Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Belanja barang branded


__ADS_3

Kinan merasa cukup lelah berjalan, namun keinginannya menjelajah kota Paris belum terpuaskan.


Sebuah mobil beserta supir telah di siapkan oleh Mike atas komando dari Dave. Mereka akan di antarkan keliling kota Paris persis seperti keinginan Kinan.


Mereka duduk bersebelahan di dalam mobil. Kinan sedang memainkan ponselnya, sementara Dave lebih memilih mengamatinya.


“Kita ke mana sekarang?” Tanya Kinan penasaran.


“Tuh.... sudah sampai” kata Dave sambil mengisyaratkan pandanganya menunjuk sebuah tempat di depan sana.


Champs-Elysees.. adalah tempat yang di pilih Dave untuk berbelanja saat ini.


“Hlo kog kesini?” Tanya Kinan. Dia berfikir mobil itu akan membawanya ke jembatan gembok cinta. Namun Dave justru memerintahkan supir menuju ke pusat pertokoan para perancang dunia.


Champs-Elysees sebenarnya adalah nama sebuah jalan. Terbentang mulai dari Place de l’Etoile hingga Place de la Concorde. Disana berjajar toko-toko kelas atas mulai dari Anne Fontaine, Cecillia Gilli, Cerutti, Zara, H&M, Banana Republik, Agatha, Bulgari, Cartier, dan BCBG Max Azria. Perlengkapan olahraga juga ada seperti Nike Store, dan lain sebagainya.


“Kau perlu beberapa baju sayang. Bukankah hanya ada sedikit baju saja dalam kopermu?” Dave tersenyum


Kinan meringis malu, “yeeyy... biarain”


“Sudahlah, ayo” jawab Dave singkat keluar dari dalam mobil.


Mereka memasuki salah satu toko yng berada disana , tepatnya Anne Fontaine. Seorang pegawai wanita membukakan pitu kaca untuk mereka sebelum mengucapkan greeting yang ramah pada setiap pelanggan yang datang. Ruangan itu sangat lebar dan mewah, berjajar manekin yang terbalut busana-busana indah karya perancangnya.


Seorang wanita yang di daulat sebagai manager toko segera menyambutnya begitu tau siapa yang datang.


“Bon apres-midi monsieur David. Que-puis je faire pour vous?


(Selamat siang tuan David. Apa yang bisa saya lakukan untuk anda) ucapnya ramah. Dia terlihat elegan, mengenakan setelan blazer semi formal dengan rambut yang di sanggul ke atas.


“Je voudrais examiner certaons chemise pur mon petite amie”


(Saya mencari baju untuk pacar saya) jawab Dave kepada wanita yang terlihat seperti berusia 40tahunan itu.


“Coton ou synthetiques?”


Katun sintetis atau? Dia bertanya sekali lagi

__ADS_1


“Coton, s’il vous plait. Si vous aves les couleurs vives pour chemise, faire toutpour moi”


(Tolong katun, jika anda punya warna warna cerah bawalah semua untuk saya) jawab Dave lagi


“Tres bien”


(Baiklah)


Wanita itu segera memerintahkan bawahanya untuk mengambilkan koleksi terbaru rancangan Anne Fontaine.


Tak berapa lama datanglah tiga orang pelayan toko berseragam membawa beberapa baju yang mereka maksud. Wanita itu mempersilahkan Kinan dengan ramah untuk mencoba semua baju-baju yang mereka bawakan, sementara Dave duduk di sebuah sofa mewah dengan secangkir kopi di tangan nya.


Kinan berjalan memasukinruang ganti dinikuti dua orang pelayan wanita. Mereka akan membantunyabuntuk mencoba semua pakaian yang di rekomendasikan oleh manager toko.


Kinan hampir merasa kewalahan, karna sudah lebih dari 15 pasang baju di cobanya, dan Dave selalu menyukai hampir semua nya.


“Dave, ayolah aku sudah lelah.. kita bisa membeli sepotong dan segera pergi dari sini” ucap Kinan merengek


Dave tersenyum, dia berfikir sejenak


“Monsieur, ces toutes no nouvelles collections pour les couleurs vives, ou vous voulez les bleus aves les rayures jaune. ll estbon pour ta petite amie”


“Dave ayolah, aku sudah lelah” Kinan merengek. Kakinya pegal. Tangan nya juga. Harus berkali kali melepas dan memasang beberapa model baju di tubuhnya.


