
“Hai kau, coba cubit aku” ucap Mike kepada para bawahan dan masih dengan tampang tertegunnya..
“Aww... sakit” teriaknya kepada seseorang yang telah mencubitnya dengan keras.. “jadi ini bukan mimpi” lanjutnya lagi
2 jam telah berlalu, Dave dan Mike sudah berada di kantor, di ruang rapat tepatnya. Dave seharusnya konsentrasi dengan pembahasan tentang pembangunan real estate yang sedang di garapnya saat ini, namun ternyata lagi lagi dia hanya melamun dan sesekali senyuman itu terlihat jelas di wajahnya.
Saat kesadaranya mulai muncul, Dave justru di buat kaget karena Mike tiba tiba memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya tepat di hadapan Dave seolah olah akan menciumnya..
GLODAK... Saking kagetnya Dave tersentak hingga kursi beserta dirinya jatuh ke lantai.
“Sialan, cari mati ya!” teriaknya pada Mike.
“Bos, tau gak kita lagi apa sekarang?? Ya.. kita lagi di ruang rapat.. ruang rapat bos” Mike menekankan kalimatnya
Dave segera bangkit, dia baru saja tersadar bahwa dia baru saja mengadakan rapat namun detik berikutnya pandangannya bertanya-tanya kemana semua orang? Kenapa ruangan itu kosong? Hanya ada dirinya dan Mike saja disana.
“Pada kemana orang orang”
“Bos, apa menurutmu aku tega membiarkanmu terlihat seperti orang bodah di hadapan para karyawan?”
Dave masih belum mengerti apa maksud Mike.
“Ok, dengar ya bos..” ucap Mike berusaha menjelaskan.
“saat mereka berpresentasi bos justru senyum senyum sendiri. Dan parahnya pak Bambang yang kepalanya semulus bandara Soekarnao Hatta itu malah mendapat perlakuan istimewamu”
“Maksudnya??” Dave masih juga tidak mengerti.
“Ayolah Dave, kau ini kenapa.. aku bahkan nyaris gila melihatmu mengelus2 kepala licin itu dan hampir saja kau mencium tepat di pucuk kepala yang silau jika kau melihat tanpa kaca mata itu” tentu saja kepala pak Bambang yang sedang di maksud Mike saat ini.
__ADS_1
“Apaaa???!!!!” Kini Dave benar2 terkejut.
“Tapi Jangan kawatir, karena kejeniusanku, segera aku membubarkan rapatnya” Mike menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. “Aku bahkan harus mengancam mereka satu persatu, apabila kejadian ini sampai di ketahui orang lain maka gaji mereka selama dua bulan akan jadi taruhanya.
“Dan kau tau bos” ujarnya lagi “Detik berikutnya aku justru jari korban kegilaanmu dengan hampir mengorbankan ciumanku untukmu.. lihat,, aku bahkan merekamnya” kata Mike sembari menyerahkan ponselnya.
Dave memandangi rekaman singkat yang memperlihatkan adegan menjijikan,, disana terlihat Mike sedang memonyongkan bibirnya untuk di cium sementara Dave memegang pipinya. Namun untunglah sebelum itu terjadi kesadaran Dave segera kembali, dan karena rasa terkejutnya mendapati muka Mike yang tepat di depan muka Dave, dia langsung jatuh terjungkal ke lantai. Disana Dave menyadari betapa bodohnya dia
“Sekarang aku terpaksa meminta ganti rugi karena nama kita pasti akan tercemar jika ini ku unggah ke media sosial” hahahahaha.... ucap Mike menyeringai.
“Ok bos, saham perusahaan textil di Canada kurasa cukup pantas”
PLETAAKK!! “ jangan kawatir akan ku carikan janda bisulan untuk kau tiduri malam ini” jawab Dave asal.
“Ampun bos” Mike menelangkupkan kedua tanganya.. mengencani gadis adalah kesenanganya, tapi bukan janda. Apalagi bisulan.
