
Kicauan burung saling bersahutan, hangat sinar mentari pagi menerobos dari balik dinding kaca dengan tirai putih yang tergerai dan membelai lembut wajahnya. Dia membuka mata sembab yang masih terlihat jelas pada wajah cantiknya. Dia mengerjapkan matanya perlahan, bayangan tentang insiden tadi malam masih membekas jelas dalam memorinya.
Kinan mendesah, menghela nafas kasar.. dia tak pernah membayangkan sebelumnya akan mengalami hal itu, terlebih dari Rico, orang yang dia anggap sebagai kakaknya sendiri, orang yang selalu dia percaya bahkan menjadi tempatnya berbagi cerita ketika masih duduk di bangku SMA. Tak dapat di pungkiri, dia menyesalkan hal itu.
Kinan mengerutkan dahinya, entah apa yang terjadi, dia merasakan berat di sekitar perutnya. Merasakan sesuatu menindihnya. Dia menundukan kepalanya, pandanganya tertuju pada tangan yang sedang melingkar di perutnya, tangan seorang laki-laki. Seketika Kinan terperanjat, dia sangat terkejut. perlahan dia menoleh dan...
“Dave?”
Wajah tampan itu masih pulas dalam tidurnya.
Tak satupun kerutan terlihat di wajah itu, namun rambut-rambut tipis mulai tumbuh di sekitar kumis dan jambangnya.
Kinan tersenyum. Dia memerhatikan majah tampan itu dengan lekat. Jantungnya berdebar, wajahnya bersemu, dan seutas senyum mulai menghias bibirnya. Dave memang laki-laki yang menarik. Terutama bagi Kinan yang tak pernah jatuh cinta sebelumnya.
“Sudah puas memandangiku em?” Ucap Dave masih memejamkan mata
“Oh... tidak... aku...hanya..” Kinan malu, ketahuan dia sedang mengagumi wajah Dave saat ini.
“Sejak kapan kau bangun?”Kinan mengalihkan perhatian, dia segera bangkit dari tidurnya, tidak ingin di ketahui Dave bahwa dia sedang mencuri-curi pandang saat ini.
Bruk!!
Kinan jatuh di atas dada Dave dengan keras ketika Dave menariknya saat berusaha menjauhinya. Dave memeluknya dengan lembut.
“Dave, apa yang kau lakukan”
“Bonjour mon cher” (selamat pagi sayang) Dave mencium keningnya.
“Kau sudah tak apa?” Lanjut Dave masih memeluknya.
Kinan mengangguk “merci Dave” (trimakasih Dave)
__ADS_1
“Anu... em.... apa....” Kinan ragu akan menanyakan sesuatu. Dia melepaskan diri dari pelukan Dave.
“Ya?” Jawab Dave menunggu pertanyaan apa yang sedang Kinan utarakan
“Itu, apa kau... tidur di sini tadi malam?”
Dave tersenyum, dia berekspresi layaknya orang yang sedang mengingat sesuatu “emm... Seseorang memegang tanganku sangat erat tadi malam, berharap aku tak meninggalkanya” Dave berhenti beberapa saat, sekali lagi dia tersenyum
“Jadi.. Aku tak dapat berbuat apa-apa”
“Oh God... aku telah tidur bersama seorang laki-laki...” ucap Kinan pada diri sendiri
“Sudahlah, sekarang cepat Mandi, kita akan pergi jalan-jalan” ucap Dave bagkit dari tempatnya
“Jalan -jalan?? Benarkah?” Kinan sangat senang, akhirnya dia bisa menikmati keindahan kota Paris
“kemana?”
“Bagaimana dengan urusan kantor? Apa kau tidak kerja?” Tanya Kinan
“Sesekali aku juga butuh liburan” jawabnya santai
“Benarkah... asyiikkk” Kinan melompat kegirangan, dia mencium pipi Dave dengan sukarela sebelum berlari ke kamar mandi.
Dave tersenyum memegangi pipinya. Dia masih bisa mendengar jengan jelas Kinan bersenandung di dalam sana. Dia merasa tenang Kinan sudah terbebas dari ketakutanya.
Seutas senyum mengembang dari sudut bibirnya. Detik berikutnya, Dave meninggalkan kamar Kinan, dia juga akan bersiap-siap. Dia berencana, akan mengajak Kinan kencan hari ini. Dia bahkan sudah menyiapkan agenda khusus untuk hari ini.
“Mike, aku akan libur dua atau tiga hari ke depan. Kau tangani semua urusan kantor” ucapnya pada Mike lewat sambungan ponselnya
“Mendadak sekali bos, kau akan kemana?” Tanya Mike dari seberang
__ADS_1
“Melakukan tugas penting” jawab Dave
“Tugas penting? Tugas apa?...... oh, ok aku tau. Selamat bersenang-senang bos. Meskipun dunia runtuh,Aku tak akan mengganggumu” suara girang Mike. Dia seolah tau apa yang sedang dalam pikiran Dave saat ini.
“Tutup mulutmu”
“Hahahahaha.... ok bos. Bersenang-senanglah. Akan ku urus pekerjaanmu. Jangan pulang kalo belum berhasil. Akan ku ambil alih semua perusahaan dan saham mu dalam waktu dua hari hahahaha”
“Huh... minpi siapa yang kau pinjam!”
“Hehehe... jangan marah bos, bercanda. Aku kan cuma...”
Klik...!!
Dave malas mendengarkan ocehan Mike yang tidak bermutu. Dia mematikan ponselnya, tak perduli dengan sumpah serapah yang mungkin di ucapkan untuknya kali ini.
'
****
Kira-kira apa yang terjadi ketika mereka liburan??
A. Kecelakaan
B. Tersesat
C. Intrik wanita lain
D. Author tidur 😅
Jangan lupa like dan Coment ya... trimakasih para reader.. 🥰🥰
__ADS_1