“Oh oui, voila une belle chemise. Pourriez-vous le sortir s’il vous plait?


(Oh ya, baju yang bagus. Dapatkah anda mengambilkan, tolong?)


“Dave kau mau menyiksaku ya.. capek, aku mau pergi!” Kinan merasa di permaikan, dia marah sementara Dave justru tertawa terbahak-bahak.


“Ok, ok... sudah cukup. Ayo kita bayar dulu dan lanjutkan perjalanan” Dave meletakkan cangkir berisi kopi dari tanganya. Menarit kartu Debit kemudian menyerahkan kepada wanita itu untuk segera malakukan pembayaran.


Tiga orang pelayan toko membantu membawakan peper bag besar berisikan barang belanjaan mereka di kedua tangan dan kiri mereka. Dave membeli hampir semua baju yang Kinan coba di ruang ganti tadi. Dua buah jump suit dari bahan yang berbeda, 3 buah atasan. delapan buah dress dari jenis dan bahan yang berbeda mulai dari slip dress, shift dress, bodycon dress, camisole drees lace dress, dan dua buah gaun malam untuk acara formal, masing masing berwarna merah dan soft pink. Tak hanya itu Dave juga membeli skinny jeans, streingh light jeans dan low rise jeans. Dan Semua itu tentulah di hargai dengan jajaran angka-angka yang fantastis. Dave juga tak lupa menyertakan beberapa potong pakaian dalam wanita. Tanpa sepengetahuan Kinan, Dave bahkan menyertakan lingerie ke barang belanjaanya. Sebuah lingerie berwarna hitam yang menggoda. Yah... meskipun Dave menderita ginephobia, namun Dave tetaplah laki-laki normal di hadapan Kinan.


“Tuan Dave, selanjutnya Kita kemana? Tanya supir yang sedari tadi setia menunggu mereka di dalam mobil mewahnya.


“Argeles Sur Mer” jawab Dave pasti

__ADS_1


“Apa? Dave bukanya itu lumayan jauh dari sini, aku belum ada persiapan sama sekali, aku bahkan lupa membawa pasport ku” ucap Kinan risau


“Apa maksudmu ini, sayang” Dave menyodorkan sebuah pasport milik Kinan


“Itu pasport ku!” Kinan mengambilnya dari tangan Dave, bagaimana bisa ada padamu?” Kinan semakin penasaran. Dia merasa tak membawa pasport saat keluar apartemen.


Dave hanya tersenyum, dia tak menjawab pertanyaan Kinan. Hanya mengisyaratkan jarinya kepada Kinan agar dia mendekat, untuk menerima bisikan


“Secret” ucapnya pelan di telinga Kinan


“Dave...!!!” Teriak Kinan gemas


Cup... sebuah ciuman singkat mendarat di pipi Kinan, seketika menenangkan Kinan yang teriak-teriak dan memukuli dada Dave dengan tanganya. Mereka saling berpandangan lagi.


“Je t’aime.. Kinan”


(Aku mencintaimu.. Kinan)


ucap Dave memandangi wajah cantik di hadapanya. Dia sangat bersungguh sungguh dalam pengucapanya.


“Dave..” Kinan berhenti sesaat, ada rasa bahagia ketika mendengar pengakuan dari Dave. Namun hatinya takut, dia takut akan patah hati.


“Bagaimana dengan cinta masa kecilmu, apakah kau sudah membuangnya?” Tanya Kinan.


“Tidak” ucapnya tegas


“Lalu?”


“Ikutlah bersamaku ke suatu tempat, aku akan mengenalkanya padamu”


Kalimat Dave seketika membuat hatinya tersayat. Sesaat sebelumya dia seolah melayang karena pernyataan cinta Dave, namun detik berikutnya hatinya justru hancur.


Kinan berusaha tak menunjukkan rasa sakitnya kepada Dave. Dia tak ingin Dave tau bahwa dia juga mencintai Dave begitu dalam.


***


Siapkah wanita itu?? Wanita yang begitu berarti bagi Dave di masa kecilnya..

__ADS_1


Kepoin bab berikutnya yuk...


__ADS_2