
William dan Bellena segera berangkat ke Agelas Sur Mer begitu berita tentang hilangnya Kinan di terima oleh mereka. Bagaimanapun mereka berdua telah berjanji kepada sahabatnya yaitu Adrian dan Jenny untuk menjaga putri mereka dengan baik.
Kecemasan terlihat di wajah keduanya.
Jenny terlihat tak tenang, dia begitu mencemaskan Kinan yang sudah di anggapnya sebagai anak menantunya. Mulutnya komat kamit membaca doa. Sementara William sibuk menghubungi Dave dan Mike secara bergantian, namun tak seorangpun mengangkat panggilan William.
“Sayang sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Kinan bisa hilang?” Ucap Bellena kepada Willian penuh kekhawatiran
“Sayang, Tenangkan dirimu, kita akan segera mendapatkan penjelasan” William berusaha menenangkan istrinya, meski di dalam hatinya sendiri dia juga merasakan kekhawatiran yang sama.
Antonio, sang supir pribadi membawa mereka berdua melaju pesat melewati cayaha lampu malam di kota Paris.
***
Dave dan Mike telah tiba di sebuah tempat yang terlihat lusuh. Sebuah lahan luas yang banyak di tumbuhi ilalang dan semak. Daun-daun kering terlihat menumpuk di tanah, Entah berapa lama tidak terjamah hingga hampir seluruhnya menutup bagian tanah. Di sebelah sana, nampak sebuah bangunan tua yang telah di tinggalkan pemiliknya. Firasat Dave mengatakan Kinan disana. Berada dalam bahaya.
Dave berlari menuju bangunan itu
“Dave tunggu” Mike menghentikan langkah Dave
“hati-hati, mungkin ada jebakan terpasang” ucapnya ragu
Dave hanya mengangguk. Langkah demi langkah di tapaki mereka berdua dengan hati-hati. Benar saja, beberapa benang tipis hampir saja tersenggol kaki mereka.
__ADS_1
“Dave, hati hati” Mike mengingatkan lagi
“Jangan khawatir. Ayo kita segera masuk” jawabnya sambil mengarahkan pandangan ke gedung tua disana.
***
Isak tangis Kinan makin bertambah kencang, dia meronta sekuat yang dia bisa. Mulutnya masih tertutup sebuah plester.
“Kalian, jangan bermain-main lagi. Lakukan sekarang juga!” Perintah Clara tak sabaran.
“Baik nona, kami akan sangat menikmatinya” seringai salah satu laki-laki itu di sambut tawa lelaki lainya.
“Hai gadis cantik, nikmatilah malam yang indah ini...” ucap salah satu lelaki itu. Dia sudah mulai membuka perlahan kancing baju Kinan. Hasrat mereka sudah tak tertahankan lagi.
Malam semakin larut, Dave tak kunjung datang menyelamatkan Kinan.
“Dave, cepatlah datang.. tolong selamatkan aku” teriaknya dalam tangis, namun itu hal yang percuma, di sebuah gedung yang tak pernah di huni ini, siapa yang akan datang kesini. Kinan mulai menyadari kebodohanya. Pergi meninggalkan Dave dengan tiba-tiba, melangkah hingga tak tau arah dalam kegelapan malam. Bukankah ini tempat yang asing baginya. Namun penyesalan itu tak ada gunanya, dirinya berada dalam genggaman orang lain tak bisa meloloskan diri.
BRAK....!!
“Lepaskan Dia sekarang juga!!l suara seorang laki- laki yang terlihat sangat marah terdengar dari balik pintu besi itu.
“Dave...!” Teriak Kinan lirih dalam tangisanya..
__ADS_1
***
Hai para readers setiaku, sebenarnya saat ini author sedang kehilangan imajinasinya.
Dimana ku taruh tadi ya ?? 😄
Apa jangan jangan ketinggalan di warung di sudut jalan itu ya??
Ada yang bisa bantu ga... 😩
Seharusnya apa yang terjadi pada cerita selanjutnya .. author masih mencari puzel yang hilang...
bagaimana dengan pilihan di bawah ini.
A. Nasib buruk menimpa Dave
B. Kinan kehilangan mahkotanya
C. Mereka selamat dan akhirnya menikah (kayaknya terlalu maksa ya.. kecepetan😅**)**
D. Karena capek author tinggal ngopi dulu 😂
Tolong bantu author ya.. caranya gampang.. tinggal like, coment, dan koin untuk membeli imajinasi yang hilang 😂
__ADS_1
Trimakasih atas kesetiaannya ya readers... 🥰🥰