
Jam menunjukkan pukul 13.05 WIB. Adrian Surya berada di dalam ruangan kantornya. Suasana tak berbeda dengan kantor lainya. Setumpuk berkas-berkas penting di atas meja, sebuah labtop dan benda-benda yang identik dengan kesibukan para Bisnisman. Yang membedakan hanya sebuah foto keluarga yang terbingkai rapi di atas mejanya. Di dalam foto itu ada dirinya yang tengah memeluk jenny sang istri tercinta beserta kedua anaknya, Aldo dan Kinan. Foto itu di ambil beberapa tahun yang lalu sebelum Aldo menikah.
Adrian memandangi foto di dalam frame bernuansa coklat muda itu, dia merindukan sosok putrinya yang sudah lama tak kunjung pulang. Adrian menghela nafas, setidaknya dia tau bahwa Kinan aman sekarang.
Drrrttt.... Drrrtt....
sebuah panggilan dari dalam ponselnya yang tergeletak di mejanya.
“William?” Ucapnya saat melihat nama yang tertera pada layar ponsel. Tanpa berpikir panjang dia mengangkat panggilan itu dengan antusias
“Hai bro!” Sapanya ramah pada sambungan ponselnya
“Bonjour Adrian” jawabnya dengan nada yang tak kalah ramah “ada kabar bagus nih” lanjutnya
“Oh ya, aku tak sabar mendengarnya” Adrian meletak kan pena dari tangan nya, dia bangun kemudian berjalan mendekati jendela. Kantor Adrian berada di lantai 7. Disana dia dapat melihat pemandangan lalu lintas yang kadang macet. Jakarta, memang kota metropolitan yang selalu penuh kemacetan.
__ADS_1
“Ini tentang anak-anak kita” jawab William memberi berita
“Maksudmu? Kinan dan Dave?”
“Benar. Kau tau, sepertinya mereka semakin dekat”
“Begitukah?” Adrian tersenyum lebar
“Ahh.... kita pernah muda, kawan. Memang jatuh cinta secara alamilah yang paling memyenangkan” ucap William semangat
“Tidak ku sangka, setelah pusing dengan perjodohan, justru mereka sendiri yang menyerahkan diri satu sama lain, hahahaha” ucap Adrian di sela tawanya yang renyah
“William, tolong kau jaga Kinan untuk ku. Secepatnya aku akan kesana”
“Sabar bro, biarkan mereka menikmati masa mudanya dulu, aku parcaya mereka adalah jodoh. Kita tak perlu khawatir”
__ADS_1
“Hahahaha.... baiklah, apa katamu saja. Akan ku beritahu jenny, dia pasti sangat bersemangat”
“Tak perlu” ucap William “para wanita mungkin sudah bergosip di rumah sekarang, aku bahkan pusing mendengar tawa Bellena yang nyaring”
“Hahahaha.... kau benar sekali, saat para wanita mulai bergosib kita selalu menjadi seolah tak ada”
Adrian duduk kembali di kursinya, senyumnya mengembang dari sudut bibirnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi secara kebetulan. Kinan kabur dari perjodohan, namun pada akhirnya dia justru mencintai laki-laki itu tanpa paksaan.
“Tunggu, apa Kinan sudah jatuh cinta pada Dave? Atau... apakah Kinan sudah tau kalau Dave adalah laki-laki yang ku jodohkan untuknya?” Pertanyaan itu tak mendapat jawaban dari siapapun. Adrian ragu, namun setidaknya Kinan berada di antara orang-orang yang menyayanginya. Dan Andrian cukup lega mengetahuinya.
Di sela senyuman Adrian terselip doa untuk kebahagiaan putrinya. Adrian mengenal sosok Dave sejak masih kecil. Dan kiprahnya di dunia bisnis serta gosip yang yang di sebarkan oleh media masa sangat membuat Adrian puas. Dave adalah laki- laki yang bertanggung jawab. Adrian tau pilihanya tak kan salah..
****
Jadi readers... sampai disini sudah tau kan kalau ternyata Kinan kabur dari perjodohan yang di atur oleh kedua orang tuanya, dan nyatanya dia justru jatuh cinta pada laki-laki itu. Ribet ga tuh 😅
__ADS_1
Ada yang nyadar gak kalo ada yang beda?? Benar!! covernya ganti... kenapa?? karena yang lama kurang memenuhi sarat 😂****
Dan.....Trimakasih buat yang sudah like dan coment ya.. 🥰🥰