
Mobil van itu melaju dengan kecepatan penuh. Mereka sudah meninggalkan hiruk pikuk kota dan sekarang berada di jalanan yang sepi dan tak ber aspal. Kinan tak dapat melihat di mana dirinya saat ini. Tangannya terikat dan kedua matanya tertutup kain hitam.
“Siapa kalian? Apa mau kalian? Lepaskan aku!” Kinan meronta di dalam mobil
“Nona, duduklah dengan tenang. Kita akan tiba sebentar lagi” suara itu terdengar dari seorang laki-laki yang duduk di sebelahnya.
“Tidak, cepat lepaskan aku atau aku akan menghajar kalian semua”
“Hahahahaha....... menghajar kami dengan tangan terikat? Yang benar saja?” Sekarang suara itu terdengar dari salah seorang yang berada di bangku kemudi. Dia terbahak dan di ikuti tawa yang lain.
“... lagi-lagi aku dalam kondisi seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi” jerit Kinan dalam hati
Di sebuah pondok kecil di tepi hutan yang jauh dari pemukiman penduduk, di sanalah mobil mereka berhenti. Kinan jalan dengan mata tertutup dangan tangan terikat. Sedangkan salah seorang penculik itu menuntun nya masuk.
“Kemana kalian ingin membawaku! Cepet lepaskan aku!” Kinan terus meronta dalam ikatanya. Dia beberapa kali tersandung dan nyaris terjungkal karena jalan yang di laluinya penuh batu.
“Nona kau akan tetap disini sampai pernikahan nona Nicole dan tuan David terlaksana” ucap salah satu laki laki itu melepaskan penutup mata Kinan.
DEG!
“Pernikahan? Benar, aku melihat beritanya beberapa saat yang lalu.” Ucapnya dalam hati. “Tidak, itu tidak benar”
Pondok itu cukup kecil namun terlihat bersih dan tertata rapi. Ada tungku perapian yang sudah tertumpuk kayu bakar di sana.
“Aneh, siapa yang menyiapkan kayu sebanyak itu pada musim panas seperti ini” ucapnya dalam hati
Memang kayu-kayu itu tidak di bakar dalam tungku ,kayunya terlihat masih baru, Kinan menduga itu baru saja di letakkan di sana beberapa saat yang lalu.
Dia sudah duduk di sebuah sofa kecil dengan tangan masih terikat. Di hadapanya di suguhkan tayangan yang khusus meliput acara itu. Air matanya menetes lagi... dia melihat betapa bahagianya Nicole disana. Apakah Kinan harus melepaskan Dave yang sangat di cintainya? Antara rela dan tidak Kinan tetap menyaksikan keramaian di dalam tayangan itu. Para tamu banyak berdatangan dari kalangan bisnis dan selebriti papan atas. Tapi satu hal yang tidak di lihatnya dari tadi. Dave!
Dave, bisakan jelaskan padaku keadaan apa ini, ucapnya dalam hati di sertai derai air matanya yang tak mampu di tahan lagi.
“Dengar nona, ini adalah hari bahagia, tak seharusnya kau menangis” ucap salah satu dari mereka di susul gelak tawa yang lain.
__ADS_1
“Kau sangat cantik nona, sebaiknya kau menjadi istriku saja” sambung lainya
“Tutup mulut kotor kalian, Dave tidak akan berbohong padaku! Cepat lepaskan aku!”
“Hahahaha..... nona..nona.. apa kau sedang menghibur dirimu sendiri? Tidakah kau lihat tayangan disana? Nona Nicole tampak bahagia!” Seorang lainya lagi menambah kemarahan Kinan.
“Diaaamm kalian semua dan cepat lepaskan aku!” Kinan terus saja berteriak meronta sememtara mereka masih terbahak. Menertawakan Kinan. Menertawakan kebodohanya. Saat ini kelasihnya akan menikah dengan wanita lain, namun dia masih berharap untuk cinta laki-laki itu. Tidakkah ini konyol.
Mereka masih menikmati tayangan itu, bahkan menikmati rasa perih di hati Kinan. Di atas meja, sudah tergeletak beberapa botol minuman beralkohol yang kosong. Dan mulai berserakan kulit-kulit kacang. Sesekali mereka pergi untuk melihat keadaan sekitar. Memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang mengikuti mareka, kemudian kembali dan bersenang- senang seolah ini adalah pesta mereka.
