
“Duaaarrrr...”
Guntur menggelegar, namun hanya Rico saja yang mendengarnya. Hatinya bagai tercabik cabik. Setelah segala hal dia rencanakan, kini dia harus menelan rasa kecewa.
*Flash back on*
Sebuah koper dengan beberapa potong baju tlah siap di bawa keesokan harinya. Rico akan beragkat menjemput cintanya. Tak dapat di tunda lagi, Rico akan mengutarakan perasaanya kepada gadis pujaanya yang sudah sejak bertahun tahun lalu dia pendam dalam hati.
“Ma.. Aku akan pergi menemuinya” ucap Rico pada sebuah photo yang terbingkai di meja kamarnya. Seorang perempuan cantik yang berumur sekitar 30 tahunan.
Sejak usianya 12 tahun, ibu nya tlah pergi meninggalkanya karena sebuah penyakit.
“Ma.. percayalah, dia gadis yang sangat baik. Mama pasti akan menyukainya. Saat ku bawa dia pulang, aku janji akan mengenalkannya pada mama. Do’akan anakmu ini ma..”
Rico adalah anak seorang perempuan cantik bernama Lucy, sedangkan ayahnya, dia bahkan tak pernah tau bagaimana wajahnya.. ibunya tak pernah sekalipun menceritakan tentang ayahnya.
Kadang Rico berfikir, mungkin dia lahir karena sebuah cinta terlarang. Tapi Rico tak pernah sekalipun menyalahkan ibunya, karena bagaimanapun ibunya tlah merawat dia dengan kasih sayang yang tulus. Namun sejak kepergian ibu nya saat itu adalah sebuah bencana baginya, karena dia sama sekali tak mengenal kerabatnya.. dia juga tak ingin bertanya kepada ibunya mengenai itu.. karna pernah dia mendengar ibu nya lirih dalam doa agar orang tua nya dapat menerima dia dan anaknya (Rico). Rico sengaja tak pernah mengungkit masalah itu kepada ibunya karena dia tak ingin ibu yang di cintainya terluka hatinya. Untunglah Adrian Surya tiba tiba saja datang mengulurkan tangan nya. Sejak saat itu Rico menjalani hidup di keluarga Adrian Surya dan mulai mengenal Kinan.
*flashback off*
“Ri-Rico” jawabnya terbata sambil berusaha setenang mungkin menjabat tangan Dave.
“Kinan??” Pandanganya masih bertanya tanya tak percaya. Mencoba meninta penjelasan dari Kinan.
__ADS_1
“Maaf kak, ini suami Kinan. Sebelumnya Kinan tak pernah cerita” ucap Kinan bersandiwara.
“Jadi... jadi... itu alasanya kamu kabur?” Tanya Rico masih ragu
“Kabur? Apa maksudnya?” Dave bertanya tanya dalam hati. Dia melihat ke arah Kinan yang juga sedang berusaha mencari cari alasan.
“Hehe... begitulah..”
“Dave!” Suara Mike menyadarkan Dave akan urusannya kali ini
“Ok sayang, maaf aku tidak bisa menemani kalian ngobrol, kita mau meeting dulu ya. Nanti kalo urusanya sudah kelar hubungi aku, OK” ucap Dave pada Kinan. “Tuan Rico, maaf saya harus pergi”
Namun bukan Dave bila tak dapat mengambil kesempatan emas di hadapanya kini. Dia berinisiatif untuk mencium pipi Kinan dengan mesra.
“Oh my God, laki laki sialan, awas saja akan ku hajar nanti. Akan ku cincang sampai tak berbentuk, Berani beraninya mengambil kesempatan dariku. Akan ku tendang bokongmu sampai ke angkasa hahaha...” rutuk Kinan dalam hati.
Selain merutuk tak ada yang bisa di lakukanya kecuali pasrah mendapatkan ciuman itu di hadapan Rico. Bagaimanapun jika dia berontak saat ini maka aktingnya pastilah sia sia dan akan terbongkar saat ini juga.
“Baiklah sayang, sampai ketemu nanti di rumah” ucapnya pada Dave
Rumah?? Rumah apanya,, rumah sakit jiwa... kata Kinan dalam hatinya.
“Kinan, sejak kapan kau mengenalnya?” Tanya Rico kecewa saat mereka berdua sudah duduk kembali di mejanya semula.
__ADS_1
Mereka tak langsung pergi dari ruangan itu, Rico menahanya karena rasa rindu,penasaran dan kecewanya yang datang bersamaan.
“Entahlah kak, Kinan juga sudah lupa”
Rico memerhatikan mimik Kinan yang seolah sedang melamunkan kejadian pertemuanya dengan suaminya dan mendadak tersipu.. ada rasa sedih melihat pemandangan itu. Gadis yang dia inginkan untuk menemaninya di masa depan nyatanya tlah menjadi milik pria lain..
Tangannya mengepal erat.. menunjukan kemarahan yang tak dapat dia lampiaskan.
“Kinan, aku menelefonmu tp selalu tidak aktif”
“Kinan sengaja ga mau keberadaan Kinan di ketahui kak, maaf. Papa Mama memaksa Kinan”
“Sudahlah.. sekarang toh kamu sudah menikah, sebaiknya ikutlah pulang denganku. Ajak suamimu juga, kalian harus mendapatkan restu mereka” meski perih dan tak rela, Rico tetap mencoba bersikap natural di hadapan Kinan.
“Belum saatnya kak, tolong kakak jaga mereka untuk Kinan, nanti Kinan pasti pulang bersama Dave”
* ***
maaf semua para reders.. author jadi lama up nya.. maklum banyak kesibukan
Ngurus dedek bayi yang sudah mulai banyak mintanya, jadi guru buat kakak yang jadi pelajar rumahan akibat covid 19 belum lagi repot pembukaan cafe baru..
doakan author semangatnya ga ilang buat lanjutin karya ini ya...
__ADS_1
I love you readers kuhhh...