkan kedua telapak tanganya di hadapan Kinan.
Kinan terdiam sesaat sebelum anggukan kecil di lemparkan pada Dave.
__ADS_1
Senyum mengembang dari wajah Dave mulai mengiasi wajahnya. Dia memeluk kekasihnya sangat erat. Dia begitu merindukan wanita dalam pelukanya. “Aku merindukanmu sayang, sangat banyak”
Dave melepas pelukannya. Di pandangnya wajah Kinan yang begitu menggemaskan baginya. Dia benar-benar tak tahan ingin mencium wanitanya.
“Apa yang akan kau lakukan Dave?” Kinan mulai resah. Dave memperlihatkan wajah yang sangat lapar... lapar akan dirinya.
Tak butuh waktu lama bagi Dave untuk berpikir, dia segera mencium bibir Kinan yang di hias lipgloss bernuansa pink muda. Bibir yang sangat dia rindukan. Bibir lembut yang membuatnya mabuk dan selelu ingin merasakanya.
“Dave” ucap Kinan setengah berbisik. Dave tak ingin melepaskan ciuman itu. Tak dapat di pungkiri, Kinan juga menginginkanya. Mereka berciuman cukup lama. Kedua mata mereka terpejam merasakan kehangatan dari pasanganya. Ciuman yang memburu dan bergejolak.
Dave mulai turun di area leher Kinan. mencium menjilat dan meninggalkan bekas kepemilikan disana. Kinan hanya pasrah mendapat perlakuan Dave. Kancing baju Kinan mulai terlepas satu persatu. Ciuman, jilatan bahkan gigitan-gigitan kecil Dave tak menyisakan celah sama sekali. Dave mulai meremas Bukit itu dalam genggamanya. Tak dapat di pungkiri, keinginan Dave sebagai laki-laki normal tak dapat di tahanya lagi. Sesuatu yang tadinya tidur pulas kini tlah tegak berdiri menantang dunia. Desahan kecil Kinan membuatnya semakin di mabuk kepayang.
“Sayang bolehkah aku melakukanya sekarang?” Ucapnya.
Kinan mulai tersadar, bagaimana bisa dia melakukan ini. Dia melihat tubuhnya yang hanya tinggal menyisakan celana dalam membalut bagian bawahnya.
“Dia berdiri, Dave. Aku...aku belum siap. Aku takut.” Ucapnya
Dave memeluk Kinan, “tak apa, aku tak kan memaksamu, sayang” dia mengecup keningnya.
“Aku lelah, bagaimana kalau mandi bersama sebelum tidur.” Pinta Dave
“A...”
“Kali ini aku tak ingin di tolak” ucap Dave memotong kalimat Kinan sebelum sampai terucap
__ADS_1
Kinan hanya tersenyum. Dia mengangguk.
Kinan begitu merindukan lelakinya. Dia ingin sekali berada dalam pelukan laki-laki itu. Namun untuk melakukan hal yang lebih, dia merasa belum siap.
Suara gemercik air dan uap panas membuat keduanya jatuh kembali ke dalam suasana erotis. Mereka kembali berpelukan, dan melancarkan ciuman-ciuman panas di dalam bathup dengan kedua tubuh tak tertutup selembar benangpun.
“Dave...aaahh.....”
Desahan Kinan membuatnya bergejolak kembali. Dave mencumbui wanita dalam pelukanya dengan nafsu yang membuncah.
Acara mandi selesei, mereka bahkan sudah tertidur dalam satu selimut. Dave tak membiarkan Kinan mengenakan piyamanya. Mereka benar-benar dalm keadaan *********.
Dave masih setengah mengantuk ketika di lihatnya gadis itu tidur pulas. Banyak jejak yang di tinggalkan Dave di tubuh Kinan. Senyum bahagia mengembang di wajahnya.
“Aku berjanji akan membahagiakanmu sayang. Akan ku lakukan apapun untuk membuatmu tetap di sampingku. Akan ku jaga kau bahkan dengan nyawaku” dia mencium lembut kening Kinan. Dan akhirnya rasa lelah membuatnya tertidur.
****
Membuat cerita fiksi yang awalnya dari happy tiba-tiba jadi sad itu ga gampang. Mengarang intrik baru yang berbeda tiap scene dan menarik emosi pembaca butuh konsentrasi tingkat tinggi...
Maka dari itu, agar Author tetep semangat menulis karya nya butuh dukungan dari para readers semua...
Mohon tinggalkan jejak dan vote ya... silakan beri coment yang membangun agar semangat tak terputus 🥰
Trimaksih readers ku semua... 🥰🥰
__ADS_1