BRAK!
Gelak tawa itu tiba-tiba berhenti ketika pintu terbuka dengan sangat keras sehingga mengagetkan siapapun di ruangan itu. Dua orang laki laki berkacamata hitam masuk dari pintu itu di ikuti laki-laki lain yang sangat di kenal Kinan.
“Kak Mike..? Kak Mike tolong aku!” Teriak Kinan pada laki-laki itu
“Kalian semua cari mati ya!” Dengan gusar para penculik itu berlari ke arah mereka, mengepalkan tangan bersiap melampiaskan kemarahan saat itu juga.
Sorot mata tajam Mike seolah ingin sekali menghancurkan mereka dengan sekali tendangan. Rahangnya mengeras kemarahan terlihat jelas disana dan baku hantam tak dapat di elakkan lagi.
Beberapa kali para penculik itu jatuh terlempar karena tendangan Mike, namun mereka tetap berusaha bangkit dan mencoba tetap melawan berkali kali. Mike menghajar mereka semua dengan ganasnya. Tendangnya sangat keras hingga mereka jatuh terlempar.
Ruangan tapi itu tampak berantakan saat ini. Barang-barang pecah dan jatuh berserakan.
Suasana sangat kacau hingga mereka akhirnya tumbang tak berdaya di bawah kaki Mike.
“Beraninya kalian menculik tunangan Dave, ku bunuh kalian semua!” Ucapnya lantang membuat para penculik ciut nyalinya.
“A..ampun, kami hanya menjalankan perintah. Maafkan kami”
“Maaf? Aku bukan orang yang mudah memberikan maaf kepada orang-orang busuk seperti kalian!” Teriaknya lagi
Mereka tak berdaya sama sekali, Mike benar-benar membuat mereka babak belur. Mata bengakak dan hidung mengucurkan darah segar.
__ADS_1
Mike segera melepaskan Kinan dari ikatanya setelah memerintahkan pada kedua bodyguard nya untuk mengurus sisanya. Merekalah sebenarnya yang selalu memperhatikan Kinan dari jauh. Karena merekalah akhirnya Kinan segera di temukan.
“Kinan, maaf aku datang terlambat. Apa kau tak apa?” Sesal Mike
Kinan hanya menggeleng “Kak Mike, sebenarnya apa yang terjadi? Ada apa dengan Dave?!” Kinan setengah berteriak
“Kinan tenanglah, tenangkan dirimu, ok”
Kinan menggeleng lagi, dia masih terisak “Dave bahkan berjanji akan menikahiku dalam waktu dekat” ucapnya mulai lirih pada Mike, tidak... terlebih pada dirinya sendiri.
“Kinan jangan khawatir, Dave memiliki alasan. Percayalah padanya ok?” Mike mencoba membujuk Kinan lagi
“Alasan?? Alasan apa yang akan dia katakan saat dirinya akan menikahi perempuan lain?” Kinan berteriak lagi
“Kinan tenaglah... pecayalah pada Dave kali ini saja. Dave akan menjelaskan semuanya nanti. Aku janji semua akn baik-baik saja” Mike mencengkeram bahu Kinan yang terus saja ingin meronta dari tadi..
****
“Sayang minumlah..” Bellena datang membawakan segelas air putih untuknya.
Mansion itu masih sama saat ketika dia datang beberapa saat yang lalu. Ketika malam pertunangannya dengan Dave untuk yang kedua kalinya di umumkan di khalayak ramai.
“Sayang, percayalah pada Dave. Dia melakukan ini pasti untuk sebuah alasan” Belena memeluk Kinan dengan lembut.
“Alasan apa tante, dia bahkan tak memberi kabar sedikitpun” pandanganya tak berubah, sayu.
William menatap iba kepada calon menantunya. Tak ada yang bisa di lakukanya. William tahu saat Dave ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak seorangpun bisa mengganggunya bahkan William sekalipun.
“Kinan, om tau persis sifat Dave. Biarkan dia menyeleseikan masalahnya. Om yakin, ini bukanlah yang Dave inginkan. Tenangkan dirimu dan percayalah padanya” bujuk William pada Kinan.
***
Mohon dukungannya para readers semua ya
__ADS_1
Like, coment and vote
Trimakasih 🥰