“Ngomong-ngomong bos, siapa gadis tadi?” Tanya Mike ketika mereka sudah berada di ruangan Dave.
“Apa???” Ucap Mike kaget “maksudnya??”
Dave menghela nafas panjang.. “Aku hanya tau kalau namanya Kinan,berusia 18 tahun dan baru tahun lalu lulus sekolah menengah pertamanya”
“Oya??” Mike masih tidak mengerti “lalu dari mana kalian bisa kenal” Mike semakin penasaran akan cerita bos nya itu.
“Ceritanya panjang”
“Tak apa, akan ku dengarkan” Mike sudah duduk di sofa tepat berhadapan dengan sofa yang di duduki oleh Dave. Dia meletakkan kedua tanganya di pangkuan dan bersiap mendengarkan cerita Dave dengan cermat.
“Pletaakkk!!!” Bukanya cerita, jitakan justru yang di terima oleh Mike.
__ADS_1
“Kamu pikir kita lagi luang..., sana kembali kerja”
“Ayolah bos... kau ceritakan semuanya... kau masak tidak mengenalku yang jenius ini... aku akan mengerjakan pekerjaanku setelah mendengar cerita darimu” rengek Mike
Dave menghela nafas panjang, dia mulai bercerita tentang pertemuanya di bandara international Charles de Gaulle. Saat itu ketika dirinya baru saja tiba setelah perjalanan dari Acara yang melibatkan kedua orang tuanya. Hingga ketika dirinya menyadari bahwa barang bawaan mereka tak sengaja tertukar, kemudian rentetan kejadian demi kejadian yang terjadi di ruangan hotel itu.
Mike benar benar menjadi pendengar yang setia. Sesekali dia membelalakan matanya tak percaya Dave mampu melakukan hal seperti itu. Siapa yang tak kenal Dave dengan penyakit sialanya itu... tapi disini, di cerita ini Mike bahkan sama sekali tidak menjuampai Dave yang mendapat serangan pobianya, justru sebaliknya... Dave seakan akan melupakan jati dirinya sebagai seorang yang mengidap penyakit terkutuk itu..
“It’s crazy em...Dave, ayolah tampar aku” ucap Mike seolah olah tak percaya.
“Kau tau, aku benar-benar bahagia untukmu kawan. Akhirnya kau terbebas dari rasa traumamu...” saking excited nya mendengar cerita demi cerita itu Mike mencengkeram dan menggoyang goyangkan tubuh Dave.
“Berhenti sialan! Kau kira aku pohon rambutan, maen goyang-goyang ajah” Dave merasa pusing mendapat serangan mendadak dari Mike.
“Ok, dimana gadis itu tinggal.. aku harus kesana.. aku harus mengucapkan trimakasih padanya.. oh God... ini bener-bener gila!” Mike masih saja tersenyum tak percaya
Dave hanya datar menanggapinya
“Aku punya tugas untukmu” ucap Dave selanjutnya “ cari tau tentang gadis itu, sepertinya dia dalam masalah” ucapnya serius kali ini
“Sip bos!!” Secepat kilat Mike menyanggupi perintah atasanya itu dengan sangat bersemangat. Dia segera berlari keluar menyelesaikan tugas pentingnya kali ini.
Dave baru saja akan beralih ke meja kerjanya setelah bangkit dari sofa.. lagi lagi pintu terbuka dan sosok Mike menyembul dari balik pintu
“Ehhh... anu bos, siapa tadi mananya” ucapnya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.
“Dasar stupid..!!!!”
“Lihat rekaman cctv, dengarkan aku menyebut siapa tadi” ucapnya sambil memegangi lembaran berkas dan bersiap melemparkan ke arah Mike...
__ADS_1
“Ok, ok bos... maaf.. ga jadi” Mike tersenyum cenggengesan kemudian bergegas menutup pintu itu dan berlari ke ruangan cctv sebelum bos nya melempari sesuatu ke arah muka yang jadi aset berharganya untuk memikat para gadis..