Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Imajinasi Dave


__ADS_3

Tak jauh dari museum Rodin, Di sebuah apartemen mewah di kawasan Rayz Eiffel yang menampilkan latar menara Eiffel yang menjulang tinggi, disanalah Dave berada.


Dave sudah duduk di ruang kerjanya dengan setumpuk berkas yang harus dia tanda tangani.. dia ingat, dia meletakkan paspor nya ke dalam travel bag nya. Dave berencana mengambilnya dan mengembalikanya ke dalam laci, agar saat dia melakukan perjalanan bisnis kembali dia tidak akan bingung untuk memcarinya.


Dave meletak kan di atas meja nya dan bersiap membuka.


“Kreeekkkk.....” resleting sudah terbuka, dan siap untuk menjelajah isinya.


Dave hanya terduduk melongo. Dia berfikir apakah imajinasinya sudah mulai gila? Dia mencoba untuk mencerna apa saja yang ada di dalam sana..


“T-shirt kekecilan..?!, celana jeans perempuan..?!, beberapa baju dengan aksen bunga dan renda renda..?! Dan...” dia terbengong sekali lagi sambil menenteng benda berwarna merah marun...


“apa ini bra..?!, ini bra lagi dan lagi.... dan ini.... ce..celana.. da..lam wanita???!!!” Katanya lebih panik setelah membelalakan matanya pada benda halus nan lembut yang ada di tangan nya saat ini.


Dave bahkan merentangkan nya dengan kedua tangan nya agar bentuknya trlihat segitiga yang menggoda. Seketika pula jantung Dave bertetak lebih kencang.. ini kali pertamanya dia memegang barang pribadi milik wanita.


Dave merasa geli dengan dirinya sendiri... bagaimana bisa tas yang semula berisi barang2 maskulin tiba2 berubah jadi feminim..


Dave tak habis pikir, apa yang terjadi, apa dia sedang di kutuk... apa ini tandanya langit sedang menertawakan dirinya yang di umurnya yang sudah tidak muda ini masih melajang.

__ADS_1


Namun tak dapat di pungkiri, hanya menyentuh benda mungil nan menggoda itu membuat senyum inajinasinya kian melayang. Bagaimanapun dia adalah pria normal. Dan saat ini dia justru sibuk menerka bagaimana jadinya bila si pemilik benda ini tengah berada di depan matanya sambil mengenakan ****** ***** tersebut.


Dave menelan saliva nya yang tiba-tiba berproduksi berlebihan. Dan tanpa disadari benda mempesona itu telah membangunkan sesuatu yang tadinya tidur pulas di bawah sana.


“Oh tidak, apa yang ku lakukan... sepertinya pikiranku sedang bermasalah”


“Peut-etre ai-je besoin d’un bain”


(Sepertinya aku butuh berendam) gumamnya pada diri sendiri.


Tanpa pikir panjang Dave sudah membenamkan dirinya ke dalam bathup.. namun sialnya imajinasi Dave justru menjadi semakin liar. Saat ini dia malah dengan gigihnya mengandai-andai seolah perempuan itu ada di sana tengah melayani keinginan seorang laki-laki normal..


“Sreettt buughh...!!”


Nasib sial menimpanya sekali lagi. Tanpa sengaja kakinya menginjak sabun dan dia terpeleset sementara hidung mancungnya terbentur closet, sialnya lagi bahkan muka nya benar- benar menghadap ke dalam closet..


“Aaawwwcchhh....” dia memgaduh kesakitan, sementara bayangan perempuan itu hilang entah kemana.


“Sial banget sih hari ini” umpatnya sendiri.

__ADS_1


“Ok, aku harus bertindak sebelum imajinasiku semakin menyakiti fisik dan jiwaku” ucapnya seraya menghela nafas panjang.


Dave membungkus area sensitifnya dengan handuk berwarna putih. Dada bidang dan berotot itu semakin memperlihatkan ke sexyanya. Andai saat ini para gadis melihatnya pastilah di buat kagum. Namun sayangnya tak satupun dari mereka pernah mendapatkan perlakuan khusus dari Dave. Jangankan menyentuhnya, memikirkannya saja Dave tetlalu malas. Namun sungguh berbeda kali ini.. Dave seolah olah terhipnotis benda yang terkutuk itu menurutnya.


Travel bag itu tengah terbuka sekarang, dia memandangi ijazah SMA seorang gadis. Ada nama yang terkesan familiar disana.


“Kinan Anastasia” ucapnya tersenyum menyeringai.


“Sepertinya aku harus menghubunginya”


Baru saja dia ingin memerintahkan Mike untuk mencari tau tentang gadis ini, namun terpaksa harus dia urungkan niatnya karena ponselnya telah berdering terlebih dahulu.


“ halo, apa ini tuan David McLaughlin” suara seorang gadis dari seberang.


“Apakah saya mengenal anda?” Jawabn datar.


“Halo tuan David, saya Kinan”


Deg.... seketika jantung Dave beraksi lagi.. pucuk di cinta ulampun tiba. Dave hanya tersenyum semangat. Namun dia harus menyembunyikan perasaan itu dari gadis di seberang sana. Dave mencoba bersikap setenang mungkin...

__ADS_1


__ADS_2