
Mereka tak langsung pulang, Dave membawanya ke kantor dengan alasan ada hal yang membutuhkan bantuan Kinan di kantornya. Kinan hanya mengangguk, dia tak dapat menolak. Bagaimana mungkin dia harus tidur di jalanan apabila harus meninggalkan pekerjaan ini.. Tak dapat di pungkiri, Dave telah menjadi tempatnya bergantung saat ini.
Siang ini suhu udara cukup hangat, musim semi sedikit demi sedikit telah bergeser. Tak ada percakapan yang berat di sana.. hanya menceritakan tentang kehidupan Dave di kantornya, dan bisnisnya, dan sejenisnya
Sambil mengemudikan mobilnya, Dave sesekali melirik gadis yang ada di sampingnya. Perasaanya sangat bahagia. Cinta itu perlahan lahan tumbuh di hati Dave tanpa dia sadari.
“Jadi, kamu akan menjelaskan padaku kenapa saat itu kamu menghambur ke pelukanku dan memanggilku dengan sebutan suami?” Dave mulai bertanya. Sesekali dia melirik ke arah gadis di sampingnya.
Kinan diam beberapa saat “Maaf, waktu itu aku sedang bingung”
“Oh ya,kenapa?”
Haruskah Kinan menceritakan kepada Dave. Sejauh ini Dave bukanlah orang yang jahat, Kinan bahkan beberapa kali mendapat pertolongan tak terduga darinya..
“Aku kabur”
“Oh ya?”
Kinan mengangguk.. pandanganya menerawang ke depan. Jalan beraspal tampak berkilau karena fatamorgana yang di ciptakan oleh biasan sang surya.
__ADS_1
“Boleh aku tau alasanya?” Dave bertanya lagi
Sesaat Kinan terdiam
“Aku akan di jodohkan dengan laki laki pilihan orang tuaku”
“Oh... bukankah itu bagus”
“Apa? Apa kau pikir aku wanita tua yang tak laku laku? Apa aku seburuk itu sampai suami pun harus butuh orang lain membantuku?” Wajah Kinan tampak kesal.
“Hahahaha..., tidak, bukan itu maksudku.. kau cantik, sungguh aku tidak bohong.. aku hanya berfikir mungkin jika kau menikah kau akan jadi istri yang patuh.. yahh,karna kau kadang sedikit bandel” Dave tertawa renyah.
“Lalu, apa kamu tau siapa yang akan di jodohkan denganmu?” Dave mulai penasaran, apakah Kinan tau atau tidak bahwa sesungguhnya dialah laki laki yang telah di tinggal kabur di hari pertunanganya..
Kinan terdiam, dia mengingat setiap kejadian saat rencana kabur itu mulai di jalankan.. pandanganya menerawang jauh ke depan..
Dia menggelengkan kepala “tidak, aku tak mau tau”
“Oh ya? Tidak kah kau merasa penasaran?”
__ADS_1
“Tidak sama sekali”
Dave kecewa, Kinan sama sekali tak memperlihatkan rasa penasaran atas dirinya.
“Aku pernah menebak, itu pastilah relasi bisnis papa yang sudah tua dan botak. Mungkin aku akan jadi istri kedua.. atau kemungkinan paling bagus jadi isteri seorang duda mesum, ahh sial nya aku” ucap Kinan asal asalan.
“Uhuk..uhuk..” apa... tua? Botak? Dave terbatuk kenapa Kinan bisa berpikiran buruk tentang dirinya.
Dave tak melanjutkan lagi pertanyaanya. Dave percaya bahwa setiap kalimat yang akan keluar dari mulut Kinan pastilah akan menjelek jelekannya. Lebih baik diam.
“hmmmm.... bukankan aku sama tampan nya dengan para aktor.. otot ku pun kekar layaknya para model.. bisa bisanya dia bilang aku tua dan botak.. ais.. aisshh...” Dave hanya bergumam dalam hati. Sesekali dia tersenyum kecut membayangkan pikiran Kinan yang tak jelas arahnya..
Sebenarnya Dave adalah pria yang cukup narsis, dia selalu mengagumi dirinya sendiri saat berada do depan cermin. Tak dapat di pungkiri, Dave memang terlahir tampan dan ber kharisma.. tidak ada wanita yang tak menaruh simpati padanya.
***

)
__ADS_1