
Jalan setapak yang di lalui Kinan sebelumnya sudah tak terlihat lagi. Semakin jauh dia berjalan meninggalkan Dave. Tak ada tanda-tanda keberadaan orang di sekitar tempat itu. Tempat yang menyerupai lahan kosong dengan tingginya rumput ilalang. Pohon-pohon tampak rindang menutupi cahaya bulan. Kinan merasa takut saat ini.
“Hello...!! is there anybody here?!” Kinan berteriak dalam bahasa inggris. Dia tak menggunakan bahasa prancis seperti biasanya.
“Lama tak jumpa.. nona” suara seorang wanita mengagetkan Kinan.
Dia mengedarkan pandangannya, mencari-cari sumber suara itu. Bayangan wanita muncul dari balik sebuah bangunan tua yang ada di ujung sana. Remang cahaya membuat wajahnya tak terlihat jelas.
“Siapa kau?” Tanya Kinan setengah berteriak. Dia melihat kilatan cahaya dari pisau lipat di tangan wanita itu.
Wanita itu terus mendekat hingga semakin lama semakin jelas terlihat wajah wanita itu dari balik kegelapan.
“Clara?” Kinan terkejut mengetahui siapa wanita tersebut. Entah apa yang akan di lakukan Clara, namun dalam hati Kinan, Clara sedang mencoba berniat buruk padanya.
Kinan melihat seorang lelaki berdiri di belakang Clara. Subuah tali yang entah untuk apa tengah berada di tangan lelaki itu. Dia terlihat seperti seorang bodyguard bagi Clara.
“Clara, apa maumu?!” Teriak Kinan resah
“Mauku? Hahahaha.... Mauku adalah.. aku ingin kau mati!” Clara berteriak sebelum tertawa dengan keras kepada Kinan.
__ADS_1
Clara tertawa sangat keras, dia tampak seperti orang gila yang kehilangan kendali. Sementara Kinan sama sekali tak menyadari, seorang pria lain yang berbadan besar berada di belakangnya siap membekap Kinan dengan obat biusnya.
“Kau! Cepat lakukan!” Perintahnya menunjuk kepada Kinan.
Kinan masih tak mengerti apa yang harus di lakukanya, namun baru dia sadari ternyata perintah itu bukan untuk dirinya melainkan untuk lelaki di belakangnya ketika dia merasakan tubuhnya lemas saat menghirup udara dari balik tisu yang membekap mulut dan hidungnya. Dan lagi lagi... Kinan terkulai lemas dalam pengaruh obat bius.
***
Disisi lain
Dave mulai menghkawatirkan Kinan. Dia mencarinya ke segala tempat, namun tak satupun dia dapat menemukan Kinan. Para karyawan dan kru sudah berusaha mencari namun hasilnya tetep nihil. Dave melacak melalui jaringan GPRS nya, namun sayang.. Kinan meninggalkan ponselnya di kamar.
“Halo Dave, bukanya kau sedang liburan.. kenapa menelpon” suara Mike terdengar berteriak. Alunan music disco terdengar jelas dari seberang sana. Teriakan gadis-gadis penggoda juga sangat jelas terdengar.
“Mike cepat kesini, aku butuh bantuanmu!” perintahnya pada Mike
“Apa? Bantuan? Jam segini?” Mike melirik jam di pergelangan tangannya. Jam sembilan lebih sepuluh menit. Mike membayangkan malam-malam berkendara sejauh itu demi Dave.
“Dave ayolah, aku sedang bersenang-senang seperti yang kau lakukan”
__ADS_1
“Mike, jika kau tak datang sekarang juga ku pastikan akan memecatmu esok pagi!” Dave terdengar memerintah tanpa ampun. Dia menutup sambungan telpon lebih dulu.
“Aaarrrrgggghh siaaall.. awas saja akan ku pukul kau sampai babak belur” ucap Mike terlihat kesal. Dia harus menyudahi malam indahnya bersama para gadis stri***s disana. Dia bangkit dari kasur dengan sprei merah itu, para gadis yang bergelayut manja di tubuhnya terpaksa di tinggalkan begitu saja. Kemudian bergegas mengenakan pakaiannya setelah melempar sejumlah uang pada gadis-gadis disana.
Memang, Mike selalu mengumpat di bibirnya.Namun bagaimanapun, ada kekhawatiran di hati Mike. Mike adalah satu satunya orang yang tidak pernah bisa menolak Dave. Bagi Mike, Dave adalah seorang penolong, seorang kakak, sahabat, bos, dan sekaligus dewa baginya. Apapun yang Dave minta, Mike selalu berusaha memenuhi meski tak jarang Mike selalu di buat pusing oleh Dave.
***
Setelah beberapa kali kita sebut nama Mike akhirnya akan Author kasi liat visualnya ya
Nama : Mike Supapkorn
Kebangsaan : prancis - thailand
Hobby : berkencan dengan para gadis
Jangan lupa Like dan comentnya ya 🥰
__ADS_1